Metode Pembelajaran Kreasi di Tengah Pandemi

Spread the love

Oleh: Lulut Fianto, S.Pd.SD
SD Negeri 3 Sirongge
Kecamatan Pandanarum Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah

Pandemi Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) sudah membawa dampak yang sangat signifikan di seluruh Indonesia bahkan dunia. Demikian juga di dunia pendidikan ikut menanggung dampak adaya Covid-19 yang tak kunjung menurun.
Di awal terjadinya wabah di Indonesia kemendikbud bersama tiga kementerian lainnya telah menyusun panduan pembelajaran dalam rangka menyambut tahun ajaran dan tahun akademik. Evaluasi terkait penerapan pola Belajar dari Rumah yang sudah dilaksanakan selama kurang lebih dua Tahun Pembelajaran, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama Covid-19 di Indonesia menunjukkan berbagai tantangan yang dihadapi ketika diberlakukannya Belajar dari Rumah. Sebagian besar peserta didik menyatakan merasa kurang memperoleh bimbingan oleh guru selama Belajar dari Rumah. Dengan kata lain, sebagian besar peserta didik di Indonesia masih sangat bergantung pada peran guru sebagai satu-satunya sumber belajar.
Berbagai macam cara dan metode pembelajaran agar siswa tetap terus belajar meskipun di tengah pandemi yang sebagaian besar metode pembelajarannya memanfaatkan jaringan internet. Mungkin jika di perkotaan hal tersebut tidaklah menjadi persoalan, namun kami yang sekolahnya berada di pedesaan berbagai macam tantangan dan hambatan muncul di lapangan.
Seperti yang dialami di wilayah sekolah kami SD Negeri 3 Sirongge Kecamatan Pandanarum Banjarnegara yang sangat terkendala dengan sinyal internet yang belum menjangkau ke seluruh wilayah rumah siswa. Ada sebagian yang terdapat sinyal dan sebagaian besar tidak terdapat sinyal.
Tidak hanya itu, kendala lain yang ditemui ternyata tidak semua siswa mempunyai HP pribadi hanya sekitar 40% dari jumlah siswa. Sehingga penerapan pembelajaran full daring sangat susah dilaksanakan, apalagi metode pembelajaran yang menerapkan system live pada jaringan itu sangat tidak memungkinkan.
Melihat kenyataan yang harus dihadapi di atas, kami sebagai guru benar-benar dituntut berfikir kritis agar tetap terus memberikan pembelajaran meskipun berbagai halangan dan rintangan. Metode pembelajaran yang dilakukan tidak dapat dilakukan hanya monoton dengan satu metode agar siswa tetap terus belajar meskipun berbagai macam keterbatasan. Kondisi ini mungkin juga banyak dihadapi rekan rekan guru diseluruh Indonesia.
Belajar dari berbagai metode pembelajaran dan kreatifitas guru di berbagai media, sehingga kami berfikir harus mengkreasikan beberapa metode belajar agar pembelajaran tetap berjalan sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada.
Metode yang kami laksanakan dengan cara penggabungan daring dan luring, kumpulan tugas dan materi yang telah disusun oleh tim penyusun tingkat kabupaten tidak serta merta dapat diterima oleh siswa tanpa adanya penjelasan guru. Lembar Kerja siswa mingguan (hard cofy) yang diterima siswa sangat sedikit materi yang terkandung di dalamnya, karena materi tersebut mengacu kurikulum darurat yang sebagaian besar materi bersifat umum dalam kehidupan keseharian siswa.
Siswa mengalami kebingungan saat mengerjakan soal, kami jelaskan melalui link youtube yang sengaja kami buat utuk menjelaskan materi dan tugas siswa yang harus dikerjakan di rumah. Jadi sebelum siswa menerima soal dan tugas yang harus diselesaikan. Kami sudah membuat penjelasannya materi melalui link youtube yang kami bagikan pada siswa, dengan tujuan menerangkan materi yang ada pada Lembar Kerja Siswa. Hal tersebut ternyata sangat membantu baik untuk siswa orang tua dan guru yang tidak diperkenankan untuk tatap muka.
Metode tersebut kami implementasikan pada kelas IV di SD Negeri 3 Sirongge. Meski masih terdapat beberapa kendala seperti halnya pembelajaran, siswa harus melihat youtube yang kami bagikan linknya yang terkadang mengharuskan mereka belajar kelompok bergabung pada siswa yang mempunyai smart phone. Namun keuntungan dari metode ini siswa dapat membuka youtube pembelajaran tidak terpancang pada waktu, jadi bisa dibuka kapan saja. Semoga pandemi ini segera berakhir agar kita dapat melakukan pembelajaran secara normal. ***

Editor: Cosmas