Antisipasi Kemarau, Ahmad Luthfi Minta Cek Seluruh Embung dan Saluran Irigasi
Ahmad Luthfi saat mengecek Embung Alastuwo di Desa Wonolepo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Foto: Humas Jateng
KARANGANYAR, POSKITA.co – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta kepada jajarannya agar mengecek seluruh embung dan saluran irigasi di wilayahnya, untuk mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi mulai pada April 2026.
Luthfi ingin memastikan kebutuhan air baku dan irigasi persawahan selama musim kemarau terpenuhi sehingga produktivitas petani terjaga.

“Saya ingin betul-betul memastikan, cek dan recek embung yang ada. Embung merupakan salah satu tempat untuk memenuhi kebutuhan air baku maupun persawahan,” kata Luthfi saat mengecek Embung Alastuwo di Desa Wonolepo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Rabu, 7 April 2026.
Embung Alastuwo dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 2017. Kapasitas tampungnya sekitar 6.723,30 m³. Embung tersebut menjadi sumber air baku untuk 186 kepala keluarga (KK) dan irigasi lahan pertanian seluas 35 hektare pada musim kemarau.
Luthfi menjelaskan, dari 2025 hingga awal 2026, setidaknya sudah ada 12 embung baru yang dibangun di Jawa Tengah. Namun itu dirasa masih belum cukup, sehingga ia meminta agar daerah-daerah yang membutuhkan embung didata dan kemudian dibangun embung.
“Saya sudah wanti-wanti, nitip kepada Bupati dan Walikota, kalau masih ada masyarakat yang di tempatnya butuh embung segera diusulkan dan akan dianggarkan (pembangunan),” jelasnya didampingi Bupati Karanganyar Rober Christanto.
Luthfi juga ingin memastikan embung-embung yang sudah ada benar-benar berfungsi secara optimal selama musim kemarau nanti. Salah satunya Embung Alastuwo tersebut. Termasuk juga saluran irigasi yang mengarah ke sawah-sawah petani.
Sebab, keberadaan embung akan membantu menggenjot produktivitas pangan, terutama padi, guna mencapai swasembada pangan. Apalagi tahun 2026, target produksi padi 2026 adalah 10,55 juta ton GKG.
“Ini sangat membantu sekali, karena Provinsi Jawa Tengah berharap swasembada pangan bisa tercapai kembali. Tahun kemarin kita produksi hampir 9,7 juta ton atau memenuhi 15,6 persen kebutuhan padi nasional. Jawa Tengah nomor dua dan kami ingin nanti bisa nomor satu,” tegasnya.
Selain itu, guna mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan akan lebih kering dari sebelumnya, Ahmad Luthfi telah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan Kodam IV/Diponegoro yang memiliki program pipanisasi dan sumurisasi.
Selanjutnya koordinasi dengan kabupaten/kota untuk memetakan daerah mana saja yang perlu dilakukan pipanisasi dan sumurisasi pada saat kemarau.
Salah seorang petani di Kecamatan Tasikmadu, Admin mengaku, Embung Alastuwo sangat membantu petani saat musim tanam kedua dan ketiga. Biasanya dua musim tanam tersebut berada pada musim kemarau sehingga kebutuhan air sangat penting. (*)
Cosmas

