Pengurus ATI Jateng Dilantik, Tinju Jadi Sportainment
Pelantikan pengurus DPW ATI Jawa Tengah periode 2026–2031 yang berlangsung di Hotel Asia Solo, Sabtu (2/5/2026). (foto dokumentasi)
SOLO, POSKITA.co – Unik dan menarik, event tinju profesional digabung dengan sportainment. Pelantikan DPW ATI Jawa Tengah jadi momentum penting untuk menggairahkan kembali olahraga tinju di wilayah Jawa Tengah.
Begitu dilantik, Pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) Jawa Tengah periode 2026–2031 punya program menarik yakni menggabungkan event tinju profesional dengan sportainment.
Langkah tersebut mengemuka setelah 36 pengurus DPW ATI Jateng dilantik di Hotel Asia Solo, Sabtu (2/5/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk menggairahkan kembali olahraga tinju di wilayah Jawa Tengah yang sempat surut.
Ketua Umum DPP ATI Pusat, Ester Situmorang berharap kepengurusan baru di Jawa Tengah mampu meningkatkan intensitas pertandingan tinju sebagai langkah awal membangun prestasi atlet.
“Kami berharap frekuensi pertandingan bisa lebih banyak. Dari yang awalnya hanya beberapa ronde, bisa meningkat hingga ke level perebutan sabuk nasional,” terangnya.
Dia mengakui kondisi tinju di Indonesia saat ini masih dalam tahap pemulihan, bahkan sempat mengalami mati suri seperti kembali ke masa sebelumnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya serius untuk membangkitkan kembali ekosistem olahraga tinju, termasuk mencetak atlet berprestasi.
Menurutnya, semakin sering kompetisi digelar, maka peluang munculnya petinju-petinju baru dengan kualitas unggul juga semakin besar.
Adapun konsep baru yang diusung ATI yakni menyelenggarakan pertandingan dengan hiburan atau sportainment. Konsep ini dinilai mampu menarik minat generasi muda, khususnya kalangan milenial dan Gen Z.
“Kalau hanya olahraga saja mungkin sudah biasa, tapi kalau dipadukan dengan hiburan akan lebih menarik. Ini bisa menumbuhkan minat masyarakat terhadap tinju,” jelasnya.
Rencananya, konsep sportainment tersebut akan mulai direalisasikan dalam sebuah event pada Juli 2026 yang akan digelar di lokasi non-konvensional seperti kafe atau distro.
Hal senada dikemukakan Ketua ATI Jawa Tengah, Asri Purwanti SH MH CIL CPM.
Usai dilantik dia telah menyiapkan sejumlah program untuk mendorong pembinaan atlet, termasuk menggelar event tinju di berbagai daerah bertepatan dengan hari jadi kabupaten atau kota.
“Kami ingin menghadirkan lebih banyak event agar muncul bibit-bibit atlet dari daerah. Ini juga menjadi wadah bagi atlet untuk berkembang ke level profesional,” ungkapnya.
Salah satu pertandingan terdekat yakni kejuaraan tinju pada 4 Juli 2026 di Solo yang akan memperebutkan Sabuk Gubernur dan Sabuk Kapolda. Kegiatan tersebut telah mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Selain itu, ATI Jateng juga berkomitmen memberikan ruang bagi atlet muda untuk meraih prestasi, termasuk membuka peluang mendapatkan beasiswa hingga meniti karier di institusi seperti TNI dan Polri.
Jumlah pengurus yang dilantik mencapai 36 orang, yang sebagian besar merupakan figur berpengalaman di dunia olahraga, termasuk mantan atlet berprestasi.
Dewan Penasehat ATI Jateng, Muhammad Mashuri, menyatakan dukungan penuh terhadap program kerja yang akan dijalankan. Ia menekankan pentingnya wadah pembinaan bagi generasi muda agar dapat berkembang secara profesional.
“Kami siap mendukung penuh. Anak-anak muda yang memiliki potensi harus difasilitasi dengan baik, baik dari sisi olahraga maupun pendidikan,” tegasnya. (**)
Tanto

