Luar Biasa Wisata Air di Klaten, Rawa Jombor dan OMAC Jadi Primadona

Spread the love

KLATEN, POSKITA.co – Banyak potensi wisata air di Kabupaten Klaten diantaranya Rawa Jombor, Obyek Mata Air Cokro (OMAC), Umbul Ponggok, Umbul Jolotundo, Umbul Kapilaler dan masih banyak lagi umbul atau sumber mata air karena di Klaten banyak ditemukan umbul. Bagi masyarakat yang menyukai selancar di sungai? Objek wisata Kali Pusur Klaten bisa menjadi tempat terbaik untuk melakukan riverboarding. Lokasinya di Kecamatan Polanharjo, sekitar 60 menit perjalanan dari Kota Solo. Sebaiknya, gunakan moda transportasi pribadi agar mudah menjangkau kawasan sungai ini. Kalau memakai angkutan umum, pengunjung hanya diantar sampai Polanharjo.

Setelah turun di Polanharjo, perjalanan dilanjutkan dengan menumpang ojek ke Dusun Jragan, Desa Wangen. Tempat ini merupakan basecamp Kali Pusur. Dari sini, pengunjung akan diantar ke start point. Namun, sebelumnya harus membayar biaya susur sungai. Tarifnya dihitung per rombongan, antara Rp 40.000-Rp 60.000.

Titik awal riverboarding berada di Dusun Ploso. Pengunjung akan melewati aksi terjun bebas dari air terjun setinggi 10 meter. Sampai di bawah, Anda harus menyusuri sungai dengan memakai ban. Hutan bambu, bebatuan dan berbagai macam flora, merupakan pemandangan utama ketika menjelajahi Kali Pusur. Bagi yang tertantang untuk menguji adrenalin, bisa mendatangi kawasan ini kapan pun.

Rowo Jombor
Rawa Jombor merupakan salah satu daya tarik wisata unggulan kabupaten Klaten selain wisata candi. Keberadaannya cukup dikenal oleh masyarakat sekitar Klaten dan wisatawan yang pernah berkunjung ke Klaten. Daya tarik wisata yang ditawarkan oleh Rawa Jombor adalah kuliner warung apungnya yang menyajikan olahan ikan air tawar. Sebagian besar ikan air tawar yang dipasok berasal dari karamba yang banyak diusahakan masyarakat sekitar di area Rawa Jombor. Namun warung apung akan dipindah karena Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Klaten memprogramkan penataan kawasan Rowo Jombor.

Rawa Jombor terletak di dusun Jombor, desa Krakitan, kecamatan Bayat, kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Rawa Jombor memiliki luas sekitar 198 hektar, kedalaman 5 meter, kapasitas air 4 juta m³ dan tanggul keliling hingga 7,5 kilometer.

Lokasi Rawa Jombor berada di sebelah selatan dari ibukota kabupaten Klaten. Akses termudah menuju ke rawa ini dengan melewati jalan yang berada di sebelah Terminal Bus Klaten yang baru. Kondisi jalan menuju ke lokasi sudah cukup baik meskipun lebar jalan masih sempit. Perjalanan menuju obyek wisata ini dapat ditempuh dengan kendaraan umum seperti angkutan pedesaan atau kendaraan pribadi seperti motor, mobil atau minibus.

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani bersama para pejabat menikmati hidangan kuliner yang ada di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat.

Rawa Jombor merupakan danau alami terluas di wilayah kabupaten Klaten. Danau ini terbentuk dari cekungan dataran rendah yang sering tergenang air pada musim penghujan. Lama-lama cekungan yang penuh dengan air tersebut membentuk sebuah danau kecil atau rawa. Pada tahun 1987 di sekeliling Rawa Jombor dibangun tanggul dan pintu pembuangan air. Sejak itulah kawasan Rawa Jombor dikembangkan sebagai kawasan budidaya ikan air tawar dan obyek wisata. Saat ini Rawa Jombor lebih dikenal sebagai sentra kuliner warung apung yang menyajikan beraneka macam olahan ikan air tawar.

Kondisi Rawa Jombor Klaten seperti dilansir https://teamtouring.net/rawa-jombor-klaten.html, saat ini sudah lebih baik dibandingkan beberapa tahun yang lalu. Pemerintah daerah dibantu dengan pemerintah pusat telah melakukan perbaikan kawasan Rowo Jombor khususnya perbaikan tanggul keliling, perbaikan pintu air dan saluran air, penataan warung apung, serta pembersihan sampah dan enceng gondok yang tumbuh subur di kawasan ini. Hal ini cukup memberikan hasil dimana Rowo Jombor saat ini terlihat lebih bersih dan tertata lebih rapi. Harapan kedepannya di sekeliling kawasan danau atau rawa ditanami pepohonan sehingga tampak lebih sejuk dan rindang.

Rawa Jombor Klaten cukup favorit digunakan sebagai lokasi memancing. Hampir setiap tahun kawasan rawa ini disebarkan benih ikan oleh dinas pemerintah atau organisasi tertentu saat menyelenggarakan acara atau kegiatan di kawasan ini. Orang-orang yang memancing di rawa ini biasanya banyak ditemukan di pinggiran danau atau di tengah danau dengan menyewa rakit. Beberapa rakit yang ada sengaja disewakan untuk para pemancing yang ingin memancing di tengah danau. Namun sebagian rakit tidak disewakan karena digunakan untuk penduduk sekitar untuk menuju keramba apung di tengah danau atau rawa.

OMAC
Sekitar 15 km dari Kota Solo, Anda akan menemukan tempat rekreasi air yang dikelilingi pemandangan menakjubkan. Itulah Objek Wisata Mata Air Cokro, berlokasi di Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Kawasan tersebut berdiri di atas lahan 1,5 hektare. Kedalaman kolamnya kurang lebih 80 cm dengan lanskap bebatuan dan pasir di dasar air.

Dulu, tempat wisata ini dinamakan Umbul Ingas yang airnya bersumber dari pohon ingas. Umurnya sudah ratusan tahun sejak masa kolonial Belanda. Lambat laun, namanya berubah menjadi Umbul Cokro Tulung atau Mata Air Cokro. Kini, kawasan rekreasi ini tak hanya berwujud kolam pemandian. Pemerintah setempat telah menambahkan fasilitas lain, seperti jembatan gantung, taman air, waterboom, water sliding, flying fox dan pancuran.

Keberadaan umbul Cokro Tulung, membuat senang warga untuk selalu singgah, warga senang.

Akses ke objek wisata Mata Air Cokro sangat mudah. Alat transportasi darat, seperti bus dan angkutan umum, banyak yang melewati kawasan tersebut. Lokasinya tidak sulit untuk ditemukan karena berada di tepi Jalan Cokro, Klaten. Namun, sebelum memasuki Umbul Cokro Tulung, Anda harus memberikan sejumlah uang pembelian tiket.

Umbul Ponggok
Indonesia harus bangga memiliki Umbul Ponggok Klaten. Objek wisata ini berhasil menyandang julukan Bunaken van Java dan menarik perhatian wisatawan mancanegara. Meskipun hanya sebuah pemandian, di dasarnya terdapat taman. Isinya berupa ikan beraneka warna, pasir, dan beberapa benda untuk berfoto. Tak perlu takut soal kedalaman karena Anda bisa memilih kolam yang sesuai.

Umbul Ponggok bisa ditempuh dari ibu kota Kabupaten Klaten dengan berkendara selama kurang lebih 5-10 menit. Jika Anda berangkat dari Yogyakarta, berarti harus menempuh 60 menit perjalanan. Moda transportasi umum yang disediakan antara lain, bus, angkutan umum, dan ojek. Supaya lebih aman, sebaiknya bawa kendaraan pribadi saja.

Tiket masuk ke Umbul Ponggok cukup terjangkau, sekitar Rp 5.000 per orang. Biaya ini sudah termasuk renang dan menyelam di pemandian. Namun, untuk menyewa alat snorkeling, Anda mesti mengeluarkan kocek Rp 5.000 sampai Rp 10.000 per perlengkapan. Sebaiknya, masuk ke tempat rekreasi ini mulai pukul 07.00-17.00 WIB. Di luar jam tersebut, pengelola tidak melayani kunjungan.

Umbul Jolotundo
Klaten memang identik dengan wisata air, salah satunya Umbul Jolotundo. Bertempat di Desa Karanganom, kawasan rekreasi ini membentang di area seluas 500 meter persegi. Terdapat tiga buah kolam renang dengan ukuran berbeda. Kedalamannya mulai dari 1 meter hingga 2 meter. Selain itu, tersedia lokasi pemandian yang luasnya 220 meter persegi.

Seperti dilansir www.traveloka.com, untuk menuju ke Umbul Jolotundo, bisa menumpang bus ke arah Klaten. Selanjutnya, perjalanan ke Desa Karanganom diteruskan dengan menyewa ojek. Jika membawa mobil atau motor pribadi, Anda dapat mengendarainya hingga ke tempat tujuan. Tiba di sana, semua pengunjung harus membeli tiket senilai Rp 4.000 per orang serta membayar parkir Rp 2.000 per unit kendaraan.

Soal fasilitas umum, Umbul Jolotundo telah dilengkapi tempat parkir, musala, kamar mandi, penginapan, dan warung. Bedanya umbul ini dengan lainnya, yakni terdapat ikan-ikan kecil dan bebatuan di dasar kolam pemandian. Pengunjung pun diperbolehkan menyelam ke dalamnya.

Ribuan warga kunjungi umbul Cokro, Kecamatan Tulung, saat padusan sebelum puasa ramadhan.

Umbul Kapilaler
Mulanya, Umbul Kapilaler hanya boleh digunakan untuk mandi kaum perempuan. Sejak dulu, kolam ini terkenal dengan pemandian putri. Namun, seiring perkembangan zaman, banyak laki-laki yang ikut mencebur ke sumber air tersebut. Akhirnya, Umbul Kapilaler pun menjadi objek wisata underwater bagi semua gender.

Umbul Kapilaler terletak di Dukuh Umbulsari, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo. Jaraknya dari ibu kota Kabupaten Klaten sekitar 0,5 km dengan waktu tempuh kurang lebih 5 menit. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum yang tersedia di sana. Untuk memasuki objek wisata tersebut, pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun.

Umbul yang membentang di lahan seluas 150 hektare ini menyuguhkan pemandian dengan air jernih. Kedalamannya mencapai 1,5 meter. Di bagian dasar kolam terdapat banyak ikan. Bahkan, isi di dalamnya terlihat dari luar karena saking beningnya. Tak hanya pengunjung yang tergiur berenang di sini. Warga sekitar pun kerap kali menggunakannya untuk mandi setiap pagi dan sore. (ADVERTORIAL)

Caption Foto:
Suasana Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, yang rutin dijadikan ajang festival gethek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *