“Peta Konsep” Tuntaskan Siswa Belajar Bahasa Inggris

Spread the love

Priharyanti, S.Pd., M.Si

Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris

SMA Negeri 11 Semarang

Perkembangan dewasa ini telah menempatkan Bahasa Inggris sebagai satu-satunya bahasa pergaulan internasional. Dalam posisinya itu, Bahasa Inggris merupakan bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi, sebab tanpa kemampuan Bahasa Inggris seseorang akan mengalami kesulitan dalam pergaulan dunia yang semakin terbuka, cepat, dan tak terkendali.

Berbekal konsep tersebut, Bahasa Inggris sangat penting untuk dikenalkan kepada anak sedini mungkin. Sejumlah besar sekolah telah menetapkan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Konsekuensi dari itu adalah perlunya penataan pembelajaran Bahasa Inggris. Penataan paling penting adalah kesiapan guru dalam mengelola pembelajaran sehingga menghasilkan kemampuan berbahasa siswa yang sesuai dengan tujuan bahasa yaitu sebagai alat komunikasi.

Konsep pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing tidak terlepas dari konsep belajar itu sendiri, hal terpenting yang harus dipahami adalah bahwa belajar bahasa adalah suatu proses akuisisi dengan tujuan tercapainya kemampuan berkomunikasi. Teori pembelajaran bahasa kedua menunjukkan bahwa seorang anak belajar karena adanya kebutuhan untuk itu, dan mereka dapat memenuhinya melalui belajar bahasa. Teori itu juga mengatakan bahwa kemampuan berbahasa berkembang secara bertahap dari yang mudah ke yang lebih kompleks.

Dalam melakukan kewajibannya sebagai guru Bahasa Inggris, penulis dihadapkan kepada berbagai masalah tentang bagaimana mengoptimalkan pembelajaran Bahasa Inggris agar mampu menjadi alat komunikasi bagi siswa. Para siswanya kelas XII SMA Negeri 11 Semarang, mengalami permasalahan perbendaharaan kosakata yang minim sehingga menyulitkan mereka untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. Menurut pengamatan penulis, sebagian besar mereka merasa bosan dan malas membuka kamus ketika diberikan tugas baik spoken ataupun written. Penulis berasumsi bahwa malas dan bosannya mereka ditimbulkan karena mereka tidak mendapatkan strategi yang tepat dalam memperkaya kosakata mereka sehingga merasa sulit apabila diberikan sebuah wacana untuk dibaca ataupun ditugaskan membangun sebuah kalimat apalagi berbicara, atau bahkan untuk memperkenalkan diri sendiri sekalipun.

Menyadari akan adanya kendala tersebut, penulis mencoba memperbaikinya dengan menerapkan strategi yang efektif dan efisien agar siswa mencapai ketuntasan dalam belajar Bahasa Inggris. Strategi pembelajaran merupakan cara pandang dan pola pikir guru dalam mengajar. Dalam mengembangkan strategi pembelajaran paling tidak guru perlu mempertimbangkan beberapa hal antara lain bagaimana mengaktifkan siswa, bagaimana siswa memahami konsep, bagaimana mengumpulkan informasi dengan stimulus yang efektif, bagaimana menggali informasi dari media cetak, bagaimana membandingkan dan mensintesis informasi, dan bagaimana mengamati kerja siswa secara aktif. (Masnur Muslich, 2007:67).

Penulis menerapkan strategi peta konsep dalam pembelajaran Bahasa Inggris di kelas XII SMA Negeri 11 Semarang. Peta konsep memegang peranan penting dalam pembelajaran bermakna. Peta konsep adalah suatu bagan skematis atau ilustrasi grafis untuk mewakili hubungan yang bermakna antara satu konsep dengan konsep lainnya sehingga menjelaskan suatu pengertian konseptual seseorang dalam suatu rangkaian pernyataan. Peta konsep dikembangkan oleh Novak dan tim pada tahun 1972 pada program penelitian yang dilaksanakan di Cornell. Peta konsep dibuat untuk mencari dan memahami perubahan pemahaman dalam ilmu pengetahuan para siswa.

Pada pembelajaran Bahasa Inggris materi News Item dengan English Expression, penulis mengarahkan siswa menyusun peta konsep mulai dari menulis gagasan utama terkait kejadian yang dialami setiap harinya terutama kejadian penting dan terbaru yang dialami pada kertas bagian tengah dan melingkapinya dengan lingkaran, persegi atau bentuk lain, menambahkan sebuah cabang yang keluar dari pusatnya untuk setiap poin atau gagasan utama. Jumlah cabang-cabangnya akan bervariasi, tergantung dari jumlah gagasan atau segmen. Mengarahkan siswa untuk menggunakan warna yang berbeda untuk setiap segmen. Kemudian menuliskan kata kunci atau frase pada tiap-tiap cabang yang dikembangkan untuk detail. Kata-kata kunci adalah kata-kata yang menyampaikan inti sebuah gagasan dan memicu ingatan. Jika menggunakan singkatan, memastikan singkatan-singkatan mudah untuk mengingat artinya. Lalu menambahkan simbol-simbol dan ilustrasi-ilustrasi untuk mendapatkan ingatan.

Melalui penerapan peta konsep, muncul keaktifan siswa dalam belajar Bahasa Inggris dimana seluruh kegiatan-kegiatan yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, baik kegiatan lisan maupun tulisan ataupun kegiatan fisik lainnya dapat dilalui dengan sangat kondusif. Walau awalnya aktifitas siswa menyusun peta konsep masih rendah, dan siswa belum terbiasa menyusun peta konsep, namun karena seringnya penulis mengajak siswa menyusun peta konsep, akhirnya siswa mampu menjabarkan konsep-konsep yang ada dalam bentuk peta konsep dan juga memiliki kepercayaan diri. Aktivitas belajar Bahasa Inggris siswa mengajukan pertanyaan juga meningkat sehingga dapat diperoleh ketuntasan belajar siswa yang optimal.

 

Editor: Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *