Peningkatan Kualitas Pembelajaran dengan Tema Kegiatan Melalui Model Quantum Teaching

Spread the love

Oleh: Januari Suliyanto, S.Pd.SD.
Guru kelas 3, SDN 02 Karangsari, Jatiyoso Karanganyar

Pendidikan merupakan salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan penuh perkembangan. Untuk menghadapi dunia yang terus berkembang, diperlukan pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik, sehingga mampu menghadapi permasalahan kehidupan yang akan dihadapi di masa depan. Untuk mengembangkan potensinya, perlu memiliki strategi yang sesuai dengan karakteristik usia perkembangan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Salah satunya dengan melakukan pembelajaran tematik.
Kegiatan pembelajaran di SD kelas bawah pada umumnya dilakukan secara terpisah untuk setiap mata pelajaran, dilakukan murni pada setiap mata pelajaran yaitu hanya mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terkait dengan mata pelajaran tersebut. Pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menimbulkan kesulitan bagi siswa kelas rendah karena mereka masih berpikir secara holistik, yaitu dalam melihat suatu peristiwa atau fenomena yang tidak diamati dari sudut pandang yang terfragmentasi. Kegiatan menganalisis kompetensi dasar, hasil belajar, dan indikator tidak perlu dilakukan secara terpisah karena dapat dilakukan bersama-sama dengan penentuan jaringan tema. Menurut Daryanto (2011: 249), tema-tema yang dapat dikembangkan di kelas awal sekolah dasar mengacu pada prinsip-prinsip: (1) pengalaman mengembangkan tema-tema dalam kurikulum yang disesuaikan dengan mata pelajaran yang akan dikembangkan; (2) dimulai dari lingkungan terdekat anak (expanding community approach); (3) mulai dari hal-hal yang mudah ke hal-hal yang sulit, dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang kompleks, dari hal-hal yang konkret ke hal-hal yang abstrak.
Hasil observasi awal yang peneliti lakukan pada saat Praktek Kerja Lapangan di kelas III SDN 02 Karangsari, menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran guru dalam menerapkan pembelajaran lebih menekankan pada metode yang mengaktifkan guru, pembelajaran yang dilakukan oleh guru kurang kreatif, lebih banyak menggunakan metode ceramah dan kurang mengoptimalkan media. Hal ini membuat suasana kelas kurang antusias dan siswa menjadi kurang aktif. Sebagian besar konsep materi yang disajikan belum dipahami oleh siswa, dan selama proses pembelajaran masih banyak siswa yang kurang memperhatikan guru. Bahkan tidak sedikit siswa yang masih memiliki waktu untuk melakukan kegiatan lain yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan pembelajaran, sehingga banyak siswa yang nilai ulangan hariannya dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan.
Memperhatikan permasalahan di atas, maka perlu dilakukan perbaikan atau pemecahan masalah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar hasil belajar siswa meningkat. Perbaikan pembelajaran tersebut antara lain menciptakan suasana belajar yang kondusif dan kegiatan belajar yang menyenangkan sehingga siswa akan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan melakukan Learning with Activity Themes dengan menggunakan model Quantum Teaching.
Quantum Teaching adalah suatu kiat, petunjuk, strategi dan keseluruhan proses pembelajaran yang dapat mempertajam pemahaman memori, dan pembelajaran sebagai proses yang menyenangkan dan bermakna. Prinsip utama dalam Quantum Teaching adalah “bawa dunia mereka ke dunia kita, bawa dunia kita ke dunia mereka” (DePorter, 2010: 34). Langkah awal agar materi dapat diterima dengan baik oleh siswa adalah dengan memasuki dunia siswa untuk diselaraskan dengan dunia guru sehingga terjadi proses penyampaian dan penerimaan informasi yang baik. Dengan memasuki dunia mahasiswa ini akan memberikan izin untuk memimpin, membimbing dan memfasilitasi perjalanan mereka menuju kesadaran dan pengetahuan yang lebih luas. Hal ini dilakukan dengan menghubungkan apa yang diajarkan dengan suatu peristiwa, pemikiran, atau perasaan yang diperoleh dari kehidupan rumah, sosial, atletik, musik, artistik, rekreasi, atau akademik mereka. Implementasi model Quantum Teaching dapat dilakukan dengan komponen TANDUR yang sintaksnya sebagai berikut (DePorter 2010: 128): (1) Grow, yaitu mengikutsertakan diri, menarik mereka, memuaskan AMBAK (apa manfaatnya bagi mereka) , (2) Natural, yaitu dengan memberikan mereka pengalaman belajar; menumbuhkan “need to know, (3) Name, yaitu dengan memberikan “data” tepat pada saat siswa mencapai puncaknya. (4) Mendemonstrasikan, yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan bahwa mereka tahu. (5) Ulangi, yaitu dengan menempelkan gambaran keseluruhan (6) Celebrate, yaitu memberikan umpan balik positif berupa pujian dan penghargaan atas usaha, ketekunan dan keberhasilan siswa.
Untuk menarik minat belajar siswa, dalam penelitian ini menggunakan media visual berupa gambar. Media dalam pembelajaran memiliki fungsi sebagai alat untuk memperjelas pesan yang disampaikan oleh guru. Ketika siswa memperhatikan sebuah gambar, mereka akan didorong untuk berbicara lebih banyak; berinteraksi baik dengan gambar dan satu sama lain; membuat hubungan antara paradoks dan membangun ide-ide baru (Munadi, 2010: 89). Media gambar memudahkan guru dalam menyampaikan konsep materi yang sedang dipelajari siswa, sehingga siswa dapat menangkap ide atau informasi dengan jelas.
Manfaat nyata yang akan diperoleh dari penelitian ini adalah meningkatkan kualitas pembelajaran tema kegiatan. Dalam pembelajaran tema kegiatan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan partisipasi, motivasi dan minat, rasa kebersamaan, daya dengar, dan kedekatan antara guru dan siswa pada siswa kelas III SDN 02 Karangsari.
Editor: Cosmas