Model Pembelajaran Discovery Learning Melalui Kegiatan Berkebun Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Anak

Spread the love

oleh: Giyarti, S.Pd. AUD. Guru Kelas Kelompok B TK Pertiwi 02 Cangakan Karanganyar Manggung RT 4 RW 8 Cangakan Karanganyar

Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki oleh anak. Maka dari itu, keterampilan berpikir kritis harus ditanamkan sejak dini. Hal ini menjadi titik awal dalam penanaman sikap dan keterampilan berpikir kritis pada anak. Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada anak bisa melalui berbagai cara yaitu melalui penerapan pendekatan, model, strategi bahkan media pembelajaran harus dibuat dengan sangat inovatif menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran.
Discovery learning atau penemuan merupakan suatu proses belajar yang bertujuan untuk mengembangkan kognitif anak. Perkembangan kognitif seseorang dapat terjadi melalui tiga tahapan yang ditentukan dari bagaimana caranya melihat kondisi lingkungan.
Bruner beranggapan bahwa belajar penemuan sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif oleh anak lalui dengan sendirinya dapat memberikan hasil yang paling baik, berusaha untuk mencari pemecahan masalahnya sendiri, dan dapat menghasilkan pengetahuan yang bermakna bagi pembelajaran dan anak (Hamdani, 2010).
Model pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran penyikapan atau penemuan dengan memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan, melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan, dan inferensi. Model pembelajaran discovery learning ini sangat bagus bila diterapkan pada anak usia dini, karena anak mampu memecahkan masalah, memberi alasan, menemukan hubungan sebab akibat anak juga hendaknya memiliki kemampuan berpikir secara kritis (Anggreini, 2015). Hal itu sangat bagus untuk melatih kemampuan berpikir kritis pada anak usia dini. Berpikir kritis merupakan proses berpikir yang aktif dan penuh dengan keterampilan dalam membuat pengertian atau konsep, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi semua kegiatan berdasarkan hasil pemikiran, pengalaman, observasi, pertimbangan, dan komunikasi yang akan membimbing dalam menentukan sikap dan tindakan, Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat esensial dalam kehidupan. Selain itu, kemampuan berpikir kritis pada anak merupakan hal yang penting untuk dikembangkan atau ditingkatkan sejak usia dini. Diharapkan dengan penggunaan model pembelajaran discovery learning ini, kegiatan pembelajaran semakin menarik, anak tambah semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, dan kemampuan berpikir kritis anak semakin berkembang.
Penggunaan model pembelajaran discovery learning memungkinkan proses pembelajaran yang lebih bermakna sehingga dapat tertanam dengan baik pengetahuan yang diperoleh anak. Model pembelajaran discovery learning ini merupakan model pembelajaran yang unik dan beda dari model-model pembelajaran yang lain. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning yaitu: memberikan stimulus kepada anak, mengidentifikasi permasalahan yang relevan dengan bahan pelajaran, merumuskan masalah kemudian menentukan jawaban sementara (hipotesis). Peserta terbagi menjadi beberapa kelompok setelah itu langsung melakukan diskusi, anak difasilitasi dalam kegiatan pengumpulan data, lalu mengolahnya untuk membuktikan jawaban sementara (hipotesis). Anak diarahkan untuk menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatannya, dan anak diarahkan untuk mengomunikasikan hasil temuannya.
Model discovery learning sudah diterapkan di TK Pertiwi 02 Cangakan Karanganyar kelompok B dalam bentuk kegiatan berkebun ini supaya anak tidak merasa jenuh dan bosan. Kegiatan berkebun yaitu kegiatan menanam tanaman yang dilakukan oleh anak dalam rangka memperoleh manfaat atau hasil dari tanaman tersebut. Selain itu, dengan melakukan kegiatan berkebun dapat memberikan manfaat yang bagus bagi anak usia dini salah satunya yaitu dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritisnya. Dengan melakukan kegiatan ini, anak akan mempertajam memori dan fokus terhadap proses kegiatan tersebut, sehingga didalam diri anak akan timbul rasa ingin tahu yang tinggi. Maka dengan kegiatan itu, kemampuan berpikir kritis anak semakin meningkat dan berkembang.
Selain itu anak juga bisa mengenal alam sekitar dan berbagai jenis tanaman yang ada secara langsung dan nyata. Selain itu, alasan memilih model ini karena model pembelajaran ini sangat menarik. Dengan adanya kegiatan pembelajaran diluar kelas ini, anak lebih bebas dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui suatu objek yang nyata. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar kelas membuat anak lebih leluasa dalam menemukan hal-hal baru dan bisa meningkatkan kemampuan berpikir kritisnya. Anak mendapat kesempatan untuk menggali pemahaman dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan pembelajaran yang seperti itu. **

Editor: Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *