Saat Cabuti Rumput Lahan Padi, Pariyani Tersambar Petir di Pendem Trucuk

Spread the love

 

KLATEN, POSKITA.co – Suasana habis hujan deras, Pariyani (52 th), warga RT 1/RW 8, Dukuh Pendem, Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Klaten, berniat mencabuti rumput yang ada di lahan padi di kampung tersebut, Senin sore (11/1/2021).

Tanpa disadari, langit yang masih mendung tetap ada suara gemuruh. Tanpa disangka, saat Pariyani menggarap lahan padi milik tetangganya itu, tiba-tiba ada petir menyambarnya sekitar pukul 15.00 WIB.

Melihat Pariyani terkapar terkena sambaran petir, sejumlah warga Pendem langsung memberikan bantuan. Namun nyawa Pariyani sudah tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dengan keadaan badannya yang terbakar di bagian dada dan tangan.

Salah satu tetangga korban, Tono membenarkan adanya kejadian tersebut dan dia pun ikut menyaksikan korban yang dievakuasi warga dari tengah sawah dengan tandu jenazah. Lahan padi yang digarap korban sudah menginjak 1 bulanan.

“Warga Pendem pun berdatangan ke rumah korban dan saat kejadian suami korban masih bekerja sebagai tukang batu di daerah Sajen atau Pundungsari. Pemakaman korban dilakukan Senin malam sehabis shalat Isyak,” jelas Tono.

Sementara Kapolsek Trucuk Iptu Sarwoko yang langsung meluncur ke lokasi menegaskan kembali kalau korban meninggal dunia usai tersambat petir. Karena lokasi kejadian di tengah sawah di blok pertanian sisi timur Dukuh Pendem RW 8 dan hanya jalur tegalan setapak kaki, maka evakuasi dilakukan pakai tandu jenazah.

Kapolsek Trucuk Iptu Sarwoko sedang pantau visum luar oleh petugas kesehatan di rumah korban.

Ada sejumlah saksi atas kejadian ini, antara lain Cabuk (55 th), petani warga Dukuh Sumyang, Desa Jatipuro, Kec. Trucuk dan Surip Harjo Supoyo (68 th), buruh tani tinggal di Pendem RT 4/ RW 8, Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk.

“Sekira pukul 14.00 WIB, korban bersama saksi Cabuk pergi ke sawah di TKP Blok Persawahan Timur Dk. Pendem RW 8 ini untuk membersihkan rumput. Dan sekitar pukul 15.00 WIB saat korban sedang membersihkan rumput, tiba-tiba disambar petir dan meninggal di tempat,” ungkap Sarwoko.

Surip bersama warga datang ke TKP melakukan evakuasi terhadap korban. Dan hasil pemeriksaan (visum luar) yang dilakukan oleh Kepala Puskesmas Trucuk 1 dr Slamet Maryanto dan Bidan Desa Wonosari Ida Suparwati Amd.Keb.

Kata Sarwoko, hasil pemeriksaan luar ini, korban mengalami luka bakar di bagian dagu, dada, perut dan lengan kiri. Pihak keluarga langsung mengadakan pengurusan jenazah untuk proses pemakaman usai shalat Isyak. (Hakim)

Caption Foto Atas:
Jenazah Pariyani sedang dibawa warga menuju rumahnya Pendem RT 1/RW 8, Senin sore (11/1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *