Pengacara dan Warga Melintasi Dua Jembatan Roboh di Boyolali

Spread the love

SOLO, POSKITA.co – Perjalanan ketika cuaca hujan menjadi pengalaman bagi seorang pengacara. Seperti yang dialami pengacara K.R.A.T Henry Idraguna SH yang harus membatalkan perjalanan menuju sebuah desa yang membutuhkannya. Kali ini dihadapannya yakni Jembatan di desa Repaking, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ambruk.

“Jembatan ini harus segera diperbaiki karena ini akses penting bagi masyarakat. Pasalnya jembatan tersebut merupakan jalur alternatif terdekat menuju Kota Salatiga,” jelasnya.

Sebagai pengacara tidak begitu diam saja karena dia juga seorang bagian dari rakyat atau masyarakat. Dia yang harus bisa melintas tapi dialektika pemikirannya menuju sebuah dimensi setelah bertemu warga sekitar jembatan. Dari berbincang-bincang terungkap jembatan yang putus ada dua yakni berada di Desa Repaking dan Desa Bandung, Kecamatan Wonosegoro. Jembatan yang berada di Desa Repaking sebelumnya sempat bergeser, namun akibat diterjang banjir akhirnya putus.

“Selain jalur untuk perdagangan, jembatan di Desa Repaking juga menjadi akses utama bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari, baik bekerja dan juga sekolah,“ ucap pengacara setelah mendengar keluhan warga.

Terlepas dia saat ini menjadi Calon Legislatif (Caleg) DPR RI, dari Dapil V Jateng, yang meliputi Solo, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, berusaha mengurai permasalahan infrastruktur. Lantas dikatakannya, jika pemerintah tidak segera turun tangan memperbaiki jembatan yang rusak maka masyarakat kesulitan. Bahkan warga di desa tersebut harus memilih jalur lain dengan jarak tempuh lebih jauh dan membutuhkan waktu lebih lama sampai di tujuan.

“Jembatan memiliki ukuran panjang yakni kurang lebih 40 meter dan lebar 4 meter. Setiap hari digunakan warga karena jembatan yang roboh akses terdekat menuju Kota Salatiga,” ungkapnya Sabtu (01/02/2019).

Meksipun tidak ada korban jiwa saat kejadian robohnya jembatan tersebut tapi kondisi ini wajib menjadi perhatian pemerintah sekaligus dia berusaha berkomunikasi dengan pemerintah setempat supaya jembatam segera dibangun. (Agung Santoso)

Caption Foto:
Salah satu kehadiran pengacara kondang KRAT Henry Indraguna saat berdialog di Klaten bersama warga tentang hukum dan sosial. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *