KH Subari: Hadis Nabi SAW Melarang Berbohong

Spread the love

Solo (Poskita.co)

Gerakan anti hoax mendapat dukungan penuh dari MUI Solo. Hadis Nabi SAW memerintahkan untuk jujur dan melarang berbohong.

“Hadis Nabi SAW memerintahkan jujur dan melarang berbohong (HR Muslim).  Bertutur kata yang baik menjadikan sebagai salah satu indikator keimanan kepada Allah. Orang bangkrut (muflis) bagi orang yang suka mencela dan menuduh orang lain,” kata KH Subari, Ketua MUI Solo, dalam acara deklarasi Solo Raya Damai Demi Indonesia, kerjasama antara Mafindo Solo Raya dengan Kepolisian Resort Surakarta, Jawa Tengah,  Kamis (27/9/2018) di Hotel Novotel.

Dijelaskan Subari, Komisi Fatwa MUI memandang perlu menetapkan  fatwa tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui medsos untuk digunakan sebagai pedoman. Pertama Al-Quran,  Firman Allah memerintahkan pentingnya tabayyun (klarifikasi) saat memperoleh informasi (QS Al-Hujurat:6).

Allah juga melarang untuk menyebarkan praduga dan kecurigaan, mencari keburukan orang, serta menggunjing (QS An-Nur 16). Juga ditegaskan keburukan pengumpat dan pencela serta larangan mengikutinya. Allah SWT memerintahkan untuk berbuat adil sekalipun terhadap orang yang dibenci (QS Al-Maidah:8). Perbuatan menyakiti orang mukmin tanpa kesalahan yang mereka perbuat adalah dosa.

Subari, menjelaskan tentang fatwa Majelis Ulama Indonesia no 24 Tahun 2017, tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial. Selama ini, banyak pihak yang menjadikan konten media digital yang berisi hoax, fitnah, ghibah, namimah, desas desus, kabar bohong dan ujaran kebencian, aib dan kejelakan seseorang. Termasuk informasi pribadi yang diumbar ke publik, sarana provokasi, agitasi dan lainnya.

Subari juga menjelaskan tentang ghibah, penyampaian informasi faktual tentang seseorang atau kelompok yang tidak disukainya. Fitnah (bhutan), informasi yang disebarkan untuk menjelekkan orang (menodai nama baik, merugikan kehormatan orang). Naminah merupakan adu domba antara satu dengan yang lain, menceritakan perbuatan orang lain, berusaha menjelekkan orang lain, berdampak pada saling membenci.

COSMAS