Cetak Siswa Berkarakter, Tadarus Al Qur’an dan Shalat Dhuha Dibiasakan di Esmadu
KLATEN, POSKITA.co – Karena sudah pembiasaan kegiatan keagamaan atua spiritual selama beberapa tahun ini, maka para siswa SMPN 2 Manisrenggo, Klaten. Siswa didampingi guru agama tetap menikmati puasa Ramadhan dengan nyaman. Pembiasaan shalat dhuha dan dilanjutkan kultum di Musholla yang berada di sisi barat halaman sekolah jadi tradisi baik.
Kepala SMPN 2 Manisrenggo atau Esmadu Yayuk Sri Rahayu, SPd mengatakan, untuk semarak Ramadhan 2026 ini, selain ada rutinitas shalat dhuha dan kultum di musholla per kelas, juga nantinya akan ada kegiatan Pesantren Ramadhan atau Pesantren Kilat yang diikuti semua siswa. Untuk waktunya setelah ASTS atau asesmen siswa tengah semester.
“Jadi siswa nanti sekitar tanggal 12-14 Maret 2026, diadakan Pesantren Kilat dengan berbagai agenda. Salah satunya memberikan paket takjil kepada warga sekitar, buka puasa Bersama, penyaluran zakat, pembinaan spiritual oleh para guru, dan agenda lainnya. Selama pesantren kilat, siswa tetap mengikuti agenda yang ada,” jelas Yayuk yang sudah 3 tahunan menjadi Kepala SMPN 2 Manisrenggu.
Kegiatan pembiasaan shalat dhuha yang selama ini berjalan, dipandang bisa menjadi salah satu langkah mencetak siswa berkarakter, memiliki kesantunan dan kesholehan, serta terbentuk pribadi siswa yang unggul berkualitas. Untuk kegiatan pesantren kilat, pengurus OSIS Esmadu juga terlibat dan mendukung sepenuhnya program tahunan ini.
Dari pantauan redaksi, sekolah ini juga berusaha mewujudkan sekolah yang sejuk dengan program Sekolah Adhiwiyata. Berbagai sudut sekolah diisi dengan rindangnya pohon dan bunga, serta ada kolam ikan dengan air mancurnya. Bunga anggrek yang ada di lingkungan sekolah, juga menambah kenyamanan dan keasrian keluarga besar Esmadu.
Dalam setiap program sekolah, jelas Yayuk, jajaran Komite Sekolah yang diketuai H. Darto (mantan anggota DPRD Klaten), selalu mendukung dan jalin komunikasi demi kemajuan sekolah. Saat ini, total siswa di Esmadu ada 756 anak dan jumlah guru karyawan sekitar 46 orang.
“Kita juga telah memasang smart TV di masing-masing kelas dengan memudahkan para guru dalam pembelajaran. Untuk memonitoring para guru dan siswa dalam belajar mengajar, kami juga telah memasang CCTV dan bisa dipantau langsung lewat layer. Kita bisa tahu, semua ruang kelas dengan segala kegiatannya,” ungkap Yayuk yang tinggal di selatan SMPN 2 Ceper.
Yayuk ini termasuk Kepala Sekolah yang aktif dan memiliki inovasi. Sebelum menjadi Kepala SMPN 2 Manisrenggo, Yayuk menjadi Kepala SMPN 2 Polanharjo. Setiap hari, minimal pukul 05.30 WIB, Yayuk sudah otw atau meluncur ke sekolah agar menjaga semangat kedisiplinan kerja.

Terpisah, Totok Wiryanto, SPd, guru PAI SMPN 2 Manisrenggo menambahkan, di sekolah ini memang benar sudah ada pembiasaan pagi. Saat di kelas anak-anak membaca surat-surat pendek Al Quran dan dilanjutkan dengan shalat dhuha dan ada kultum bergantian oleh siswa yang diatur guru agama.
“Anak-anak di SMPN 2 Manisrenggo ini sudah terbiasa tadarus Al Qur’an di kelas dan dilanjutkan dengan shalat dhuha dan kultum. Pembiasaan ini bisa mencetak siswa berkarakter baik dan mendorong siswa semangat meraih prestasi,” jelas Totok yang asli Krakitan, Bayat.
Selain guru agama Islam ada Totok, juga ada Asih Puji Utami, SPdI MPdI. Kebetulan rumah Asih ini 100 meter di utara sekolah yang juga mengelola sebuah pondok pesantren bersama suaminya Kiai Subhan. Asih yang baru mengajar selama 14 tahun di Esmadu ini, berpesan kepada siswa, bahwa ramadhan ini bagaikan MBG. Siswa harus kuat, tidak boleh mokel atau medhot puasa ramadhan dan sabar, karena ujiannya bertambah. (Hakim)

