Soloraya

Pekan se.daya.di.surakarta 2026 Digelar di Balekambang, Suguhkan Seni Budaya dan Tradisi

SOLO, POSKITA.co – Pekan se.daya.di.surakarta 2026 akan digelar di Taman Balekambang selama tujuh hari, mulai Minggu hingga Sabtu (1-7 November 2026) Kegiatan ini mempertemukan pelaku seni dan budaya dengan pelaku ekonomi kreatif melalui berbagai program yang membuka ruang interaksi, pertukaran pengetahuan, dan pengalaman bersama masyarakat.

se.daya.di.surakarta merupakan platform aktivasi berbasis seni, budaya, dan tradisi yang berkolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif di Surakarta. Berangkat dari nilai keselarasan, keseimbangan, dan harmoni yang dimaknai melalui Loro Blonyo, se.daya.di membuka ruang bagi tradisi dan ekspresi kontemporer untuk berjumpa dan berkembang bersama.

“Setiap inisiatif berawal dari gagasan, berproses untuk tumbuh, dan menemukan daya ketika dirawat bersama. Seperti cakra manggilingan, kebudayaan terus bergerak dan berubah. Melalui se.daya.di, kami ingin mengajak dan mempertemukan berbagai gagasan, praktik, dan pengetahuan agar tumbuh menjadi daya yang membawa berkah bagi kehidupan bersama,” ujar Paulus Mintarga, penggagas se.daya.di.surakarta, Minggu, 25 Oktober 2026.

Pekan se.daya.di.surakarta menghadirkan tujuh program utama se.daya.di.wellness, se.daya.di.pasar, se.daya.di.pagelaran, se.daya.di.lokakarya, se.daya.di.pameran, se.daya.di.boga, dan se.daya.di.forum.

Bagi Direktur Program se.daya.di.surakarta, Nanang Musha, seni, budaya, dan tradisi tidak hanya hadir dalam karya atau pertunjukan, tetapi juga dalam praktik keseharian dan cara masyarakat berinteraksi.

Perspektif ini diterjemahkan ke dalam tujuh program yang menawarkan beragam pengalaman, mulai dari wellness dan pasar kreatif hingga pertunjukan, lokakarya, pameran, kuliner, dan forum diskusi.

Melalui se.daya.di.wellness, publik diajak merawat keseimbangan diri melalui praktik tubuh, refleksi, dan pengalaman kolektif. Salah satunya melalui praktik Jawawellness dari Atsiri Jawa yang memperkenalkan keselarasan wiraga, wirama, dan wirasa.

Se.daya.di.pasar menghadirkan Pasar-pasaran dengan lebih dari 50 tenant yang terdiri atas pelaku kuliner, UMKM, artisan, creative makers, dan brand lokal.

se.daya.di.pagelaran mempertemukan 16 penampil dari ranah musik, tari, teater, wayang, dan seni pertunjukan. Sementara itu, se.daya.di.lokakarya menghadirkan 15 sesi yang membuka kesempatan bagi publik untuk mengeksplorasi praktik, mencoba hal baru, dan bertukar pengetahuan.

Pada se.daya.di.pameran, sebanyak 17 seniman dan kolektif menampilkan karya serta praktik yang berangkat dari seni, tradisi, teknologi, pengetahuan lokal, dan keseharian.

Dua program lainnya, se.daya.di.boga dan se.daya.di.forum, membuka ruang untuk mengenal praktik pangan dan kuliner serta membahas beragam gagasan dan isu yang berkaitan dengan kehidupan seni dan budaya.

Pekan se.daya.di.surakarta 2026 melibatkan lebih dari 100 kolaborator dari berbagai bidang dan menargetkan 20.000 kunjungan audiens selama tujuh hari.

“Melalui semangat Collect, Connect, Collab, Pekan se.daya.di.surakarta menjadi ruang bagi pelaku seni dan budaya, komunitas, kreator, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat untuk saling menemukan serta membangun kolaborasi. Kami ingin membuka kesempatan bagi berbagai pihak untuk terlibat dan melahirkan karya-karya baru yang relevan untuk kini dan ke depan,” ujar Tatuk Marbudi, Direktur Festival se.daya.di.surakarta. (Arya)