SMP Negeri 8 Bersiap PTS DARING

Spread the love

Foto: operator sekolah Hesti Setyaningsih SKom

Solo, Poskita.co – Kepala SMP Negeri 8 Surakarta Triad Suparman, M.Pd. Selasa (15/9/2020) menyampaikan pemberitahuan kepada Orang Tua / Wali Peserta Didik kelas 7,8 dan 9 SMP Negeri 8 Surakarta.

Hal itu dilakukan sehubungan dengan akan dilaksanakan kegiatan Penilaian Tengah Semester (PTS) daring. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan PTS secara daring yang akan dilakukan pada hari Senin 21 September sampai dengan tanggal 28 September 2020. Pemberitahuan yang disampaikan kepada Orang Tua/Wali Peserta Didik adalah dilakukannya simulasi/uji coba daring.
Dalam informasi dinas Kepala SMP Negeri 8 Surakarta Triad Suparman, M.Pd. menyampaikan bahwa PTS semester gasal tahun pelajaran 2020 / 2021 pada awalnya difasilitasi oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Surakarta serentak secara daring melalui satu operator. Namun karena ada kendala, maka pelaksanaan PTS dilakukan oleh sekolah masing-masing.

“Alhamdulilah SMP Negeri 8 Surakarta telah terbentuk TIM IT yang memiliki kompetensi yang memadai. Pelaksanaan PTS daring kita siapkan dengan melaksanakan uji coba/simulasi dengan platform yang kita sepakati yaitu dengan googleform. Mata pelajaran yang kita simulasikan adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Kita ambil acak saja, oleh karena itu mapel IPS tidak ada kaitannya dengan pilihan mata pelajaran yang mudah / sulit bagi peserta didik tetapi berkaitan dengan kesiapan sekolah saja,” ujar Triad Suparman.

Rekyan Pamusthi SPd

Dengan dilakukannya simulasi/uji coba PTS daring tersebut, yang dilakukan pada hari Selasa, tanggal 15 September 2020 yang harus diperhatikan antara lain waktu dimulai pukul 12.30 – 14.00 WIB. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ). Selain itu juga harus menyiapkan perangkat HP android / laptop / computer yang sudah terinstal browser google chrome (juga memastikan ketersediaan quota internet mencukupi ). Tautan atau link akan dibagikan oleh walikelas masing-masing pada hari Selasa 15 September 2020 pagi hari.
Pada saat ini Peserta Didik SMP Negeri 8 Surakarta untuk kelas 9 (sembilan) sejumlah 256 orang dan yang belum bisa masuk nilainya ada 7 (tujuh) orang. Menurut operator Rekyan Pamusthi, S.Pd. Peserta Didik mengirimkan hasilnya melebihi waktu yang sudah ditentukan. Jadwal yang sudah ditentukan yaitu dengan batas waktu pada pukul 14.00 WIB namun mereka kenyataannya mengirim melebihi batas waktu sehingga sudah tidak bisa alias sudah tutup.
Sementara menurut operator kelas 7 (tujuh) dan kelas 8 (delapan) Hesti Setyaningsih, S.Kom. Peserta Didik yang belum bisa masuk nilainya ada beberapa orang. Kemungkinan itu terjadi karena salah masuk tautan (link), kuota chat tidak ada kuota data, mengabaikan tugas (menyepelekan), kurang persiapan (tidak belajar sehingga waktu habis), mengerjakan soal dan mencari jawaban melalui google. Peserta Didik kelas 7 (tujuh) yang berjumlah 253 orang dan yang belum bisa masuk nilainya ada 42 (empat puluh dua) orang. Sedangkan untuk Peserta Didik kelas 8 (delapan) yang semuanya berjumlah 251 orang, belum masuk nilainya ada 35 orang. Menurut Wali Kelas dengan uji coba / simulasi daring, tidak ada keluhan dari Orang Tua / wali Peserta Didik.
Perlu juga diketahui bahwa dengan adanya kendala seperti tersebut di atas maka Peserta Didik dengan didampingi oleh Orang Tua / Wali bisa bekerja sama dengan baik minimal mengingatkan untuk tetap belajar dengan rajin. Tidak hanya menyerahkan atau menggantungkan pada mbah google saja. Perlu diketahuijuga bahwa Peserta Didik sudah diberi pinjaman buku materi dari sekolah. Selain hanya bergantung pada mbah google, juga menghabiskan waktu hanya untuk mencari dan mencari saja. Padahal waktu yang digunakan dalam PTS daring ini ada batas waktu yang sudah ditentukan. Kalau hanya mencari terus menerus dan waktu habis itu artinya hanya membuang-buang waktu saja, nilai 0 (nol), maka yang rugi adalah dirinya sendiri.
Selain belajar dengan rajin, yang perlu dipahami lagi adalah pastikan ada kuota data yang akan dipakai untuk daring. Hindari untuk bermain game karena dengan bermain game secara berlebihan akan berdampak negatife pada mata. Menatap komputer, laptop atau layar ponsel secara berlebihan, dapat membuat mata letih, berair atau sakit, bahkan bisa menyebabkan mata minus, yang mengharuskan anak mengenakan kaca mata, sampai kerusakan saraf mata.
Dengan kenyataan seperti tersebut di atas, maka perlu kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan Orang Tua / Wali Peserta Didik. Setidaknya Peserta Didik memperhatikan pengumuman yang sudah disampaikan kepada Orang Tua/ Wali Peserta Didik dengan teliti dan cermat. Sehubungan ada sedikit Peserta Didik yang masih ada kendala setelah dievaluasi kemudian dapat kita atasi. Harapan Kepala SMP Negeri 8 Surakarta Triad Suparman, M.Pd. semoga semua Peserta Didik dan Orang Tua/ Wali memperhatikan proses PTS ini sehingga Guru dapat melakukan penilaian baik sikap, pengetahuan dan keterampilan Peserta Didik. Jangan sampai ada Peserta Didik yang kurang memperhatikan hal ini. Sekali lagi Kepala Sekolah mengingatkan bahwa kegiatan pembelajaran ini adalah wajib bagi semua Peserta Didik.
Semoga dengan adanya pembelajaran jarak jauh dan PTS daring (dalam jaringan) akibat dari adanya Covid-19 semuanya tidak merasa terbebani. Mari kita ikuti apa yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah untuk memutus rantai penularan virus yaitu dengan protokol kesehatan antara lain memakai masker kain atau masker tembus pandang, cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer), selalu jaga jarak, menghindari kerumunan. Hal ini demi mengakhiri pandemi virus corona dan membuat segala aktivitas menjadi normal kembali. Mantap Berkarya!

Demikian informasi dari  Sri Suprapti, Sie Publikasi SMP Negeri 8 Surakarta.

Editor: cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *