Gubernur Ahmad Luthfi Sowan Mbah Munif dan Kiai Fathurrohman Jelang Lebaran, Inilah Pesan-Pesannya
Foto: Humas Jateng
SEMARANG, POSKITA.co – Menjelang Lebaran 2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan atau sowan ke Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Girikusumo Mranggen KH Munif Muhammad Zuhri (Mbah Munif) dan Pengasuh Ponpes Al-Ittihad Poncol Bringin Kabupaten Semarang, KH Fathurrohman Thohir pada Jumat, 20 Maret 2026.
Dalam kunjungan itu, Luthfi menerima pesan khusus dari dua ulama tersebut, yaitu untuk selalu mengedepankan kesejahteraan dan kepentingan masyarakat.

Selain pesan khusus itu, Luthfi juga mendapatkan hadiah khusus dari Mbah Munif berupa kacamata hitam. Kacamata tersebut diberikan dan langsung dipakaikan oleh Mbah Munif. Kacamata tersebut adalah benda kedua dari Mbah Munif setelah pada 2024 lalu ia mendapatkan sebuah tongkat berukir.
Sebelum momen itu, Luthfi dan Mbah Munif berbincang cukup lama. Mbah Munif mengingatkan pesan yang dulu pernah ia sampaikan pada pertemuan dua tahun lalu.

Ternyata pesan itu tidak pernah dilupakan bahkan terus dilakukan oleh Guberenur Luthfi, yaitu untuk tebar senyum kepada masyarakat dan berjuang untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat. Ia kemudian membeberkan apa saja yang sudah dilakukan bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Di antaranya program dokter spesialis keliling (Speling) ke seluruh pelosok desa di Jawa Tengah. Kemudian ada program pengentasan kemiskinan yang dilakukan secara komprehensif dengan gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak. Ada juga program Santri Obah yang digagas untuk para santri dan pengasuh pondok pesantren.

“Masalah kemiskinan itu kami cari akarnya, indikasinya apa saja, lalu kami intervensi. Jadi kami gerak bersama. Rencana pembangunan juga kami buat roadmapnya (peta jalan), seluruh kabupaten/kota bersama fokus pada program yang sama, sehingga tidak diecer-ecer,” beber Luthfi kepada Mbah Munif.
Luthfi juga menerima masukan dari Mbah Munif untuk menyelesaikan pembangunan akses jalan Mranggen-Ungaran yang terputus akibat longsor. Sebab jalur itu merupakan jalur alternatif yang biasa dipakai masyarakat untuk memangkas jarak tempuh.

Sebelum berkunjung ke kediaman Mbah Munif, Gubenur Luthfi lebih dulu sowan ke kediaman KH Fathurrohman Thohir di kompleks Ponpes Al-Ittihad Poncol, Bringin, Kabupaten Semarang.
Di sana obrolan hangat juga terjalin antara Ahmad Luthfi, Kiai Fathurrohman dan keluarganya, serta beberapa santri.
Di tengah obrolan, Kiai Fathurrohman sempat menyinggung adanya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Terkait hal itu, Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa memang ada kenaikan harga tapi tidak semuanya. Paling menonjol adalah kenaikan harga cabai. Kenaikan ini dikarenakan faktor tanam dan panen pada musim hujan. Masyarakat juga belum terbiasa dengan cabai yang dikeringkan.
“Memang ada kenaikan harga, tapi alhamdulillah soal penimbunan bahan pokok penting sudah tidak ada. Kami sudah coba intervensi untuk menurunkan harga cabai,” kata Luthfi. (*)
Cosmas

