Sepi Pembeli Pedagang Museum Sangiran Menjerit

Spread the love

SRAGEN, POSKITA.co – Para pedagang di dalam lingkungan museum Purbakala, Sangiran, Desa Krikilan, Kalijambe,Sragen, mengeluh, Jumat (11/2). Pasalnya, jualan mereka sepi pembeli karena para pengunjung tidak diarahkan menuju lokasi kuliner maupun souvernir di dalam komplek museum.

Salah satu pedagang mengungkapkan, dari pihak pengelola para pengunjung setelah masuk museum tidak diarahkan untuk belanja souvenir maupun membeli makanan di dalam komplek museum. Pengunjung juga tidak diberi kesempatan untuk santai sejenak sambil makan maupun belanja souvenir.

“Setelah masuk museum para pengunjung langsung diarahkan ke luar untuk ke pangkalan ojek. Jelas kondisi itu membuat para pedagang di dalam museum sepi dan boleh dikata tak ada pembeli sama sekali,” ungkap salah satu pedagang yang enggan disebut namanya.

Sementara koordinator Ojek Wisata Sangiran Sartono mengatakan, untuk pengunjung yang datang memang dipusatkan di parkiran. Mereka yang enggan jalan kaki disediakan ojek dengan membayar cukup Rp 3 ribu sekali jalan. Sebenarnya keberadaan ojek juga tidak mengganggu para pedagang di dalam komplek museum. Hanya kenapa para pedagang bisa sepi pembeli pihak tidak tahu persis.

“Karena pengunjung gunakan ojek dari terminal sebatas sampai pintu masuk, soal di dalam museum ada kebijakan lain, hingga para pengunjung tidak menghampiri pedagang, kita tidak tahu persis,” ucap Sartono.

Menurut Sartono, setiap hari ada 15 ojek yang siaga untuk layani pengunjung. Total ada 180 ojek, tapi tiap hari dijadwal untuk layani pengunjung. Kades Krikilan Widodo menjelaskan, soal sepinya pembeli di dalam museum merupakan kewenangan pihak pengelola. Hanya saja, pihaknya sudah membuat konsep untuk pemberdayaan ekonomi bagi warga di Krikilan di wisata Sangiran. Seperti saat ini semua kendaraan pribadi maupun umum dipusatkan parkir di terminal. Kemudian dengan adanya 180 ojek dan 22 mobil angkutan melayani pengunjung dengan membayar Rp 3 ribu sekali jalan.

“Bahkan bagi para pedagang juga diperbolehkan ikut ngojek sesuai jadwal yang ditentukan koordinator Ojek,’ papar Widodo.

Sementara pengelola Museum Sangiran Dodi menjelaskan, karena kondisi masih pandemi, memang ada pembatasan pengunjung berada di dalam museum. Bahkan pengunjung yang datang diarahkan, setelah menyaksikan museum langsung keluar lokasi.

“Kebijakan itu untuk mengindari maupun membatasi kerumunan di dalam komplek museum,” jelas Dodi. (Cartens)