Kartinian, Cukup Kenakan Kostum Kejawen Tanpa Lomba di SMPN 1 Ngawen

Spread the love

KLATEN, POSKITA.co – Dalam memaknai Hari Kartini, di masa pandemi Covid-19 ini, kaum perempuan tetap mendapatkan kesetaraan dalam pendidikan. Jangan dumeh kalau perempuan itu hanya boleh pada level yang rendah.

Hal ini dikatakan Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMPN 1 Ngawen Emmanuella Maria Rudatiningrum Quin Putranti, SPd MPd, kepada wartawan Sabtu lalu (24/4/2021). Meskipun ada pandemi, semangat guru dan karyawan SMPN 1 Ngawen dalam mengenang jasa Raden Ajeng Kartini tetap tinggi.

Tanpa diperintah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Dr. Wardani Sugiyanto, MPd, secara spontan dan katresnan dengan sosok pejuang gender RA Kartini, para guru dan karyawan mengenakan baju kejawen, yaitu beskapan (laki-laki) dan perempuan pakai kebaya pada Rabu (21/4).

“Kartini Jaman Now, selain bisa mengejar kesetaraan perempuan dalam pendidikan, juga upaya meraih prestasi dalam berbagai karya tetap bisa dilakukan kaum perempuan atau kesetaraan berkarya. Saat ini banyak perempuan berkarya, berekspresi, menggapai mimpinya, menyalurkan ide dan bakatnya,” jelas Emmanuella.

Para guru dan karyawan SMPN 1 Ngawen ini juga kompak kenakan baju kejawen kenang Hari Kartini tahun 2021.

Semangat Kartini saat ini, telah membuktikan bahwa perempuan tak kalah hebat dengan kaum laki-laki. Seperti perempuan bisa menjadi anggota DPRD, DPR, Menteri sampai Presiden, dengan tetap menjaga diri martabatnya sebagai perempuan.

Makna Hari Kartini, ujarnya, berusaha mendorong perempuan bisa berkarir lebih tinggi, tak hanya menjadi konco wingking atau teman sedapur. Perempuan ke depan tetap mendapat tantangan, ketika ingin berkarir sebagai pekerja juga sebagai ibu rumah tangga.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Ngawen Sri Raharjo, SPd MM menambahkan, kaum perempuan boleh dan bisa berkreasi atau menggapai impiannya. Tetapi kodrat sebagai wanita atau perempuan juga jangan diabaikan.

“Di SMPN 1 Ngawen ini ada 43 guru dan karyawan, untuk jumlah perempuannya ada 28 orang. Karena masih pandemi, cukup merayakan Hari Kartini dengan mengenakan baju beskapan dan kebaya. Tidak ada lomba-lomba dan semua bisa menyesuaikan diri. Terpenting makna peringatan Hari Kartini tetap bisa memotivasi kaum perempuan terus tingkatkan semangat berkarya,” ungkap Sri Raharjo. (Hakim)

Caption Foto HL:
Para guru SMPN 1 Ngawen pakai baju kejawen rayakan Hari Kartini dengan senang hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *