Belajar dari Media Massa Belajar dari Rumah

Spread the love

Diyah Aulaning Ilmiah, S.Pd

SMP Negeri 04 Batu

Sebagai orangtua dan merangkap guru bagi anak- anak di rumah tentu bukanlah hal yang mudah. Apalagi orangtua yang berprofesi sebagai guru atau tenaga pendidik di instansi pemerintah maupun swasta. Tentu mempunyai trik management waktu.

Sebagaimana diketahui pembelajaran di segala lini masih sangat bergantung pada gadget; laptop, computer dan mobile phone. Dan penulis berdiri pada kedua tumpuan kaki ; sebagai orangtua dan sekaligus pendidik pada instansi. Sehingga; keluhan anak-anak yang memicu penat para orangtua, merupakan motivasi penulis untuk menyusun ide sederhana namun mengena pada tujuan pembelajaran di segala lini.
Latar belakang gemar membaca koran melalui telepon seluler ataupun computer, adalah awal mula kegiatan extensive reading yang kemudian ditindalkanjuti oleh anak-anak dengan suka dan penasaran.

Undang-undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan, pada pasal 4 butir c, mengatakan bahwa tujuan penyelenggaraan system perbukuan adalah untuk menumbuhkembangkan budaya literasi seluruh Warga Negara Indonesia. Sebelumnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti melalui pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum belajar. Kebiasaan baik ini akan tetap menjadi baik dengan melanjutkan kegiatan budaya baca.
Memberikan dua materi judul bertema pendidikan yang diambil dari website koran daerah setempat; Malang Raya. Peserta didik mendapatkan salinan link koran yang digunakan dan terbit di Malang Raya; New Malang Pos. Link tersebut berupa halaman pendidikan. Diharapkan peserta didik mampu mempunyai wawasan lebih dan semangat belajar tinggi dengan membaca keberhasilan dari orang-orang yang diberitakan di media. Selain koran cetak, New Malang Pos juga menyediakan koran digital yang dikenal dengan e-koran. New Malang Pos menyajikan berita yang mudah dijangkau di kalangan remaja melalui Instagram, program yang menarik di podcast spotify hingga hiburan. New Malang Pos menjunjung tinggi Integritas dan profesionalisme, berpedoman pada kode etik jurnalistik. Menyajikan konten yang bermutu dan berkualitas tinggi. New Malang Pos hadir sebagai penyedia berita atau informasi yang tepercaya. Diharapkan bisa memberi manfaat yang sebesar-besarnya untuk bangsa dan negara Indonesia.
Herta Herzog (1944) memulai kajiannya mengenai uses and gratifications dengan melakukan klasifikasi beberapa alasan mengapa khalayak memilih media yang khusus. Terdapat tiga macam gratifikasi, yaitu emosi, pembelajaran, dan wishful thinking. Uses and gratifications menyentuh pada tingkat keragaman meliputi; alokasi waktu pada media yang berbeda, hubungan antara penggunaan media dengan penggunaan waktu untuk kegiatan yang lain, hubungan antara penggunaan media dengan penyesuaian diri dan hubungan social dan fungsi media yang berbeda atau tipe isi. Pada tahun 1974 uses and gratifications approach dikemukakan lagi oleh seorang tokoh bernama Herbert Blumer dan Elihu Kaltz dalam bukunya berjudul The Use of Mass Communication : Current Perspectives on Gratification.
Dimana keduanya menyetujui pendapat pakar-pakar komunikasi sebelum mereka dan mengasumsikan bahwa pengguna memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan untuk memuaskan kebutuhan mereka. Lebih lanjut Menurut Katz dan Gurevitch, terdapat asumsi mendasar ; khalayak dianggap sebagai pihak aktif dan bukanlah penerima pasif yang hanya bisa mengonsumsi apapun yang media siarkan. Khususnya bagi para pengguna milenial atau generasi Z yang sudah lebih ‘melek’ dengan teknologi tidak akan mudah menerima mentah-mentah apapun yang media siarkan.
Literasi, adalah extensive reading– rutinitas membaca yang dijadwalkan di luar jam pembelajaran. Kegiatan ini (diharapkan ) bersifat menyenangkan. Ambil saja seminggu dua kali, wali murid membeli koran daerah setempat; New Malang Pos. Kenapa bukan koran nasional? Dengan koran daerah setempat, literasi tak hanya sebatas kertas namun juga membaca lingkungan terdekat. Halaman pendidikan, menjadi pilihan tepat materi. Pemangku pelajaran agama, misalnya, bisa memberikan layanan pendidikan, yang diambil dari penerbitan tiap jumat. Tak kalah pentingnya adalah informasi menjaga kesehatan beserta tips. Halaman sport bisa jadi alternatif materi PJOK-Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Dimana kolom-kolom ini didominasi oleh berita arema—yang identik dengan olahraga, warga dari tiga daerah; Malang Kota, Malang Kabupaten dan Kota Batu.
Asli korane arek malang – sebenarnya adalah jargon yang bisa dimaknai literasi. Arek malang harusnya baca koran (ini). Arek adalah bahasa jawa yang bermakna anak muda. Inilah perspektif yang bisa mendorong new spirit . Perspektif yang meniscayakan simbiosis mutualisme antara company koran dan dunia pendidikan. Literasi harus mulai dibangun dari akar rumput. Maksudnya? Kesadaran membaca, memahami materi bacaan dan juga sekaligus berpikir kritis terhadap teks yang dibaca. Akar rumput harus diawali dari guru yang punya banyak akses dan jam terbang bertemu dengan siswanya.
Menurut Charles R. Wright, komunikasi massa dapat berfungsi sebagai surveillance atau sebuah kegiatan untuk mengkorelasi dan menggabungkan sebuah kejadian dengan fakta-fakta sehingga dapat ditarik kesimpulan. Selain fungsi penting tersebut, Wright juga berpendapat bahwa komunikasi massa dapat bermanfaat sebagai media hiburan. Pendapat kedua mengenai definisi komunikasi massa disampaikan oleh John R. Bittner (1980 :10). Bittner berpendapat bahwa, “Mass communication is messages communicated through a mass medium to a large number of people”. Komunikasi massa adalah sebuah pesan yang disampaikan atau dikomunikasikan melalui media massa pada sebagian besar orang.
Belajar dari rumah dengan menggunakan gadget adalah cara bagi semua untuk bekal literasi. Kehadiran e-koran New Malang Pos cukup efektif sebagai sumber informasi ang peserta didik gunakan. Secara praktek dan efektif waktu dan ruang yang didapat dari pelayanan internet, ternyata meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap kebiasaan gemar membaca. Media massa adalah salah satu cara belajar dari masa ke masa.

Editor: cosmas

4 tanggapan untuk “Belajar dari Media Massa Belajar dari Rumah

  • November 15, 2020 pada 4:17 pm
    Permalink

    menginspirasi tulisannya bu guru ..
    ditunggu tulisan2 selanjutnya




    0



    0
    Balas
  • November 15, 2020 pada 4:59 pm
    Permalink

    Bagus tulisannya bisa jadi rujukan yang lain dalam meningkatkan literasi di kalangan siswa. Tetapi alangkah baiknya jika penulis tidak hanya menonjolkan salah satu media saja agar siswa memiliki kebebasan memilih media yang sesuai keinginan mereka. Namun tetap fokus terhadap tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.




    0



    0
    Balas
  • November 16, 2020 pada 8:05 am
    Permalink

    Literasi sebenarnya bukan hanya melulu mengenai membaca. akan tetapi juga berkaitan erat dengan menulis baik analisis, maupun tanggapan mengenai suatu bacaan. Sehingga akan lebih baik jika e surat kabar juga memberikan ruang untuk analisis dan tanggapan, terutama bagi pelajar. Terkait dengan tulisan di atas. Tidak hanya anjuran untuk berlangganan e Koran. Demikian tanggapan saya, semoga bermanfaat. Terima kasih.




    0



    0
    Balas
  • November 16, 2020 pada 9:12 pm
    Permalink

    Gerakan literasi sangat beragam bentuknya. Jadi, mendidik siswa dan masyarakat menjadi literat perlu pembiasaan dan keanekaragaman media. Termasuk koran, e_koran ataupun lainnya




    0



    0
    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *