Dr Peni Candra Rini MSn: Peraih Aga Khan Music Award Merawat Musik Tradisi

Spread the love


Solo, Poskita.co – Terlibat dalam masalah sosial dan lingkungan kontemporer dengan melestarikan dan mengembangkan musik tradisi. Musik dapat berfungsi sebagai jangkar budaya, memperdalam rasa kebersamaan, identitas dan warisan, sekaligus menjangkau dengan cara yang kuat kepada orang-orang dari berbagai latar belakang.

Menerima Aga Khan Award


Atas dedikasinya yang intens dan tak kenal lelah dalam mengembangkan musik tradisi, Dr. Peni Candra Rini, M.Sn. menerima Penghargaan Musik Aga Khan tahun 2022 di Jenewa, Swiss, pada 6 Oktober 2022. Sebuah penghargaan tiga tahunan yang didirikan oleh Yang Mulia Aga Khan pada tahun 2018. Dr Peni Candra Rini merupakan dosen program studi Seni Karawitan, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Para pemenang penghargaan dan penerima special mention mendapatkan hadiah dana dan peluang untuk pengembangan profesional. Peluang ini termasuk komisi untuk pembuatan karya baru, kontrak untuk rekaman dan manajemen artis, dukungan untuk inisiatif pendidikan percontohan, dan konsultasi teknis atau kurato¬rial untuk proyek pengarsipan, pelestarian, dan penyebaran musik.
Peni adalah Komposer, impro¬visasi, vokalis dan pendidik Indonesia bidang seni pertunjukan tradisional Indonesia dimana karya-karyanya telah diproduksi di selu¬ruh dunia. Dosen program studi Seni Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan (FSP), ISI Surakarta ini merupakan salah satu pemenang dari Indonesia, bersama para pemenang lain dari berbagai negara dalam kapasitasnya masing-masing.
“Sebagai tenaga pengajar ISI Surakarta Peni Candra Rini sangat aktif dalam berkesenian khususnya di dunia karawitan baik di dalam maupun di luar negeri. Dedikasinya terhadap kesenian tradisi luar biasa. Melanjutkan cita-cita seperti apa yang diamanahkan salah satu tokoh pendahulu yang kita miliki, yakni Prof. Dr. Rahayu Supanggah, S.Kar,” kata Rektor ISI Surakarta Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar. M.Hum.
“Kesuksesan saya juga tak lepas dari almarhum Rahayu Supanggah, ayah angkat saya. Berkat beliau ia meraih puncak kesuksesan dalam berkesenian dengan tembang jawa dan kontemporer,” ujar Peni dilansir dari Tempo.co.
Menurut Peni, salah satu item penilaian dewan juri Aga Khan Award 2022 adalah keaktifan di media sosial (medsos). Mereka memantau dan menilai berbagai platform medsos milik masing-masing nominator dari berbagai negara.
“Dewan juri melakukan penilaian secara rahasia. Mereka ingin menakar representasi setiap nominasi di bidang seni musik kontemporer,” ujarnya dikutip dari Solopos.com, saat ditemui di pendapa Yayasan Jagad Sentana Art, Desa Kadokan, Grogol, Sukoharjo.
Peni menampilkan karya musik tradisional dengan meng¬eksplorasi gamelan Jawa dan suara dengan judul Wahyu Tumurun, dibantu seniman Suryadi Nugroho. Filosofi masyarakat Jawa Wahyu Tumurun meman¬dang wahyu dari Allah turun ke dunia. Filosofi dimaksud berupa penggambaran konsep kepemimpinan Jawa dalam hastabrata yang menjadi tuntutan masyarakat. Budaya jawa sangat universal sehingga msyarakat harus menjaga, memelihara dan merawatnya.

Bersama peserta lain peraih Aga Khan Award

Aga Khan Music Awards merupakan ajang penghargaan bergensi tiga tahunan yang lebih memfokuskan pada pegiat seni yang berdedikasi dalam merawat dan melestarikan musik tradisional masing-masing nega¬ranya. Ada sekitar 400 nominator dari 40 negara dalam ajang tersebut. Kemudian, dari ratusan nominator itu dewan juri melakukan penyeleksian untuk menemukan 10 nominator terbaik, salah satunya adalah Peni Candra dari Indonesia. Selain itu ada juga yang mendapatkan Special Mentions sejumlah 5 orang.


Adapun 10 pemenang di Aga Khan Music Awards 2022, antara lain Zakir Hussain (India), Afel Bocoum (Mali), Asin Khan Langa (India), Coumbane Mint Ely Warakane (Mauritania), Daud Khan Sadozai (Afghanistan), Peni Candra Rini (Indonesia), Soumik Datta (UK), Yahya Hussein Abdallah (Tanzania), Yasamin Shahhosseini (Iran) dan Zarsanga (Pakistan).

PENI CANDRA RINI


Tak hanya semata-mata melestarikan musik tradional, penghargaan Aga Khan Music itu juga diberikan kepada pemenang yang memiliki kesadaran tinggi dalam berkontribusi nyata di bidang sosial dan lingkungan. Mengenai itu, yang dinilai dewan juri Aga Khan Music Awards 2022 adalah keaktifan di media sosial (medsos). Mereka memantau dan menilai berbagai platform medsos milik masing-masing nominator dari berbagai negara.

Bersama Zakir Hussain


Para pemenang Aga Khan Music Awards kemudian mengikuti upacara afiliasi yang dihelat pada 29 – 31 Oktober 2022 di Muscat, Kesultanan Oman, bersamaan dengan agenda penghargaan Aga Khan Awards for Architecture. Di upacara tersebut masing-masing pemenang menam¬pilkan karya musik tradisional yang merepresentasikan budaya khas negaranya. Selain itu, pemenang penghargaan dan penerima Special Mention juga akan berbagi dana hadiah sebesar $500.000 serta peluang untuk pengembangan profesional.

OneBeat X Anniversary Celebration

OneBeatX
Pada kesempatan itu, Peni Candra Rini juga tampil di OneBeat X. Ia mendapat undangan dari OneBeat X, sebuah jaringan global para seniman dan musikus muda yang berpengaruh, di New Mexico, Amerika Serikat.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT, pencipta segala keindahan suara, musik dan jiwa hati, karena telah dipertemukan dengan energi positif budaya musik dari seluruh dunia untuk berbagi getaran baik di maintai Ning dan peduli akan dunia perdamaian melalui diplomasi musik internasional yang sangat membanggakan ini, di OneBeat X,” kata Peni.
“Kami mengadakan konser yang indah di rel kereta Albuquerque New Mexico dengan penghormatan atas nama dan cinta untuk budaya bangsa kita. Semoga selalu berlanjut dengan dampak yang baik bagi kesehatan bumi ini dari dan agar budaya musik dunia tetap terjaga,” ujar Peni dikutip dari penicandrarini.com. ***
Cosmas