Laskar Santri Dukung TNI-Polri Jaga Stabilitas Negara

Spread the love

 

SRAGEN, POSKITA.co – Jaringan Laskar Santri Sukowati bersama Rijalul Ansor Kabupaten Sragen lakukan doa bersama untuk keutuhan bangsa, Minggu (22/11).

Doa dilakukan di Masjid Kauman Sragen diikuti perwakilan santri dari beberapa laskar di Sragen. Usai doa bersama dilakukan pernyataan sikap dengan mendukung TNI Polri dalam menjaga stabilitas negara.

Pembacaan sikap dipimpin oleh Ketua Pengurus Cabang Rijalul Ansor Kabupaten Sragen, Syafii M Sugimin diikuti oleh seluruh perwakilan santri.

Usai kegiatan, Syafii menyampaikan pernyataan sikap yang dilakukan pihaknya menanggapi fenomena terkini yang sedang terjadi di negara Indonesia.

“Intinya kami menyampaikan yang terkait fenomena akhir-akhir ini, bahwa banyak caci maki di dalam dakwah dan sebagainya itu kami tidak setuju,” kata Syafii.

Dia melanjutkan yang seharusnya dilakukan saat dakwah ialah dilakukan dengan Mauidhatul hasanah yakni nasehat atau pelajaran yang baik.

Selain itu, pihaknya juga memberikan dukungan penuh terhadap TNI dan Polri demi tercapainya kestabilan atas keamanan negara.

Dia mengatakan sebagai anak bangsa mereka merasa bertanggung jawab atas keutuhan bangsa.

“Selanjutnya, kami santri mempunyai tugas menghormati para kyai dan tentu kami lakukan setiap hari.”

“Ada beberapa hal yang tidak kami sepakati dalam hal dakwah yang disampaikan dengan cara keras, caci maki dan lain-lainnya,” lanjut dia.

Isi Pernyataan Sikap

Siap sedia menjadi benteng untuk menjadi Marwah kehormatan para kyai, ulama dan habaib dalam melaksanakan tugas suci mensiarkan Islam rahmatan lil alamin.

Menghimbau kepada seluruh mubaligh, penceramah mengedepankan dakwah bil hikmah wal mauidhotil hasanah. Berdakwah dengan cara-cara merangkul, bukan memukul. Saling menghargai dan menghormati tanpa membedakan suku, ras, agama dan profesi. Sebab agama tidak mengajarkan kebencian tetapi menebarkan rasa kasih sayang.

Sebagai santri pecinta Kiai ulama dan habaib kami menyayangkan pola dan metode dakwah yang senantiasa mengedepankan ungkapan provokatif, ujaran kebencian, rasa permusuhan serta merendahkan kelompok dan golongan.

Menolak segala bentuk kegiatan dan upaya merorong pemerintah Indonesia. Bersama aparat penegak hukum, siap menjadi benteng, menghadap kelompok radikalisme garis keras dan intoleran yang menimbulkan ketidakstabilan nasional.

Memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Indonesia, untuk melanjutkan program kerja demi terwujudnya masyarakat adil dan sejahtera. Serta terhindar dari segala fitnah dan marabahaya.

Syafii mengatakan setidaknya ada 50 santri yang tergabung dalam Laskar Santri Sukowati mulai dari Laskar Sentono, laskar Kiai Joko Tingkir, Ki Ageng Serang, Sapu Jagat, Kyai Deso hingga Macan Timur.

Kegiatan pernyataan sikap tersebut diakhiri dengan penandatanganan dan pernyataan sikap bahwa akan setia mengawal dan menjaga Marwah ulama. (Cartens)