Songsong World Storytelling Day, Ratusan Siswa SD Mewarnai Dongeng Nusantara

Spread the love

SOLO, POSKITA.co – Perayaan mendongeng rutin dirayakan tiap tahun, tepatnya 20 Maret, dunia telah menyepakati sebagai hari perayaan global dalam seni bercerita secara lisan alias mendongeng, dikenal dengan Hari Dongeng Sedunia atau World Storytelling Day. Komunikotavisual bekerjasama dengan komunitas Istana Dongeng Nusantara, mengadakan event bertajuk Dongeng Nusantara dalam Kreasi Warna mewarnai gambar beragam dongeng Nusantara bareng 150-an siswa Sekolah Dasar Negeri Tugu, Jebres, Surakarta.

Dengan berbagai gambar dongeng, seperti Legenda Tangkuban Perahu, Keong Emas, Bawang Merah Bawang Putih dan cerita dari Nusantara lainnya, diwarnai dengan alat gambar bebas, seperti pensil warna, spidol, pastel dan crayon dalam media kertas, Selasa (19/3/2019) di Halaman SD Negeri Tugu Jebres, Surakarta.

Didit Rudi Endar W, Kepala Sekolah SDN Tugu, menjelaskan event kreatif ini bertujuan untuk kembali membangkitkan aktivitas mendongeng khususnya cerita yang ada di Nusantara. Selain itu untuk menumbuhkan dan mencintai budaya tradisi sendiri sejak dini, sesuai visi sekolah SDN Tugu.

Dengan adanya event ini siswa agar mengenal berbagai cerita legenda yg ada di Indonesia dan nantinya diharapkan juga bisa berkreasi untuk mau mendongeng, terangnya.

Selain itu, siswa dihibur dengan sesi mendengarkan dongeng oleh Muhammad Nasyir dari Istana Dongeng Nusantara yang akan bercerita dan memberi edukasi tentang makna yang terkandung dalam dongeng Nusantara tersebut.

Muhammad Nasyir, dari Istana Dongeng Nusantara menuturkan, Mendongeng adalah sebagai bentuk edukasi kepada siswa-siswa SDN Tugu tentang karakter dongeng. Harapan saya dari kegiatan mendongeng ini, siswa-siswa bisa mengenal dan mengetahui bahwa dongeng tidak selalu seram, dongeng bisa dikemas dengan lucu, asyik dan menyenangkan.  Sehingga siswa-siswa dapat menerima pesan dari materi dongeng tanpa tertekan,  terpaksa dan tersakiti hatinya.

Dengan dongeng berarti kita telah menasehati tanpa menyakiti hati, dengan dongeng berarti kita telah mendidik tanpa menggurui, jelasnya.

Event kreatif bertujuan untuk kembali membangkitkan aktivitas mendongeng khususnya cerita yang ada di Nusantara, selain itu untuk menumbuhkan dan mencintai budaya tradisi sendiri sejak dini, sesuai visi dari Komunikotavisual sebagai lembaga edukasi melalui bidang desain komunikasi visual kepada masyarakat luas. (Aryadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *