Mumpung Masih Muda, Jangan Menganggur..!!

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Anggota Komisi E DPRD Propinsi Jawa Tengah, Hj Kadarwati SH MH, bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Propinsi Jawa Tengah menggelar sosialisasi peluang, mekanisme dan prosedur kerja di gedung Bayat Sport Center, Paseban, Bayat, Klaten, Selasa siang (16/10/2018).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo SIKom, juga hadir dalam agenda yang diikuti sekitar 100 warga di wilayah Kecamatan Bayat ini. Agenda ini, jelas Hamenang, bisa menggugah semangat warga mencari lapangan kerja.

“Informasi dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Tengah, saat ini ada sekitar 800 ribu pencari kerja di wilayah Propinsi Jawa Tengah. Nah, dengan acara sosialisasi ini setidaknya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pencari kerja,” jelas Hamenang.

Salah satu petugas Bursa Kerja Propinsi Jawa Tengah, Fahrur Ronji menyatakan, selama ini para pencari kerja pada kebingungan dalam memilih perusahaan. Selain itu masih memilih jenis pekerjaan dengan gaji tinggi.

“Dulu ada istilah pencari kerja harus datangi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan membawa berkas fisik dan mendapatkan kartu kuning. Tapi sekarang tidak perlu lagi, sebab cukup lewat online layanan berkas bisa dikirimkan. Lihat website kami di bursakerja-jateng,” ujar Fahrur Ronji.

Petugas Bursa Kerja Jawa Tengah, Fahrur Ronji, sedang sampaikan materi seputar lowongan pekerjaan yang ada di Propinsi Jateng dan Luar Negeri.

Sementara Kadarwati merasa senang dengan antusias para peserta dalam sosialisasi peluang, mekanisme dan prosedur kerja ini. Selama ini, para pencari kerja usia pasca SMK/SMA, lebih suka kerja ke luar negeri, seperti magang ke Jepang.

Gaji saat magang di Jepang sangat tinggi, antara Rp 25-30 juta per bulan. Dan kalau ingin magang ke Jepang, bisa belajar dan mendalami bahasa Jepang di sejumlah LPK Bahasa Jepang. Di Klaten, banyak sekali LPK yang memberikan pendidikan dan ketrampilan bahasa Jepang dan tiap tahun ada kuota 2 ribuan magang ke Jepang.

“Kalau di Jepang itu istilahnya bukan kerja, akan tetapi magang kerja. Tapi ingat, ada sejumlah persyaratan yang harus dipegang, misalnya tidak bertato, tidak tindikan, tidak hamil, tidak merokok dan lainnya. Lebih mantap lagi, klik saja di website bursakerja-jateng.com. Mumpung masih muda, jangan menganggur,” ujar Kadarwati. (aha)

Caption Foto Atas:
Hj Kadarwati sedang memberikan arahan dalam agenda sosialisasi peluang, mekanisme dan prosedur kerja di Paseban, Bayat. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *