300-an UMKM di Desa Tempursari Terpuruk Akibat Pandemi Covid-19

Spread the love

 

KLATEN, POSKITA.co – Dalam rangka memberikan rasa kepedulian dampak pandemi Covid-19, maka Pemerintah memberikan bantuan sosial dari Provinsi Jawa Tengah, bansos Kabupaten Klaten, BST dari Kemensos RI, dan BLT Dana Desa.

Terkait program ini, Kepala Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Budi Diyatmiko BSc, menyatakan, bansos ini sangat membantu dan warga yang terdampak Covid-19, termasuk UMKM atau pelaku usaha kecil menengah juga ikut bangkit.

Saat ditemui wartawan, Rabu siang (4/11/2020), Kades Budi menyatakan, bansos dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ada 54 orang atau KPM keluarga penerima manfaat. Untuk jaring pengaman sosial (JPS) Kabupaten Klaten ada 157 orang, Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pusat ada 147 orang KPM, dan BLT dari Dana Desa ada 153 orang.

Di Desa Tempursari, ujar Budi, terdiri dari 24 RT dan 10 RW yang tinggalnya di 8 dukuh, dukuh Kadipiro, Gatak, Juwangi, Trono, Tempusari, Kacangan, Ringinan, dan Mlandang. Warga tetap kompak dan mendukung program Pemerintah kaitan pemihakan dampak Covid-19 ini.

“Warga Desa terdampak semua atau hampir merata. Untuk BLT dana desa diberikan sampai Desember 2020 dengan nominal Rp 600 ribu dan Rp 300 ribu. Nominal Rp 600 ribu diberikan dari Mei, Juni dan Juli 2020, serta bulan seterusnya sampai Desember 2020 diberikan Rp 300 ribu,” jelasnya.

Kades Tempursari Budi Diyatmiko, BSc, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Untuk UMKM di Desa Tempursari banyak sekali dan yang mengajukan dapat bantuan UMKM sebesar Rp 2,4 juta kurang lebih 300-an pelaku UMKM. Tapi saat ini belum ada laporan jumlah UMKM Desa Tempursari yang dapat bantuan lewat Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Klaten.

Dana Desa di Desa Tempursari ada Rp 919 juta dan untuk pemihakan bantuan bagi warga terdampak Covid-19 untuk disalurkan BLT dan penanganan Covid-19 ada sekitar 55 persen. Pendataan warga yang dapat BLT dana desa dikoordinasikan lewat Ketua RT dan Ketua RW.

“Untuk UMKM di wilayah kami itu semua terpuruk dan belum ada yang bangkit secara frontal. Semua sedang mengalami kesusahan dan sangat butuh suntikan dana sosial dari Pemerintah. UMKM yang terpuruk ada di semua lini, antara lain home industri makanan kecil, konveksi, kuliner dan usaha lainnya. UMKM benar-benar diuji, saat ini semua baru prihatin,” ujar Budi di ruang kerjanya. (Hakim)

Caption Foto Atas:
Suasana pelayanan di Kantor Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Klaten, Rabu siang (4/11/2020).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *