Jika Diabaikan, Ancam Keutuhan Berbangsa

Spread the love

Jakarta Poskita.co

Semangat dan pengorbanan yang dilakukan para pahlawan demi terwujudnya sebuah kemerdekaan, sungguh luar biasa. Apa yang dilakukan tujuan akhirnya adalah untuk kepentingan bangsa dan negara. Untuk tahun ini, sesuai tema Hari Pahlawan 2017, untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kemkominfo) Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemkominfo R. Niken Widiastuti,  dalam diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB9) bertajuk “Pahlawan Kekinian, Mengabdi dan Berkarya untuk Negeri” di Aula Roeslan Abdul Gani Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Menurut Niken Widiastuti tugas generasi muda saat ini adalah bagaimana memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

“Seperti diketahui, saat ini persatuan dan kesatuan kita berlangsung sangat dinamis. Salah satunya akibat banyaknya beredarnya informasi-informasi di media sosial yang berisi hasutan, pemutaran fakta, hoax, dan lainnya,” ujar Niken.

Jika kondisi yang kontra persatuan ini terus dibiarkan, menurut Dirjen IKP, bisa mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara. Semua elemen bangsa harus betul-betul bisa menfaatkan media sosial untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

“Terlebih, saat peringatan Hari Pahlawan seperti ini. Kalau pahlawan dulu berjuang dan merebut kemerdekaan, kini kita tinggal mengisi kemerdekaan,” ulas Niken.

Generasi muda, menurut Dirjen IKP, bisa meneladani para pahlawan dengan melihat rekam jejak para pahlawan sehingga menginspirasi dan memotivasi untuk lebih banyak berkiprah. Sehingga bisa disebut sebagai “Pahlawan Masa Kini”. Contohnya, dengan menggerakan komunitasnya untuk berbuat lebih di lingkungan sosial.

“Beragama contoh bisa dilihat. Mulai dari aksi donor darah hingga kiprah dokter yang masuk keluar keliling kampung demi pengobatan masyarakat,” ujar Niken.

Sementara, lanjut Dirjen IKP, peran media adalah memberikan informasi, mendidik dan mencertahkan audiensi. Selain itu, media juga memiliki peran kontrol sosial. Terkait keteladanan para pahlawan, peran media juga cukup signifikan untuk mensosialisasikan niali-nilai dan semangat para pahlawan.

“Kominfo akan menggelar ‘Heroes Movement’ untuk membangkitkan para generasi muda untuk bergerak dengan terinspirasi dan termotivasi berlandaskan semangat kepahlawanan sehingga berani berkorban untuk orang lain, orang banyak. Inilah salah bentuk mengaplikasikan nilai-nilai kepahlawanan,” pungkas Niken.

Turut hadir sebagai pembicara dalam acara Dismed FMB9 “Pahlawan Kekinian, Mengabdi dan Berkarya untuk Negeri”, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid dan Ketua Umum Hari Pahlawan 2017 Agus Tansil.

COSMAS

 

Seni Budaya sebagai Perekat Kebersatuan Bangsa

http://poskita.co/2017/11/09/seni-budaya-sebagai-perekat-kebersatuan-bangsa/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *