Soloraya

Ribuan Jenang Gratis Di HUT Kota Solo

SOLO, POSKITA.co – Festival Jenang selalu ditunggu ribuan warga Solo dan sekitarnya. Mereka rela antri ikut memeriahkan menyerbu ribuan jenang gratis untuk sambut HUT Kota Solo.

Festival Jenang kembali digelar di kawasan Selasar Ngarsopuro, Selasa (17/2/2026), sebagai agenda tahunan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-281 Kota Solo. Tradisi yang telah menjadi ikon perayaan hari jadi Kota Bengawan ini dipadati ribuan warga yang antusias mengikuti rangkaian acara.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Festival Jenang menjadi penutup rangkaian upacara tradisi HUT Kota Solo. Tahun ini, panitia membagikan 15.000 jenang kepada masyarakat. Pembagian tersebut melibatkan partisipasi kecamatan, kelurahan, hotel, hingga berbagai organisasi masyarakat.

Selain pembagian gratis, panitia juga menghadirkan konsep Pasar Jenang berbayar. Konsep ini memungkinkan pengunjung, termasuk wisatawan dari luar kota, tetap bisa menikmati beragam jenang khas Solo sekaligus mendukung perputaran ekonomi pelaku UMKM.

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengatakan, sebelum Festival Jenang digelar, Pemkot Surakarta telah melaksanakan upacara tradisi di Stadion Sriwedari yang berlangsung tertib dan khidmat.

“Alhamdulillah, dalam rangka memperingati HUT ke-281 Kota Solo, tadi kita telah melaksanakan upacara tradisi di Stadion Sriwedari dan semuanya berjalan lancar. Setelah itu dilanjutkan dengan Festival Jenang,” ujar Astrid di Ngarsopuro.

Menurutnya, Festival Jenang bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sarat makna filosofis dalam budaya Jawa. Jenang dipercaya sebagai simbol doa dan permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Dalam kebudayaan Jawa, jenang menjadi simbol doa dan harapan keselamatan. Filosofi kelengketan jenang ini menggambarkan harapan agar masyarakat Solo tetap guyub rukun, adem ayem saklawase,” ungkapnya.

Astrid juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memeriahkan HUT ke-281 Kota Solo. Ia menilai perayaan tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum Tahun Baru Imlek.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Solo yang sudah antusias mengikuti perayaan ini. Semoga menjadi awal yang baik, sukses, dan membawa kebahagiaan untuk kita semua. Atas nama Pemerintah Kota Surakarta, kami juga mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Festival Jenang Heru Dwi Hartanto menjelaskan, konsep tahun ini mengusung semangat berbagi dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Tahun ini kami ingin semua lapisan masyarakat bisa berbagi jenang, mulai dari kecamatan, kelurahan, hotel, hingga organisasi masyarakat. Konsepnya ada dua jenis, yakni Pasar Jenang berbayar dan pembagian gratis untuk warga, sehingga masyarakat luar kota pun tetap bisa menikmati,” jelasnya.

Heru menambahkan, pembagian 15.000 jenang menjadi simbol berbagi dalam perayaan hari jadi Kota Solo sekaligus bentuk pelestarian kuliner tradisional.

“Jenang adalah simbol kuliner khas Solo yang ingin terus kita lestarikan. Setiap hari jadi kota, Festival Jenang selalu kita adakan sebagai bentuk uri-uri budaya,” ujarnya.

Ia juga menyebut festival ini berdampak positif bagi pelaku UMKM dan sektor pariwisata. Sebagian besar jenang diproduksi oleh UMKM lokal, sehingga meningkatkan penjualan dan perputaran ekonomi masyarakat. Tahun ini, festival mengusung tema “Nirmala Nusantara” sebagai simbol harapan agar Indonesia senantiasa terhindar dari musibah dan semakin kuat dalam persatuan budaya.

Melalui Festival Jenang yang rutin digelar di Ngarsopuro ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap tradisi budaya, penguatan UMKM, serta geliat pariwisata dapat berjalan beriringan dalam membangun Solo sebagai kota yang berbudaya, harmonis, dan sejahtera.

cosmas