“Whiteboard Animation” sebagai Solusi Media Pembelajaran Pada Masa Pandemi

Spread the love

Oleh: Muhammad Thohari
SD Negeri Bakalan 2, Jumapolo, Karanganyar

Pembelajaran di sekolah saat ini masih dengan system Pembelajaran Jarak Jauh atau Daring. Hal ini terjadi karena penyebaran virus Covid-19 belum berakhir. Pembelajaran daring sangat menuntut seorang guru sebagai pendidik untuk selalu melakukan inovasi dalam pembelajaran. Inovasi-inovasi tersebut sangat diperlukan untuk mengatasi kekurangan atau kelemahan dari pembelajaran daring. Dalam pembelajaran daring penyampaian materi harus dibuat mudah sehingga mudah diserap oleh siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Salah satu inovasi dalam pembelajaran yaitu dengan membuat video pembelajaran sendiri. Siswa akan sangat senang apabila bisa melihat atau mendengar suara asli dari gurunya, sehingga akan memotivasi siswa untuk memperhatikan pelajaran yang berlangsung. Selain dengan video yang dibuat oleh guru itu sendiri, guru juga bisa mengambil dari video-video pembelajaran yang ada di youtube. Namun, dari segi kepuasan, guru akan lebih puas dengan membuat video pembelajaran sendiri karena apa yang akan disampaikan bisa sesuai dengan tujuan pembelajaran apa yang ingin disampaikan.
Video pembelajaran termasuk dalam media pembelajaran. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi ( Sadiman dkk, 2008). Peran utama media pembelajaran adalah membantu dalam penyampaian materi pada proses belajar serta memberikan kemudahan baik bagi guru maupun siswa dengan fasilitas media.
Video pembelajaran yang menarik bisa dibuat dengan whiteboard animation. Whiteboard animation merupakan suatu proses dimana sebuah cerita kreatif dan cuplikan-cuplikan gambar yang digambarkan pada sebuah papan tulis atau benda lainnya yang menyerupai papan tulis oleh seorang penyusun yang merekam dirinya sendiri dalam proses penyusunan kreativitasnya. Whiteboard animation adalah media komunikasi yang dibuat oleh pengirim pesan kepada penerima pesan melalui symbol-simbol yang ada di whiteboard animation.
Adapun proses pembuatan whiteboard animation dapat dikerjakan melalui aplikasi antara lain powtoon, videoscribe sparkol, animaker, sketch pro dan lain-lain. Cara pembuatannya dimana penulis secara fisik menggambar dan merekam cerita bergambar menggunakan papan tulis atau menggunakan permukaan spidol. Animasi dapat dibantu dengan penjelasan narasi sehingga seorang guru dapat menjelaskan dengan detail materi pelajaran yang akan disampaikan.
Manfaat yang diperoleh dari pembuatan whiteboard animation antara lain : guru lebih mudah dalam menyampaikan materi-materi pembelajaran dengan cara yang lebih menarik, menghindari guru dari metode ceramah yang konvensional, dapat memfasilitasi berbagai jenis cara belajar anak, peserta didik akan lebih antusias mengikuti pembelajaran dengan penyajian video animasi, guru akan lebih mudah mengajak peserta didik terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang menyertainya, dan video yang dibuat guru dapat diunggah di youtube sehingga guru-guru dapat aling berbagi karya video animasi pembelajaran.
Berbicara tentang animasi, animasi adalah gambar bergerak berbentuk dari sekumpulan objek atau gambar yang disusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi. Terdapat dua hal penting dalam pembuatan animasi yaitu objek atau gambar dan alur gerak. Animasi juga merupakan suatu Teknik menampilkan gambar berurut sehingga penonton merasakan adanya ilusi Gerakan pada gambar yang ditampilkan. Jenis-jenis animasi adalah animasi tradisional, animasi 2 dimensi, animasi 3 dimensi, motion graphic, dan stop motion
Dari penjelasan diatas bahwa video-video pembelajaran sangat mudah dibuat guru dengan meggunakan whiteboard animation. Guru tinggal menyesuaikan dengan materi apa yang akan disampaikan dalam pembelajaran, karena pembelajaran daring menuntut guru untuk kreatif dan berinovasi dalam penyampaian pembelajaran.

Edito: Cosmas