Bupati Agus-Wabup Fajar Percepat Layanan, Pertanian, Infrastruktur untuk Kuatkan PAD
BOYOLALI, POSKITA.co– Memasuki satu tahun kepemimpinan Agus Irawan dan Dwi Fajar Nirwana, kinerja Bupati dan Wakil Bupati Boyolali ini mulai dirasakan masyarakat dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Boyolali.
Program Agus-Fajar yang menyasar pada pelayanan dasar, ekonomi, dan pembangunan infrastruktur sudah terlihat dengan PAD Tahun 2025 mencapai 660,396 Miliar. Tidak hanya itu, Agus-Fajar juga penguatannya melalui sektor pertanian, pariwisata terutama di bidang sport tourism, disertai penguatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta percepatan infrastruktur dasar.
Dalam tahun pertama, penguatan layanan publik dilakukan dari hal yang paling menentukan kualitas pelayanan di lapangan yakni penataan sumber daya manusia. Hal ini dilakukan untuk membuat layanan pendidikan dan kesehatan lebih stabil dan lebih dekat dengan masyarakat.
Di sektor kesehatan, respons kedaruratan terus meningkat. Terlihat dari layanan ambulans gratis 24 jam yang berjalan di 25 puskesmas, jejaring armada sosial berupa 122 ambulans relawan, aplikasi Satu Sehat Boyolali, serta dukungan pada kualitas tumbuh kembang anak juga berjalan melalui program pemenuhan gizi.
Pada sektor pertanian, stabilitas produksi sebagai fondasi ekonomi daerah sekaligus basis penguatan PAD selalu diperhatikan. Ketersediaan pupuk dipastikan aman tanpa kelangkaan. Pada sektor peternakan, kekuatan Boyolali ditopang produksi 12.866 ton daging sapi dan produksi susu mencapai 37.123.508 liter.
Penguatan ekonomi juga ditopang oleh iklim usaha yang terus didorong agar membuka lapangan kerja. Bupati Agus-Wabup Fajar menegaskan bahwa investasi harus dibaca bukan semata sebagai angka proyek, tetapi sebagai peluang kerja yang konkret dan menambah daya hidup ekonomi lokal.
Pada pembangunan fisik dan layanan dasar, diprioritaskan pada pekerjaan yang berdampak langsung terhadap mobilitas warga, kualitas permukiman, serta dukungan terhadap pertanian.
Di sektor pengairan, rehabilitasi jaringan irigasi permukaan dilakukan sepanjang 3.363 meter untuk menopang produktivitas lahan. Akses air bersih juga diperluas melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan pembangunan sumur uji, sebagai upaya menghadirkan layanan dasar yang lebih merata. Penguatan kualitas hidup warga juga berjalan melalui program perbaikan hunian dan ruang sosial.
Dalam kepemimpinannya, tantangan terbesar dalam menjalankan program bukan sekadar memulai, melainkan memastikan pelaksanaan rapi dan tepat sasaran di lapangan dengan efisiensi anggaran. Variasi kondisi wilayah, kebutuhan penguatan data penerima manfaat, serta koordinasi pekerjaan lintas sektor menjadi faktor yang terus dibenahi agar dampak program tidak berhenti pada laporan, tetapi benar-benar menetap sebagai perubahan yang dirasakan masyarakat.
Ke depan, arah kerja lima tahun disiapkan secara bertahap. Pertama yakni memperkuat fondasi layanan dasar, lalu mempercepat produktivitas pertanian dan penguatan rantai nilai, kemudian pengembangan pariwisata berbasis kawasan, mendorong investasi dan iklim usaha yang luas agar lapangan pekerjaan bertumbuh, serta meningkatkan PAD.
Cosmas/*

