Membangun Karakter Anak di Usia Dini

Spread the love

oleh: Yuliah Rohani,S.Pd

SD N 01 Tegalgede Karanganyar

Karakter bangsa merupakan aspek penting  yang menentukan kemajuan  suatu bangsa. Karakter bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya (SDM ).Oleh karena itu, karakter yang berkualitas perlu dibina sejak usia dini agar anak terbiasa berperilaku positif. Kegagalan penanaman kepribadian yang baik di usia dini akan membentuk pribadi  yang bermasalah dimasa dewasanya kelak.

Karakter adalah watak, sifat, atau hal-hal yang sangat mendasar yang ada pada diri seseorang sehingga membedakan daripada yang lain. Sering orang menyebutnya “Tabiat atau “Perangai”. Apapun sebutannya, karakter adalah sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran, perasaan, dan perbuatannya.

Karakter ibarat  pisau bermata dua. Karakter memiliki kemungkinan akan membuahkan dua sifat yang berbeda atau saling bertolak belakang. Contoh, anak yang memiliki keyakinan tinggi. Hal ini akan menumbuhkan sifat berani sebagai buah keyakinan yang  dimilikinya atau justru sebaliknya memunculkan sifat sembrono, kurang perhitungan karena terlalu yakin akan kemampuannya.

Begitu besar pengaruh karakter dalam kehidupan seseorang. Maka itulah pembentukan karakter harus dilakukan sejak dini. Membangun karakter ibarat mengukir, sifat ukiran adalah melekat kuat di atas benda yang diukir, tidak mudah usang tertelan waktu atau aus karena gesekan. Menghilangkan ukiran sama dengan menghilangkan benda yang diukir, karena ukiran melekat dan menyatu dengan bendanya. Demikian juga dengan karakter yang merupakan sebuah pola, baik itu pikiran, perasaan, sikap maupun tindakan yang melekat pada diri seseorang dengan sangat kuat dan sulit dihilangkan.

Proses membangun  karakter pada anak juga ibarat mengukir atau memahat  jiwa sedemikian rupa sehingga “berbentuk” unik, menarik, dan berbeda antara satu dengan yang lain. Setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada orang yang berperilaku negatif atau tidak sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dalam budaya setempat .

Dengan demikian, dalam pendidikan karakter setiap anak memiliki potensi untuk berperilaku positif dan negatif. Jika ibu dan ayah membentuk karakter positif sejak anak usia dini, maka yang berkembang adalah perilaku positif tersebut. Jika tidak  tentu yang akan terjadi sebaliknya. Nah bagaimana cara membangun karakter anak, berikut diuraikan beberapa hal yang perlu diketahui orang tua

  1. Pembentukan Karakter Dipengaruhi Faktor Bawaan dan Lingkungan

Ada dua faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter anak, yaitu bawaan dari dalam diri anak dan pandangan anak terhadap dunia yang dimilikinya, seperti pengetahuan, pengalaman, prinsip-prinsip moral yang diterima, bimbingan, pengarahan dan interaksi(hubungan) orang tua dengan anak. Lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif pula pada anak. Salah satu kisah nyata ,seorang anak laki-laki dibesarkan dalam lingkungan binatang. Si anak berjalan dengan merangkak, makan, bertingkah laku dan bersuara seperti binatang karena ia tidak bisa bicara. Orang yang menemukan si anak berusaha mendidiknya kembali seperti halnya anak-anak pada umumya. Hasilnya, si anak tetap memiliki pribadi  seperti binatang karena sebagian besar hidupnya dilalui bersama binatang sejak usia dini. Tampak di sini betapa besar pengaruh lingkungan terhadap pembentukan karakter. Dari contoh tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa karakter seseorang tidak hanya dipengaruhi faktor bawaan ,tetapi  juga faktor lingkungan (terutama dalam keluarga) memiliki pengaruh yang sangat besar.

Karakter berhubungan dengan perilaku positif yang berkaitan dengan moral yang berlaku, seperti kejujuran, percaya diri, bertanggung jawab, penolong, dapat dipercaya, menghargai, menghormati, menyayangi dan sebagainya. Pada dasarnya setiap anak memiliki semua perilaku yang positif tersebut, sebagaimana telah ditanamkan oleh Sang Pencipta di dalam kodratnya. Masalahnya, kemampuan dasar yang terdapat di dalam diri anak itu tidak bisa berkembang dengan sendirinya, melainkan harus dikembangkan dengan sungguh-sungguh melalui pengasuhan dan bimbingan yang positif dari orang tuanya. Jika setiap anak dan keluarga memiliki karakter yang positif, maka akan tercipta masyarakat dengan moral baik, sehingga akan tercipta pula bangsa yang dapat hidup rukun sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.

  1. Orang tua yang Berkarakter Menumbuhkan Anak yang Berkarakter

Seseorang tidak dapat membantu orang lain jika tidak dapat membantu dirinya sendiri. Begitu juga dengan orang tua yang ingin menumbuhkan karakter positif dalam diri anak. Jika orang tua ingin anaknya memiliki karakter positf, maka orang tua harus memiliki karakter positif pula. Ini berarti, orang tua dituntut untuk menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-harinya, serta memperlakukan anak sesuai dengan nilai-nilai moral tersebut. Jadi, tidak hanya sekedar memberitahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan anak. Lagi pula, pada dasarnya anak memang lebih mudah belajar sesuatu melalui pengamatan terhadap perilaku orang lain atau lingkungan sekitarnya, bukan sekedar mendengar kata-kata saja.

Salah satu contohnya, jika orang tua ingin mengembangkan sifat peduli pada anak, maka orang tua juga menerapkan perilaku peduli, baik kepada anak atau lingkungan sekitarnya. Sikap peduli tersebut dapat dilakukan dengan cara memberikan perhatian kepada anak, mendengarkan keluh- kesah anak, membantu orang lain yang sedang mengalami masalah dan sebagainya. Ketika orang tua peduli dengan  anak-anak akan merasa nyaman. Anak pun belajar, peduli adalah perilaku yang tepat karena menimbulkan rasa nyaman dan bermanfaat bagi setiap orang, sehingga anak kemudian akan menerapkan sifat peduli dalam kehidupan sehari-harinya. Itulah mengapa, agar anak memiliki karakter positif, orang tua dituntut memiliki perilaku positif pula sehingga dapat menjadi teladan bagi anak.

  1. Pembentukan Karakter dimulai Sejak Dini

Masa usia dini adalah masa keemasan, artinya masa tersebut merupakan masa terbaik dalam proses belajar yang hanya sekali dan tidak pernah akan terulang kembali lagi. Pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa ini berlangsung sangat cepat dan akan menjadi penentu bagi sifat-sifat atau karakter anak dimasa dewasa. Peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama sangat penting untuk memaksimalkan dan memanfaatkan masa ini, tidak dapat digantikan oleh siapa pun. Bila masa ini gagal dimanfaatkan secara baik, sama artinya menyia-nyiakan masa keemasan tersebut. Pembentukan karakter akan sulit dilakukan, jika orang tua baru melaksanakannya ketika anak sudah memasuki masa remaja. Ibarat sebatang pohon bambu yang semakin tua semakin sulit dibengkokkan, begitu pula dengan membentuk karakter, akan lebih mudah membentuk karakter seseorang ketika masih di usia dini dan akan semakin sulit membentuk karakter seseorang jika sudah menjadi dewasa.

Peran orang tua menjadi sangat penting dalam pembentukan karakter anak untuk siap menghadapi dunia dimasa yang akan datang. Pada awalnya anak akan meniru perilaku orang tua, Karena orang tua orang pertama yang dekat dan dikagumi oleh anak. Setelah itu, lingkungan rumah juga berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Hal ini dapat terlihat dari cara berpakaian, bersikap, dan berperilaku sehari-hari seorang anak yang biasanya tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang ada dalam lingkungan rumahnya. Ibarat pepatah, buah jatuh tidak  jauh dari pohonnya.

Kesuksesan orang tua membimbing anaknya di usia dini sangat menentukan kesuksesan anak dalam kehidupan sosial dimasa dewasanya kelak. Mereka akan tampil sebagai orang-orang yang senang belajar, terampil menyelesaikan masalah, berkomunikasi dengan baik dan berhasil guna, berani, jujur, dapat dipercaya dan dihandalkan, penuh perhatian, toleransi, luwes, serta bisa bersaing dalam kehidupan sosial dimasa dewasanya kelak. Mengingat pentingnya penanaman karakter di usia dini ,mengingat usia tersebut merupakan persiapan untuk sekolah, maka pembentukan karakter positif di usia dini dalam keluarga menjadi sangat penting.

Selain beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua dalam membangun karakter anak, orang tua juga harus memperhatikan tips dalam membangun karaktek anak yaitu,

  1. Konsisten

Orang tua adalah orang pertama yang bertanggung jawab terhadap keadaan anaknya, begitu pula dalam membangun karakter anak. Orang tua memiliki peranan yang sangat penting. Untuk itu dalam membangun dan membentuk karakter anak, orang tua juga harus memiliki perilaku yang baik, mulai dari cara berbicara sampai tingkah laku harus baik dan orang tua harus menerapkan semua itu di hadapan atau di belakang anak dengan baik.

  1. Berkelanjutan (continue).

Dalam membangun dan membentuk karakter anak, orang tua tidak hanya menerapkan konsisten anak dalam berperilaku yang hanya dilakukan pada waktu dan keadaan tertentu saja. Akan tetapi untuk menumbuhkan dan meletakkan karakter ini kepada anak maka orang tua harus melakukannya secara terus menerus, berkelanjutan, dan berkesinambungan. Tentunya dalam menerapkan ini dilakukan dengan cara membimbing yang baik, pola asuh yang benar dan pendidikan yang baik yang dilakukan sejak usia dini sampai usia dewasa. Dan proses ini juga harus disesuaikan dengan perubahan usia anak, semakin dewasa anak maka pembentukan karakter semakin bertambah namun jika karakter baik sudah tertanam sejak usia dini maka dengan sendirinya anak akan mengikuti karakter yang ada dalam dirinya tersebut.

  1. Konsekuen

Tidak selamanya apa yang diberikan orang tua kepada anaknya berjalan dengan baik, tentu ada hal-hal kecil yang bisa membuat keduanya berada dalam satu argumen dan pertentangan. Untuk itu jika anak berbuat salah, maka orang tua harus tetap memberikan pelajaran kepada anak-anak, hal ini bertujuan untuk mengajarkan rasa tanggung jawab dan memahami tentang sebuah kesalahan dan hukuman.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *