Peran Orang Tua Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini di Masa Pandemi.

Spread the love

Oleh: Sukatmi,S.PD.AUD

 TK  Pertiwi  04  Ngringo  Jaten  Karanganyar

Dunia Pendidikan di negara kita sedang berduka karena wabah Corona yang tidak kunjung selesai. Begitu juga dengan perekonomian juga kena dampaknya. Pendidikan Anak Usia Dini juga mengalami banyak kendala. Perubahan dalam pembelajaran yang biasanya dilaksanakan di sekolah dengan metode yang menyenangkan tapi berubah dengan adanya Covid -19.

Semua pembelajaran dilakukan dirumah dengan metode Daring. Disini kerjasama orang tua sangat dibutuhkan karena selama ini pembelajaran hanya bertumpu pada guru. Karena peraturan yang harus ditaati untuk mencegah penyebaran Covid-19 maka dunia pendidikan dari jenjang TK sampai Perguruan Tinggi tatap muka dihentikan diganti dengan metode daring yang tidak semua orang bisa menerima keadaan ini. Pembelajaran daring yang pertama dialami oleh Pendidikan Indonesia sangatlah banyak mengalami kendala. Dari peralatan HP atau Komputer karena tidak semua orang mempunyai sarana tersebut. Itu kendala pertama, yang kedua pembelajaran daring peran orang tua sangatlah dilibatkan karena orang tua sebagai pengganti guru yang semua pembelajarannya dilakukan di rumah.

Guru memberi tugas dengan cara mengambil tugas disekolah, lewat group WA bisa juga lewat media sosial yaitu youtube. Semua penilaian pembelajaran dikirim lewat media Elektronik. Begitu juga PAUD juga harus mengikuti model pembelajaran daring. Padahal usia PAUD usia emas dimana setiap anak adalah unik. Berikut ini adalah satu tinjauan psikologis tentang keunikan anak yang dijelaskan dalam buku “PerkembanganAnak jilid 1” (Elizabeth B.Hurlock). Dalam sudut teoritisnya, sangat penting mengetahui bahwa anak mengikuti pola perkembangan yang berbeda dari pola yang diikuti oleh orang lain walaupun hanya dalam hal-hal kecil. Alasannya ialah orang tua cenderung berfikir bahwa anak dengan usia sama adalah serupa, dan akibatnya mereka mengaharapkan perilaku yang serupa darinya, atau bahwa apa yang ”berlaku”  bagi satu anak dengan sendirinya juga” berlaku “ bagi anak yang lain.

Di sini Penulis memberikan pengertian kepada orang tua bahwa ada Empat hal terpenting untuk mengetahui bahwa pola perkembangan berbeda bagi semua anak adalah : 1. Harapan yang berbeda. 2. Dasar individualitas. 3. Pendidikan anak harus bersifat perseorangan. 4. Meramal adalah sulit. Pembelajaran Anak Usia Dini beda dengan Pembelajaran di SD karena pembelajarn di TK yang dinilai prosesnya bukan hasilnya.

Pembelajaran di TK Penulis mengharapkan ada Media sebagai jembatan dalam penyampaian materi. Seperti yang dijelaskan oleh Sadiman ( 2009:7 ) yang mengungkapkan bahwa media sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepenerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat sedemikian rupa sehingga terjadi poses belajar terjadi. Setelah diberi pengertian dari Penulis selaku guru. Orang tua memahami maka peran orang tua sangatlah penting di masa pandemi ini. Karena orang tua sebagai guru dirumah dalam mendampingi anaknya. Dan Pendidikan merupakan  tanggung jawab bersama  antara keluarga, masyarakat dan pemerintah (Syaiful Bahri Djamarah. Pola komunikasi orang tua dan anak dalam keluarga:7)  

Di sini Penulis sebagai guru juga membuat konsep Model Pembelajaran Parenting yaitu menitikberatkan pada keterlibatan orang tua. Parenting secara etimologis diartikan dengan pengasuhan dalam bahasa Indonesia sedangkan dalam bahasa inggris diartikan sebagai orang tua. Dan secara umumya itu pengasuhan orang tua dalam mendidik, mengasuh, membimbing dan juga memberikan contoh yang baik bagi anaknya (Muktar Latif dkk. Orientasi Baru Paud Teori dan Aplikasinya . Jakarta: Kencana Prenada Media, 2014:17)

Keterlibatan orang tua dalam lembaga PAUD sangat penting mewujudkan pembelajaran dimasa pandemi yang optimal dimasa usia emas anak. Pandemi global perubahan dratis terjadi dalam banyak aspek. Banyak orang tua tidak bisa pergi bekerja, anak harus bersekolah dari rumah , dan khawatir dengan keuangan keluarga adalah sebagian penyebab ketegangan dan stres.

Meskipun demikian Rebecca Schrag Hershberg (2020) seorang psikologis klinis, mengatakan bahwa penutupan sekolah juga merupakan kesempatan bagi orang tua untuk menjalin hubungan lebih baik dengan anak-anak. Parenting juga membuat orang tua kreatif dalam mendampingi anak belajar .

Penulis menekankan pada orang tua di TK PERTIWI 04 NGRINGO selalu mengingat 4 pola perkembangan yang berbeda dengan semua anak. Ketika Penulis memberikan kegiatan pembelajaran di rumah sebagai guru memberikan metode dengan bermain. Contohnya: ketika kegiatan belajar melipat macam-macam bunga, orang tua boleh mengembangkan dengan memberi lipatan bentuk pot dan dihiasi dengan daun dan tidak membatasi dengan kreasi bunga lainnya. Setelah itu bunga dihitung jumlahnya dan diberi angka setelah itu anak disuruh menyanyi “Lihat Kebunku” Bermain dalam pembelajaran di PAUD sangatlah menyenangkan tidak membuat anak bosan, jenuh dalam pembelajaran dimasa pandemi ini. Ketika anak sudah mulai jenuh orang tua tidak boleh memaksakan pembelajaran harus dimulai menunggu sampai anak benar-benar kembali untuk ingin belajar lagi.

Disini Penulis sebagai guru memberikan Tips-tips untuk orang tua untuk menumbuhkan minat anak dalam belajar dimasa Pandemi saat ini adalah :

  1.  Menggunakan Metode Visual dengan menggunakan metode gambar /alat peraga yang berwarna. Seperti penggunaan animasi, video Youtube, atau aplikasi di ponsel dalam memaparkan materi. Gestur tubuh dan mimik wajah pemberi materi juga dapat membantu anak yang suka dengan pembelajaran visual dalam memahami pelajaran.

,2. Menggunakan metode belajar yang dominan melibatkan suara, baik suara pemberi materi maupun pelajar. Intonasi, volume, dan artikulasi suara saat menjelaskan menjadi hal penting yang dapat membantu pemahaman kelompok ini. Anak yang suka dengan gaya belajar ini sangat perlu untuk membaca materi yang diberikan dengan suaranya sendiri agar dapat mengingat materi lebih mudah. Orang tua dapat membantu mereka, misalnya, dengan menceritakan kembali materi dalam bentuk dongeng atau cerita yang menarik.

  • Menggunakan metode belajar yang secara dominan melibatkan gerak-gerik tubuh saat belajar. Kegiatan pembelajaran yang dikerjakan langsung, seperti percobaan sederhana atau merakit benda, akan sangat membantu anak yang suka dengan gaya belajar. Orang tua, misalnya, bisa mengajak anak untuk memakai bola-bola kecil untuk menghitung dalam belajar matematika. Anak-anak dalam kelompok ini tidak dapat hanya duduk diam dan perlu diajak aktif bergerak melibatkan anggota tubuhnya ketika belajar. Penulis sebagai guru berharap semoga COVID-19 segera berakhir dan anak-anak usia TK bisa ketemu dengan teman-temannya dan gurunya. Karena usia TK butuh pembelajaran yang langsung agar materi yang disampaikan bisa tercapai dengan optimal. Penulis berharap agar Pendidikan di Indonesia tetap maju.Peran orang tua tidak hanya sampai pada pembelajaran di masa pandemi saja tapi tetap kerjasama orang tua sangatlah diharapkan.

Editor: Cosmas