Innalillahi, Keluarga Jokowi dan Pejabat Takziah KH Agung Syuhada

Spread the love

SOLO, Poskita- Sebuah berita duka datang dari kalangan Ulama Nahdlatul Ulama di Surakarta. Pendiri pondok pesantren Kholifatullah Singo Ludiro Mojolaban, Sukoharjo, KH. Agung Suprihadi Syuhada meninggal dunia Sabtu (26/8/2017) sekitar pukul 04.30 WIB.
Berita meninggalnya Kyai Haji Agung Suprihadi Syuhada pada Sabtu pagi mengejutkan berbagai kalangan. Agung Syuhada yang disebut sebut sebagai guru ngaji keluarga Presiden Jokowi, meninggal dunia di rumah sakit Kustati Pasar Kliwon Solo, setelah menderita sakit komplikasi beberapa waktu.
Ribuan pelayat tampak memadati Pondok Pesantren Kholifatullah Singo Ludiro, milik Alamarhum Agung Syuhada yang berada di Mojo Kecamatan Mojolaban Sukoharjo, tepatnya disisi timur Bengawan Solo tak jauh dari Jembatan Mojo Semanggi Surakarta.
Sekitar 15 menit sebelum upacara pemakaman dimulai, keluarga Presiden Jokowi yang datang untuk melayat adalah Ibu Sujiatmi Notomiharjo yang tak lain adalah Ibunda Presiden Jokowi. Kehadiran keluarga Jokowi dalam pemakaman Kyai Agung Syuhada sudah dimaklumi, karena kedekatan almarhum Agung Syuhada dengan Ibu Sujiatmi dan keluarga Jokowi sudah diketahui khaklayak, bahkan media sering menyebut Kyai Agung Syuhada adalah Guru Spiritual keluarga Jokowi.
Selain keluarga Jokowi, tampak hadir para melayat diantaranya, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dan Wabup Purwadi, Wakapolres Solo AKBP Andy Rifai yang pernah menjabat sebagai Kapolres Sukoharjo sehingga mengenal dekat Almarhum Agung Syuhada.
Bupati Sukoharjo wardoyo Wijaya mengaku kehilangan salah satu ulama penasihatnya, karena selama ini Almarhum terus memberi dorongan kepada dirinya. “ Almarhum Kyai Agung Syuhada sangat peduli dengan nasionalisme religius yang dikembangkan oleh pemerintah. Beliau bahkan masih tercatat sebagai kader PDI Perjuangan, bahkan beliau tahun 2004 pernah menjadi Caleg dari PDIP,” tandas Wardoyo disela sela acaratakziah.
Pondok Pesantren Kholifatullah Singo Ludiro memang dirintas secara pribadi oleh Almarhum Agung Syuhada bersama istrinya. Dukungan dari berbagai kalangan membuat pondok ini terus berkembang, untuk menampung santri santri dari kalangan keluarga miskin.
Beberapa waktu lalu, presiden Jokowi bahkan hadir sendiri ke Pondok Pesantren ini untuk silaturahmi dan meresmikan serta memberi bantuan pembangunan masjid yang berada di dalam Pondok. (udi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *