Fakultas Pertanian Unisri Kerjasama dengan UUM

Spread the love

 

Salah satu sektor yang tidak mengalami perubahan di era digital saat ini adalah bidang pertanian. Bahkan pertanian merupakan salah satu sektor yang tangguh di masa pandemi.

Sebagian tenaga kerja yang menganggur akibat pandemi covid-19 banyak yang beralih profesi ke sektor pertanian. Demikian diungkap, Dekan Fakultas Pertanian Unisri, Dr. Dewi Ratna Nurhayati, MP, di ruang kerjanya, Selasa (5/1-2021).

” Terjadinya alih profesi itu terjadi karena orang menyadari bahwa pertanian menghasilkan bahan pangan. Pangan tetap dibutuhkan dalam kondisi apapun. Indonesia juga memiliki keunggulan terkait bahan pangan alternatif yang dibutuhkan selama pandemi Covid19, ” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dewi Ratna Nurhayati, menegaskan hasil pertanian seperti rempah-rempah, jahe dan bahan herbal lainnya sangat menunjang stamina dan menyehatkan badan.

” Potensi tersebut perlu disadari dan seharusnya membuat generasi muda bangga untuk berkiprah dalam bidang pertanian, ” paparnya.

Menyadari hal tersebut, maka orientasi dan sistem pembelajaran di Fakultas Pertanian harus juga berubah dari sistem pertanian konvensional ke pertanian modern.

Salah satu contoh misalnya, selama pandemi covid-19 model pemasaran hasil pertanian tidak lagi melalui tahap pengepul atau distributor tetapi bisa langsung dari produsen kepada konsumen secara online.

” Mahasiswa Fakultas Pertanian tentunya juga harus memiliki ketrampilan pemasaran online agar bisa menembus pasar domestik dan luar negeri, maka untuk mensikapi perubahan tersebut Fakultas Pertanian Unisri terus berbenah diri, diantaranya merealisasikan kerja sama dengan Universiti Utara Malaysia,” ungkapnya.

Bentuk kerjasama yang telah dan akan direalisasikan antara lain menghadirkan dosen tamu dari UUM dan sebaliknya yaitu dosen Fakultas Pertanian Unisri menjadi dosen tamu di UUM.

” Di samping proses pembelajaran, juga akan dilaksanakan penelitian bersama antara Fakultas Pertanian Unisri dan UUM, terkait dengan tema pengelolaan bidang pertanian di era digital, ” pungkasnya.

Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *