Muscab PKB Sragen Geger Tuntut Hasil Muscab Ditunda

Spread the love

SRAGEN, POSKITA.co – Sejumlah 7 perwakilan PAC menolak hasil musyawarah cabang (muscab) DPC PKB Sragen, Sabtu (6/3). Diantaranya PAC Kalijambe, Ngrampal, Kedawung, Gondang, Gemolong, Karangmalang maupun sayap partai Perempuan Bangsa. Menyusul 5 nama usulan dari PAC gugur tidak ada satupun yang masuk dalam kepengurusan baru DPC PKB Sragen. Sehingga mereka menuntut hasil Muscab PKB Sragen ditunda dan dibatalkan. Penguru PAC Kalijambe Haji Sastro Dikromo secara tegas menolak hasil Muscab PKB Sragen dan meminta DPP maupun DPD untuk menunda dan dipanding.

“Tuntutan diulang itu, karena dari lima nama yang diusulkan masing-masing PAC tidak ada sama sekali. Karena kita mengusulkan berdasar perwakilan PAC, anehnya nama yang diajukan tidak ada yang masuk kepengurusan yang baru,” tanda Sastro yang mengaku sebagai pendiri PKB Dapil 2 Sragen ini.

Ditambahkan PAC Ngrampal, Rahmad, sesuai tahapan awal, usulan nama pengurus PKB yang baru dari bawah. Namun kenyataanya, nama yang diusulkan tidak ada semua. Sehingga sejumlah PAC menolak hasil itu, seperti Kalijambe, Ngrampal maupun lainnya.

“Intinya kami menolak hasil Muscab, karena tidak mengakomodir usulan dari bawah. Sehingga sikap demokrasi telah dihilangkan,” tegas pengurus PAC Ngrampal ini.

Senada penolakan dari ketua Perempuan Bangsa PKB Sragen Indah Sri Udanti terhadap hasil Muscab PKB Sragen. Perwakilan sayap wanita ini, menilai PKB bukan pondok pesantren, tetapi sebuah partai politik yang harus dipegang mereka yang berpengalaman dan mampu merangkul semua elemen masyarakat dalam mendongkrak suara partai. Apalagi pengurus baru ini tidak pernah merasakan pahit getirnya perjuangan membesarkan partai dari nol hingga bisa melahirkan 7 kursi di DPRD Kabupaten, DPRD Propinsi, DPR RI hingga mendudukan wakil bupati.

“Tapi ini tahu-tahu mereka yang dinilai tidak tahu soal perjuangan membesarkan partai malah dipilih dan menyingkirkab orang-orang lama,” tegas Indah.

Sedangkan mantan Ketua DPC PKB Sragen Mukafi Fadli secara pribadi sangat iklas melepas jabatannya sebagai ketua partai. Hanya saja, dirinya merasa ada ganjalan dalam suksesi kepemimpinan di DPC PKB Sragen. Lantaran, awalnya PAC sebagai perwakilan kader di tingkat bawah yang diberi keleluasaan dalam mengusulkan nama akhirnya malah tidak diakomodir. Padahal kader di tingkat bawah yang berjuang berdarah-darah membesarkan partai, dari suara 23 ribu menjadi 87 ribu, hingga saat ini PKB sebagai partai rangking dua di Sragen. Seharusnya dalam proses pergantian semua kader di tingkat bawah diajak bicara dalam pembentukan pengurus yang baru.

“Jangan sampai pergantian pengurus ini menggunakan politik belah bambu, dimana yang satu diangkat yang satu diinjak hingga menimbulkan perpecahan di partai,” papar Mukafi.

Sementara Ketua DPC PKB Sragen KH Budi Ridwani menjelaskan, semua pihak harus menghargai dan menghormati keputusan DPP maupun DPD PKB. Dirinya sangat memahami bahwa dalam politik ada yang tidak sesuai dengan keinginan merupakan hal yang wajar. Namun untuk kembali menyatukan perbedaan itu, akan secepatnya konsolidasi dan mengakomodir kader lama maupun baru.

“Kita akan memasukan semua pengurus lama dalam pembentukan pengurus baru. Semua kembali perjuangkan untuk membesarkan partai bersama,”tutur Budi. (Cartens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *