Praktek Penjualan Pada Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan dengan Menggunakan Metode Project Base Learning

Spread the love

Oleh: Trismiyati, S.Pd, Guru SMK Negeri 2 Pekalongan
Pembelajaran adalah proses interaksi antar peserta didik, antara peserta didik dengan tenaga pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan proses pengembangan potensi dan pembangunan karakter setiap peserta didik sebagai hasil dan sinergi antara pendidikan di sekolah, keluarga dan masyarakat.
Proses tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap (spiritual dan social), pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia.
Pembelajaran pada kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan. Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif dan efektif melalui penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi. Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Siswa SMK sudah barang tentu harus memiliki ketrampilan yang memadai dibidangnya, untuk membekali diri disaat menghadapi pekerjaan sesungguhnya di dunia kerja nantinya. Termasuk di dalamnya adalah ketrampilan dalam memasarkan produk baik barang maupun jasa, peserta didik tidak hanya mampu merencanakan namun juga harus mampu mengerjakan sehingga di sekolah.
Para siswa dilatih ketrampilan untuk menjual produk barang maupun jasa di luar jam pembelajaran dan praktek kerja di lapangan (prakerin) meskipun masih banyak hambatan–hambatan yang harus dihadapi dalam mengimplementasikan program tersebut. Hambatan itu antara lain masih ada siswa yang memiliki sikap apatis atau pesimis, anak ini biasanya gampang menyerah dan tidak mau berusaha untuk memberikan yang terbaik. Jika suatu persoalan menemui titik buntu dia akan menyerah dan tidak mau bersusah payah untuk mencari tahu letak permasalahannya. Masih ada juga siswa yang sulit menemukan ide pilihan usaha. Kondisi semacam ini juga terjadi di SMK 2 Pekalongan yang dalam melaksanakan praktek penjualan terutama penjulan produk barang.
Seiring dengan persaingan dunia kerja yang sangat ketat ternyata membawa dampak positif terhadap sekolah, terutama sekolah menengah kejuruan. Salah satunya SMK Negeri 2 Pekalongan mempunyai tujuan yang ingin dicapai yaitu dengan menciptakan sumber daya manusia atau tenaga kerja tingkat menengah profesional dan siap pakai sesuai dengan keahliannya masing-masing.
Untuk merealisasi program tersebut beberapa mata pelajaran tertentu yang terdapat di dalam kurikulum SMK pelaksanaan pembelajarannya diberikan dalam bentuk teori dan praktek, dengan alokasi waktu yang berbeda.
Perlunya diberikan mata pelajaran praktek dikarenakan untuk menghasilkan tenaga kerja yang terampil tingkat menengah seperti yang diharapkan. Oleh karena itu, teori dan praktek diberikan secara bersamaan agar siswa lebih terampil dibidangnya masing-masing.
Sekolah Menengah Kejuruan SMK N 2 Pekalongan mempunyai tujuan yang ingin dicapai yaitu dengan menciptakan sumber daya manusia atau tenaga kerja tingkat menengah profesional dan siap pakai di bidang keahlian masing-masing.
Sejak tahun ajaran 2018/2019 SMK N 2 Pekalongan ini sudah menerapkan kurikulum 2013 khususnya mata pelajaran kewirausahaan dan pemasaran yang mencakup 4 aspek yaitu pengetahuan, ketrampilan, sikap, perilaku.
Pada semester genap di kelas XI pemasaran terdapat program praktik kerja industri atau prakerin di dunia usaha dan dunia industri dikarenakan untuk menghasilkan tenaga kerja yang terampil tingkat menengah seperti yang diinginkan. Jika hanya diberikan melalui teori di anggap belum lengkap sehingga perlu diberikan kedua-duanya (teori dan Praktik). Oleh karena itu, di SMK Negeri 2 Pekalongan diadakan Praktik-Praktik yang diberikan kepada siswa sesuai dengan program keahliannya. ***

Editor: Cosmas