Korban Tewas Akibat Gempa di Sulbar Capai 78 Orang  

Spread the love
Dua alat berat excavator membantu upaya evakuasi korban yang terjebak di bawah reruntuhan kantor Gubernur Sulbar yang roboh, Jumat (15/1/2021) (Foto : Taufiq Lau/ Pemprov Sulsel).
 JAKARTA, POSKITA.CO – Sedikitnya 78 orang meninggal akibat gempa bumi yang melanda provinsi Sulawesi pada Jumat (15/1) dini hari, kata Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada Minggu (17/1). Dalam pernyataan, Basarnas mengonfirmasi 78 telah tewas, 67 di antaranya tewas di Kabupaten Mamuju dan sisanya di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Gempa tersebut adalah bencana terbaru dari serangkaian bencana yang melanda tanah air baru-baru ini,

Reuters, Minggu (17/1), mengutip juru bicara BNPB Raditya Jati, mengatakan lebih dari 820 orang terluka dan lebih dari 27.800 mengungsi akibat gempa berkekuatan 6,2 skala Richter itu. Saksi mata menambahkan beberapa pengungsi juga masih mencari perlindungan di pegunungan, sementara yang lain mengungsi ke pusat evakuasi.

Raditya menambahkan petugas polisi dan militer telah dikerahkan untuk menindak penjarahan di beberapa bagian wilayah itu.

Status tanggap darurat, yang dimaksudkan untuk membantu upaya penyelamatan, telah diberlakukan selama dua minggu, katanya.

Dwikorita Karnawati, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengatakan gempa lain di wilayah itu berpotensi memicu tsunami.

Indonesia yang terletak di Cincin Api Pasifik (ring of fire) menyebabkan sering dihampiri gempa bumi. Pada tahun 2018, gempa berkekuatan 6,2 skala Richter menghantam kota Palu, Sulawesi Tengah. Gempa yang memicu tsunami tersebut menewaskan ribuan orang.

Hanya dua minggu pertama tahun 2021 ini, Indonesia menghadapi sejumlah bencana.

Bencana tersebut misalnya, banjir di Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan pada bulan ini masing-masing menelan korban sedikitnya lima orang, sementara tanah longsor yang terjadi di Jawa Barat menewaskan sedikitnya 29 orang, kata pihak berwenang.

Pada 9 Januari, peristiwa nahas juga terjadi, yaitu jatuhnya pesawat Sriwijaya Air ke Laut Jawa dengan 62 penumpang.

Gunung Semeru di Jawa Timur meletus pada Sabtu (16/1) malam, tetapi belum ada laporan korban jiwa atau evakuasi.

Dwikorita mengatakan cuaca ekstrem dan “multi-bahaya” hidrometeorologi lainnya diperkirakan dalam beberapa minggu mendatang. [ah/vm]

sumber: www.voaindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *