Pembelajaran Simulasi MUN Meningkatkan Ketrampilan Komunikasi

Spread the love

ARTIKEL POPULER

Agustaf Didit Maryos, S.Sos, M.Si

Guru SMA Negeri 1 Surakarta

Komunikasi adalah bagian dari interaksi sosial dalam setiap sendi kehidupan masyarakat. Dimana ada dua orang atau lebih melakukan tindakan sosial yang saling dimengerti satu sama lain maka terjadi komunikasi. Dalam komunikasi pun bisa terjadi komunikasi satu arah maupun dua arah. Kalau satu arah itu hanya sepihak yang memberikan informasi atau pesan, tetapi kalau terjadi hubungan timbal balik antara kedua pihak yang menimbulkan saling pengertian dinamakan komunikasi dua arah.

Menurut Wikipedia, Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang atau beberapa orang, kelompokorganisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik tubuh atau menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, dan mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.

Proses belajar mengajar, menurut Ngalimun (2020) merupakan suatu bentuk komunikasi yaitu komunikasi antara subyek didik dengan pendidik, antara mahasiswa dengan dosen, antara siswa dengan guru. Di dalam komunikasi tersebut terdapat pembentukan (transform) dan pengalihan (transfer) pengetahuan, ketrampilan ataupun sikap dan nilai dari komunikator (pendidik, dosen, guru) kepada komunikan (subyek didik, mahasiswa, siswa) sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Seorang pengajar yang baik seharusnya memahami karakteristik siswanya agar siswanya dapat berkembang dengan baik sesuai potensi yang dimilikinya. Dalam pembelajaran di kelas, komunikasi biasanya terdapat dalam ceramah yang dilakukan oleh guru yang bersifat satu arah. Atau presentasi materi yang dilakukan oleh sekelompok siswa. Hal tersebut membuat siswa bosan dan kurang berminat, dan tidak terlalu antusias dalam mengikuti pembelajaran. Untuk itu perlu metode komunikasi yang efektif, efisien, dan inovatif dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas belajar siswa. Dalam hal ini siswa akan diperkenalkan presentasi model Simulasi MUN.

Menurut HI UMY 2018, MUN adalah istilah yang digunakan untuk kegiatan simulasi sidang UN (PBB). Dalam MUN, kita diperkenankan untuk merasakan bagaimana seorang diplomat mewakili negaranya dan melakukan diplomasi untuk negaranya dalam forum sidang UN. Kita juga dilatih untuk membuat rancangan draft resolution yaitu dokumen kesepakatan bersama yang berisi solusi-solusi hasil diskusi sidang. Tidak hanya rangkaian acara dan code of conduct-nya yang mirip UN (termasuk bahasa yang digunakan) tetapi pakaian yang dipakai juga menggunakan pakaian formal layaknya diplomat sungguhan.

Di dalam kegiatan pembelajaran, hal pertama yang dilakukan oleh guru adalah menjelaskan mengenai materi konflik sosial sosial. Selain itu guru  juga menerangkan mengenai konflik internasional yang terjadi di negara lain. Selanjutnya guru akan menjelaskan mengenai metode pembelajaran dengan menggunakan Simulasi MUN yaitu simulasi  yang biasa dipakai dalam sidang PBB. Siswa nantinya diharapkan mampu melaksanakan ketrampilan komunikasi diplomasi dan negoisasi melalui simulasi sidang PBB ini. Selanjutnya siswa disuruh mempraktikan simulasi tersebut dengan membuat working paper atau materi presentasi, bendera dari negara yang diwakilinya, dan membuat tanda pengenal atau cocard. Kemudian siswa juga membuat power point untuk presentasi dan juga logo dari PBB. Setelah itu siswa menata meja dan kursi setengah melingkar agar hampir sama dengan ruang sidang PBB.

Dalam pelaksanaan simulasi tersebut dipilih dua siswa yang menjadi pemimpin sidang dan wakilnya (chairman and co-chairman). Pemimpin sidang bertugas mengatur jalannya sidang, sedangkan wakilnya bertugas mencatat dari kegiatan yang sedang berlangsung. Setiap siswa menggunakan jaket almamater, tanda pengenal, nama negara beserta benderanya agar terlihat formal seperti benar-benar sidang PBB. Apabila semua kelompok sudah siap, mereka satu persatu dipersilahkan maju untuk presentasi atau diplomasi, habis itu dilanjutkan dengan tanya jawab yang dilakukan oleh siswa dengan mengacungkan plakat nama negara yang diwakilinya.

Setelah diplomasi dilaksanakan, mereka mencoba membuat draft resolusi, yang kemudian di-negoisasikan dengan negara lain, apakah mereka menerima resolusi tersebut atau tidak. Kalau tidak mereka harus melakukan negoisasi. Selanjutnya  hasil dari negoisasi tersebut diambil kesimpulan (resolusinya) dan dipresentasikan kembali. Dan akhirnya simulasi sidang ditutup oleh pemimpin sidang. Demikian simulasi ini dijalankan, cukup mudah bukan?

Berdasar pengamatan di kelas, Simulasi MUN terlihat bahwa siswa sangat serius dan tertarik dalam mengikuti setiap bagian dalam metode ini. Siswa menunjukkan keaktifannya sebagai komunikator maupun sebagai pendengar, dan mereka juga melakukan tanya jawab yang baik. Mereka lebih percaya diri dalam berkomunikasi, suara mereka lebih keras, sikap badannya juga lebih baik, dan terjadi negoisasi yang interaktif. Hal tersebut sangat berbeda dari pembelajaran sebelumnya dimana komunikasi bersifat monoton dan tidak menarik.

Editor: Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *