Klaten

Camat Klaten Utara Hj. Seniwati: Halal Bihalal Tetap Dilestarikan, Angkat Roda Ekonomi Warga

Keterangan Foto: Camat Klaten Utara Hj. Seniwati, SE MM bersama Forkopincam Klaten Utara membersamai jajaran Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Klaten Utara dalam acara halal bihalal tahun 2026.

KLATEN, POSKITA.co – Bulan syawal menjadi bulan silaturrahmi. Kenapa? Karena seluruh umat manusia beragama merayakan tanggal 1 syawal berlebaran. Termasuk di Indonesia, tak hanya umat Islam, non muslim pun mudik ke kampung halaman untuk berlebaran.

Hal ini dikatakan Camat Klaten Utara Hj. Seniwati, SE MM saat ditemui redaksi di ruang kerjanya, Kamis (2/4/2026) siang. Warga Klaten yang bekerja di luar kota, baik di Jakarta, Surabaya, Kalimantan, Sumatra dan lainnya, pulang kampung mudik lebaran.

“Luar biasa magnet lebaran di mata masyarakat negeri ini, tanpa dikomando kalau mendekati lebaran atau Idul Fitri, warga berbondong-bondong mudik ke kampung. Sejak zaman kakek nenek saya, istilah mudik lebaran sudah ada, termasuk istilah halal bihalal juga sudah dari dulu sudah mentradisi di masyarakat,” jelas Hj. Seniwati.

Agenda halal bihalal, selama ini sudah ditradisikan masyarakat dan tak pernah padam semangat menggelar halal bihalal. Baik halal bihalal yang diadakan trah keluarga, karyawan kantor/dinas, grup alumni sekolah atau perguruan tinggi, komunitas masyarakat atau lainnya.

Pemkab Klaten sendiri, termasuk jajara DPRD Klaten, kedinasan, paguyuban Kades, Korwil Bidang Pendidikan dan elemen lainnya, juga sudah rutin mengadakan halal bihalal. Kalau lebaran belum ada agenda halal bihalal dirasakan belum lengkap atau sempurna perayaan Idul Fitri.

Sebenarnya ada apakah denga halal bihalal? Camat Seniwati mengaku sangat berkesan dan mendukung adanya halal bihalal. Secara realitas, acara halal bihalal yang diadakan di rumah kasepuhan atau tempat warung kuliner, tidak sekedar bertemu atau silaturrahmi. Meskipun dana yang dibutuhkan sangat besar, halal bihalal tetap diadakan.

Seniwati yang per 1 Juli 2026 mendatang memasuki masa purna tugas ini menambahkan, kegiatan halal bihalal yang diadakan Paguyuban Kades, Korwil Bidang Pendidikan atau lainnya, adalah hasil iuran gotong royong. Kalau tidak ada iuran anggota atau gotong royong, dana anggaran yang besar untuk halal bihalal tidak bisa dicukupi.

Camat Klaten Utara Hj. Seniwati, SE MM saat hadir dalam halal bihalal keluarga besar Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Klaten Utara di Gedung Serbaguna Desa Ketandan, Kamis (2/4/2026) pagi.

“Halal bihalal itu memang besar anggarannya, tapi dengan semangat gotong royong iuran bersama atau urunan, halal bihalal bisa berjalan baik. Tapi ada juga acara trah keluarga yang didanai secara pribadi oleh keluarga yang sukses bekerja. Halal bihalal ini jadi ajang saling meminta maaf dan memberi maaf,” jelasnya.

Saat lebaran beberapa tahun ini, ada trend baru dari acara halal bihalal trah dengan acara bagi doorprise berupa barang berharga atau uang. Kadangkala anak-anak genzi saat ini demi konten, ikut trend di Tik Tok, ada gaya baru rayakan halal bihalal dengan joget dan bernyanyi bersama.

Halal bihalal, harap Seniwati, jangan sampai pudar semangatnya. Sampai kapan pun, tradisi halal bihalal bisa dilanjutkan dan menjadi ajang reuni keluarga, silaturrahmi dan ajang saling bermaaf-maafan. Dengan halal bihalal, roda ekonomi masyarakat sekitar juga ikut menggeliat atau bangkit. (Hakim)