TK Kanisius Purbayan, Merajut Kebersamaan, Berkarya dari Limbah Plastik

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Momen kebersamaan antara orangtua dan anak dirajut di ajang perlombaan Agustusan. Mereka merayakan kemerdekaan sekaligus membuat karya dari barang bekas.

Hasil karya anak dan ortu

Orangtua dan siswa TK membuat kerajinan tangan dari bahan bekas, botol bekas air mineral dan pernik-pernik hiasannya, untuk dijadikan sebuah karya yang menarik. Ada yang membuat bunga, tempat pensil hingga pot bunga.

“Asyik banget. Merayakan kemerdekaan dengan berkarya. Hubungan orangtua dan anak juga tambah erat,” ucap mama Jojo.

Kegiatan ini memang asyik. Sekolah menyediakan botol bekas air mineral, sementara orangtua dan anak menyiapkan hiasannya. Siswa KB, TK A dan TK B berpencar sesuai tempatnya.

Ada yang anak ditemani mamanya, ada yang ditemani papanya. Suasana terlihat asyik, menyenangkan dan penuh persaudaraan. Ketika orangtua membuat hiasan, sang anak pun membantu menempelkan dengan lem, untuk hiasannya.

Magda dan bunga

“Kita diberi kebebasan untuk membuat karya. Anak dan ortu pun heboh menghasilkan karya,” ucap ayah Magda.

Pelaksana Harian KB-TK Kanisius Purbayan Surakarta, Chatarina Ekayani Endah Saputri, menyatakan lomba dibagi dalam beberapa tema. Untuk TK B membuat bunga dari botol minuman bekas. TK A lomba membuat tempat pensil dari botol bekas, sementara kelompok bermain lomba membuat pot dari botol bekas.

“Tujuan lomba menyambut even Agustusan, untuk kerjasama orangtua dan anak, membangun kedekatan dan keakraban ortu dan anak, serta mengembangkan kreativitas,” kata Bu Putri, panggilan akrab Saputri Ekayani.

Mengapa memilih botol bekas?

Chatarina Saputri

“Dengan media botol bekas, selain mengurangi sampah plastik juga turut melestarikan lingkungan. Dengan berkurangnya limbah plastik, maka lingkungan jadi sehat,” ujar Monica Agustien, Ketua Komite Sekolah.

Dengan demikian, anak belajar cinta lingkungan sejak dini mungkin. Kelak, saat dewasa semakin sadar akan pentingnya cinta lingkungan dari hal-hal yang sederhana.

Adapun tim dewan juri, menilai hasil karya dengan kriteria kerapian, kemandirian, kerjasama, keindahan hingga kebersihan. Wow… ini kegiatan yang penuh keakraban, semarak, kreatif, cinta lingkungan dan menghasilkan karya. (Cosmas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *