Ratusan Paspor dan Tersangka Baru Hannien Tour Diamankan

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Ratusan paspor umroh disita dan Polresta Solo kembali menahan dua karyawan biro jasa umroh PT Utsmaniyah Hannien Tour diduga terlibat. Dari penyidikan terungkap aset yang dimiliki oleh bos PT Utsmaniyah Hannien Tour, Farid Rosyidin, 45, menyisakan satu unit sepeda motor merek Ducati. Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Solo, Jawa Tengah, Kompol Agus Puryadi, Jumat (05/01/2018).

“Kami tangkap Kamis dan Jumat ini tiba di Solo dengan dugaan terlibat dari dua tersangka sebelumnya,” jelasnya.

Mereka yang ditahan sebagai dua tersangka baru biro umrah PT Utsmaniyah Hannien Tour yakni Ilham (32) dan Arif (50). Peran tersangka Ilham asal Solo sebagai direktur teknis serta mengurusi kebutuhan perjalanan umrah. Sedangkan yang Arif asal Bogor adalah Direktur Operasionalnya Hannien Tour, dimana ditangkap di kantor kawasan Cibinong bersamaan penangkapan Ilham di Sentul.

“Keduanya sebelum ditangkap hanya berputar-putar di kawasan Sentul dan Bogor, tidak bersembunyi. Dan kami tangkap saat berada di jalan,” katanya.

Dari keduanya disita dua unit PC, paspor sebanyak 150, baju ikhram, sejumlah dokumen, rekening koran dan barang bukti lainnya. Bahkan data yang ada di dalam dua unit PC yang diamankan karena mengenai seluk beluk Hannien Tour ada di dalam dua PC. Di sinilah, pihaknya akan tahu siapa saja yang terlibat karena kerugian uang cukup fantastik besarnya.

“Kami juga sudah melakukan penggeledahan di ruko yang digunakan untuk kantor. Dari hasil penggeledahan tersebut kami mengamankan cukup banyak barang bukti. Dan ini menginduk dari kantor pusat yang dulu,” ucapnya.

Sebelum kasus Hannien Tour mencuat, kalau tersangka Farid mempunyai banyak aset. Seperti empat rumah di Kawasan Cibinong yang akan diberikan kepada para direktur Hannien Tour yang nilainya Rp 12 milyar per rumah. Bahkan mempunyai enam unit mobil mewah tapi mobil tersebut dan rumah macet kreditnya serta ditarik leasing. Selanjutnya kasat mengatakan kalau aset yang tersisa hanya motor merek Ducati asal Italia senilai Rp 100 juta.

“Tetapi karena angsurannya macet, akhirnya di take over oleh pihak bank dan dialihkan ke orang lain,” terang Agus. (Agung Santoso)

Caption Foto:
Keluar mobil polisi tersangka baru PT Ustmaniyah Hanien Tour bernama Ilham (32) dan Arif (50) usai ditangkap terpisah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *