Apresiasi Sekolah Tanpa Rokok, KAKAK Tegaskan Komitmen Perlindungan Anak dari Rokok
SOLO, POSKITA.co – Yayasan KAKAK berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Surakarta memberikan Award Sekolah Keren Tanpa Rokok kepada sembilan sekolah di Kota Surakarta, pada Rabu, 23 September 2026
Penghargaan tersebut diberikan kepada tiga sekolah jenjang PAUD/TK, yaitu TK Aisyah Kota Barat Program Khusus, Pra TK – TK Lazuardi Kamila, dan TK Permata. Tiga sekolah jenjang SD, yaitu SD N Cemara Dua Surakarta, SD N Kleco 1 Surakarta, dan SD N Purworejo. Sedangkan tiga sekolah jenjang SMP, yaitu SMP N 1 Surakarta, SMP N 4 Surakarta, dan SMP N 7 Surakarta).
Sebagai bentuk apresiasi atas inisiatif dan komitmen sekolah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari asap rokok. Upaya ini sejalan dengan amanat Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok.
Award tersebut diberikan bersamaan dengan kegiatan KREASSO (Kreasi Anak Sekolah Solo), sebuah kegiatan tahunan Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Pendidikan yang menjadi ruang bagi anak sekolah untuk menampilkan dan mengembangkan kreativitas, bakat, dan potensi mereka.
Yayasan KAKAK bersama Pemuda Penggerak yang merupakan koalisi Indonesia SOS, menyediakan stand edukasi dalam kegiatan KREASSO dengan tema SOS (Save Our Schools) Corner sebagai wadah untuk anak dalam mengenali pentingnya melindungi diri dari rokok dan produk tembakau.
Stand tersebut tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menjadi ruang bagi anak untuk menyampaikan pandangan serta menuliskan pesan untuk diri sendiri maupun anak-anak lainnya terkait perlindungan dari produk rokok baik rokok konvensional maupun rokok elektrik.
Stand ini juga menjadi ruang untuk mempromosikan Sekolah Keren Tanpa Rokok sebagai model yang dikembangkan oleh sejumlah sekolah di Kota Surakarta sebagai upaya memperkuat lingkungan sekolah yang bebas dari rokok.
Apresiasi untuk Menginspirasi Sekolah Lain
Direktur Yayasan KAKAK, Shoim Sahriyati, menyampaikan bahwa pemberian Award Sekolah Keren Tanpa Rokok merupakan bentuk apresiasi terhadap upaya yang telah diinisiasi oleh sekolah dalam memperkuat pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok.
“Award Sekolah Keren Tanpa Rokok ini menjadi sarana untuk mengapresiasi sekaligus mempromosikan berbagai upaya yang telah diinisiasi oleh sekolah dalam menguatkan Kawasan Tanpa Rokok. Kami berharap praktik baik yang dilakukan oleh sekolah penerima award dapat menginspirasi sekolah lain untuk melakukan replikasi,” ujar Shoim Sahriyati.
Menurutnya, penguatan Sekolah Keren Tanpa Rokok perlu terus didorong melalui ruang berbagi pengalaman antarsekolah. Forum kepala sekolah dapat menjadi salah satu ruang strategis untuk membahas praktik baik, tantangan, serta solusi dalam menerapkan KTR secara berkelanjutan.
“Ke depan, sekolah perlu diberikan ruang untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam mewujudkan Sekolah Keren Tanpa Rokok, misalnya melalui forum kepala sekolah. Kuncinya ada pada komitmen dan kepemimpinan kepala sekolah. Ketika pimpinan sekolah memiliki komitmen kuat, implementasi KTR akan lebih mudah menjadi bagian dari budaya sekolah,” tambahnya.
Melalui pemberian award dan pengembangan model Sekolah Keren Tanpa Rokok, Yayasan KAKAK dan Dinas Pendidikan Kota Surakarta mendorong agar semakin banyak sekolah memperkuat implementasi KTR. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ruang yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak serta memberikan perlindungan anak dari paparan asap rokok. (Arya)

