Dari Kursi Dirjen ke Menara Zakat: Jejak Pengabdian Agus Fatoni di BAZNAS 2026-2031
Menag RI memberikan ucapan selamat kepada Agus Fatoni. Foto dokumentasi.
JAKARTA, POSKITA.co – Nama Agus Fatoni kembali menjadi sorotan. Kali ini, bukan karena prestasinya di lingkup Kementerian Dalam Negeri, melainkan amanah besar yang baru saja diletakkan Presiden Prabowo Subianto di pundaknya. Fatoni resmi ditunjuk sebagai salah satu nakhoda baru di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI periode 2026–2031.
Penyerahan Keputusan Presiden (Keppres) dilakukan dengan khidmat oleh Menteri Agama RI di Jakarta, Selasa (10/3/2026). Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah ingin membawa pengelolaan zakat nasional ke level yang lebih teknokratis namun tetap berakar pada nilai religius.

Kombinasi Sempurna Tokoh Masyarakat dan Birokrat
Struktur BAZNAS periode ini tampil cukup solid. Fatoni bergabung dalam jajaran unsur pemerintah bersama Abu Rokhmad dan Mochamad Agus Rofludin. Mereka akan berkolaborasi dengan tokoh-tokoh masyarakat seperti Diddik Sodik Mudjahid hingga Zainut Tauhid Saadi.
Targetnya jelas: Transformasi Zakat. Pemerintah ingin agar dana umat tidak hanya terkumpul, tapi dikelola dengan transparansi tingkat tinggi yang berdampak langsung pada pengentasan kemiskinan.
Mengapa Agus Fatoni?
Penunjukan ini bukanlah kejutan bagi mereka yang mengikuti rekam jejaknya. Fatoni dikenal sebagai “birokrat paket lengkap”. Berikut adalah poin-poin yang membuatnya menjadi aset berharga bagi BAZNAS:
- Akar Intelektual yang Kuat: Sejak muda, jiwa kepemimpinannya sudah terasah sebagai Ketua Senat Mahasiswa IIP (1998) dan penyandang gelar Mahasiswa Teladan (1999).
- Spesialis Tata Kelola Keuangan: Sebagai Dirjen Bina Keuangan Daerah, ia adalah pakar dalam memastikan setiap rupiah uang negara dipertanggungjawabkan secara akuntabel—kualitas yang sangat dibutuhkan dalam mengelola dana zakat.
- Pengalaman Lapangan yang Luas: Rekornya sebagai Pj Gubernur di empat provinsi (Sulut, Sumsel, Sumut, dan Papua) memberikan ia perspektif nyata tentang kemiskinan dan kebutuhan masyarakat di akar rumput.
Peti Emas Penghargaan
Prestasi Fatoni dalam beberapa tahun terakhir menjadi bukti validitas penunjukannya:
- Gubernur Peduli Zakat: Pernah menerima penghargaan langsung dari BAZNAS atas dukungannya terhadap program zakat saat menjabat di tanah Papua.
- Double Winner Pj Gubernur Terbaik 2024: Dinobatkan oleh Kemendagri & Tempo Media atas performa kinerja total dan ekonomi daerah.
- Inovator Keuangan: Baru saja menyabet Excellence in Regional Financial Governance 2026.
- Penghargaan Kemanusiaan & Keamanan: Pemegang dua Pin Emas Kapolri (2023 & 2024).
Harapan Baru bagi Umat
Bergabungnya tokoh sekelas Agus Fatoni ke BAZNAS membawa angin segar bagi para muzaki (pembayar zakat). Dengan sentuhan manajerialnya, diharapkan BAZNAS bukan sekadar lembaga pengumpul, tapi menjadi mesin penggerak ekonomi syariah yang transparan dan profesional.
“Zakat, infak, dan sedekah di bawah pengelolaan yang profesional akan menjadi pilar kesejahteraan yang nyata,” pungkas harapan pemerintah dalam seremoni pelantikan tersebut.
Cosmas/*

