Tingkatkan Aktivitas Belajar Siswa dengan QUACHI

Spread the love

Artikel Ilmiah Populer

Yanti Agustina, S.Pd

SMP Negeri 15 Surakarta

Pembelajaran IPS mengarahkan peserta didik untuk menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab serta warga dunia yang cinta damai.

Menurut Hamalik (2012:63) pembelajaran IPS adalah suatu upaya untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga masyarakat yang baik, karena dengan pembelajaran yang efektif akan meningkatkan rasa percaya diri dan sikap positif peserta didik yang merupakan bekal dalam hidup bermasyarakat Apalagi untuk masa yang akan datang, peserta didik akan dihadapi dengan kondisi yang penuh tantangan karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat.  Fenomena yang terjadi di sekolah-sekolah Kota Surakarta pada umumnya dalam kegiatan pembelajaran IPS saat ini masih menggunakan pembelajaran yang konvensional. Berdasarkan kenyataan di lapangan waktu penulis melakukan observasi di kelas 7 SMPN 15 Surakarta, teramati bahwa pembelajaran masih di dominasi oleh guru. Hal ini dapat dilihat bahwa guru lebih banyak melakukan komunikasi searah pada kegiatan pembelajaran, di mana guru berperan penuh menjelaskan pembelajaran, peserta didik hanya menerima apa yang disampaikan guru, dan tidak terjadi interaksi multi arah.  Permasalahan yang teramati berikutnya adalah guru kurang dapat memotivasi peserta didik, dan proses pembelajaran membosankan. Hal ini dapat dilihat banyak peserta didik yang gelisah dan beberapa peserta didik sering keluar kelas dengan alasan buang air kecil.

Dari berbagai permasalahan di atas peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran IPS yang dilaksanakan di SMPN 15 Surakarta belum efektif. Salah satu penyebab dari permasalahan ini adalah pemilihan model pembelajaran yang kurang tepat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut penulis menggunakan model pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran IPS karena model pembelajaran inovatif ini memberikan kesempatan pada guru dan peserta didik untuk menciptakan iklim pembelajaran yang interaktif, aktif, kreatif, dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber balajar. Salah satu model pembelajaran yang dipilih dalam penelitian ini adalah model pembelajaran QUACHI (Quantum Teaching). Model pembelajaran ini dipilih karena dalam pelaksanaannya terjadi pengubahan bermacam-macam interaksi pembelajaran yang memungkinkan aktivitas belajar peserta didik berkembang dengan maksimal. Sehingga hasil belajar dapat ditingkatkan. Menurut Rusman (2010:330) model “pembelajaran QUACHI (Quantum Teaching) merupakan bentuk inovasi dari pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan sekitar momen belajar.” Ada enam sintaks dalam model pembelajaran Quantum Teaching, yaitu (1Tahap tumbuhkan bisa dilakukan untuk menggali permasalahan terkait dengan materi materi yang akan dipelajari, (2) Tahap alami dapat dilakukan dengan pengamatan, (3) Tahap namai peserta didik dengan bantuan guru berusaha menemukan konsep atas pengalaman yang dilewati, (4)Tahap  demonstrasikan di sini memberikan kesempatan  peserta didik untuk mengulang pelajaran dengan teman lain atau melalui latihan soal , (5)Tahap ulangi dilakukan dengan menegaskan kembali pada pokok materi pelajaran, dan (6) Tahap rayakan dilakukan dengan memberikan pujian, tepuk tangan atau bernyanyi bersama, Metode QUACHI ini sering dikenal dengan istilah TANDUR.

Dengan pelaksanaan Quantum Teaching diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, sebab dapat mengembangkan potensi manusia secara optimal melalui cara-cara yang efektif, yaitu: menumbuhkan, mengalami, menamai, mendemonstrasikan, mengulangi dan merayakan. Dengan pembelajaran yang interaktif seperti ini akan tercipta suasana yang menyenang-kan, memberdayakan serta dapat memfungsikan kemampuan berpikir peserta didik, yang pada akhirnya bermuara kepada peningkatan kemampuan dan hasil belajar IPS peserta didik.

Editor: Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *