Covid-19, BKK Karangmalang Relaksasi Kredit Rp 85 Miliar

Spread the love

SRAGEN, POSKITA.co – Pandemi Covid-19 membuat dunia perbankan lakukan relaksasi kredit. Salah satunya BPR BKK Karangmalang lakukan relaksasi kredit nasabah mencapai Rp 85 miliar.

Kepala Sub Bagian Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta Heri Santosa menyampaikan kegiatan BPR BKK Karangmalang patut diapresiasi. Selama menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin dan hati-hati. ”Pengundian ini bagus untuk membuat daya tarik masyarakat agar menyimpan dananya di BPR BKK Karangmalang,” ujarnya.

Dia menyampaikan kondisi perbankan di Eks Karisidenan Surakarta baik likuiditas maupun kinerja masih baik. Dampak adanya Covid-19, bagi nasabah yang terdampak Covid-19 bisa direlaksasi dengan stimulus. Untuk BPR di Sragen dengan kategori lancar. ”Untuk BPR BKK Karangmalang sendiri yang mau direlaksasi sekitar Rp 85 miliar, sekarang sudah sekitar Rp 47,7 miliar yang sudah direstrukturisasi,” terangnya

Sementara Direktur Utama PT. BPR BKK Karangmalang (Perseroda) Kabupaten Sragen Raji SE, MM menyampaikan pelaksanaan undian hadiah tamades PT BPR BKK Karangmalang sebagai stategi menumbuhkan perekonomian dan menggaet nasabah baru di tengah pandemi. “Ini sekalian yang pertama dalam mengadakan peringatan dalam rangka ulang tahun merger yang ke-14,” terangnya.

Adapun tujuannya adalah BPR BKK Karangmalang menjalin hubungan kerjasama dan mempererat kedekatan dengan para nasabah dan masyarakat. Selain itu BPR BKK Karangmalan akan terus bersinergi lagi dalam meningkatkan pembangunan khususnya peningkatan ekonomi di Kabupaten Sragen dalam mensejahterakan masyarakatnya.

Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno menyampaikan tantangan berat perbankan di era pandemi Covid-19. Namun strategi dari BPR BKK Karangmalang mempunyai cara unik untuk menghadapi era pandemi Covid-19. Yakni kemampuan penyaluran kredit yang mudah dan kemampuan penggalangan dana.

Dia menyampaikan pada saat ini mengubah perilaku masyarakat dalam bertransaksi. Salah satunya transaksi secara digital di rumah saja. ”Harapan kami, tantangan BPK BKK Karangmalang ke depan harus masuk ke digitalisasi perbankan, tidak hanya mengandalkan transaksi konvensional. Tantangan tentu lebih berat dari bank umum karena nasabah BPR BKK Karangmalang adalah masyarakat pedesaan, tapi saya yakin bisa,” tandasnya. (Cartens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *