Gibran, Batik Sido Mukti dan Pit Onthel

Spread the love

Solo, (poskita.co) – Prosesi pendaftaran pasangan bakal calon walikota dan wakil, Gibran – Teguh di Pilkada Solo 2020 ke KPU, telah berlangsung pada Jumat (4/9). Genderang pemanasan mesin politik mulai digerakan, baik oleh partai pengusung mau pun partai pendukung. Begitu juga berbagai elemen relawan Gibran yang terbentuk. Gibran dan pasangannya Teguh, dengan pakaian yang dikenakan, lurik, ikat batik sido mukti, celana batik sido luhur, serta pit onthel (sepeda kayuh), seakan memberi simbol, mengisyaratkan, mereka akan benar-benar bekerja untuk masyarakat Solo jika terpilih nanti.

Di tengah kondisi pandemi covid 19 ini, Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, FX. Rudi Hadyatmo sebelumnya tegas menginstruksikan untuk membatasi massa partainya yang akan ikut mendampingi Gibran – Teguh saat pendaftaran di kantor KPU. Namun praktiknya, massa tidak dapat dibendung. Sepanjang jalan rute yang dilalui rombongan pasangan bacalon, terlihat berjajar barisan seragam merah yang siap-siap menyambut. Dengan sabar mereka menunggu lewatnya rombongan bacalon di tengah sengatan sinar matahari siang itu.
“Sebenarnya sudah saya ingatkan. Tapi ya mau bagaimana lagi,” ujar Rudy kepada wartawan dengan nada pasrah.

Ada yang menarik dari pakaian yang dipakai Gibran dan pasangannya saat mendaftar ke KPU. Berpakaian nuansa kental budaya jawa. Baju lurik, ikat kepala batik motif sido mukti, kain celana batik motif sido luhur, serta sepeda onthel yang dibawanya semua mengandung filosofi budaya jawa. Seperti yang diungkapkan YF. Sukasno, dari tim PDI Perjuangan. Sepeda onthel yang dikendarai Gibran dan pasangannya dikatakan merupakan simbol rakyat. Dan Bukan misalnya, kereta kencana yang menyimbolkan sebuah feodal raja. Kemudian pakaian yang dikenakan juga kental tradisi jawa ala Ki Gede Solo yang dikenal merupakan tokoh sesepuh desa Sala yang menjadi cikal bakal kota Solo atau dikenal juga dengan nama Surakarta.
Lalu, apa maksud dengan motif baju surjan lurik? Pakaian khas jawa itu menggambarkan dari kalangan wong cilik atau masyarakat kecil. Sementara, ikat kepala motif batik sido mukti serta kain celana motif batik sido luhur, menyimbolkan jika menjadi pemimpin kelak, diharapkan akan tetap rendah hati, mengayomi, bermanfaat bagi masyarakat, dan tercapai cita-cita luhurnya menjadi pemimpin.

Didampingi istri masing-masing bacalon walikota dan wakilnya, mereka memasuki kantor KPU untuk melakukan pendaftaran. Gibran, sebelumnya tak segan-segan untuk meminta dukungan doa dari para tokoh senior, juga masyarakat Solo untuk diberi kelancaran dalam proses mendaftar. Hanya ada 12 orang perwakilan dari masing-masing partai pendukung yang turut masuk ke dalam kantor KPU demi menjaga protokoler kesehatan di tengah pandemi ini.

“Semua berkas formulir pendaftaran yang disyaratkan KPU untuk pencalonan Gibran dan Teguh telah kami periksa, dan kami nilai sudah sah dan memenuhi syarat,” ujar Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti kepada wartawan dalam konferensi pers usai pendaftaran.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, yang juga walikota Solo, FX. Rudi Hadyatmo menegaskan, dengan telah dilaluinya proses pendaftaran, mesin partai mulai digerakan dalam upaya perolehan suara.
“Kita langsung akan menggerakan mesin partai,” tegas Rudi.

Upaya konsolidasi partai juga terus dilakukan, memberi keyakinan kepada masyarakat bahwa kondisi 1.231 TPS yang tersebar untuk pemungutan suara nanti, dipastikan terjaga keamanan dan kenyamanannya. Protokol kesehatan ketat diterapkan. Hal ini untuk lebih meyakinkan masyarakat untuk tidak ragu datang ke TPS, sebagai antisipasi golput.

Gibran sendiri berjanji akan menciptakan pilkada Solo yang damai, dan akan mematuhi protokol kesehatan saat pilkada.
“Kami akan mematuhi setiap proses tahapan pilkada sesuai aturan KPU. Kami juga berjanji untuk menciptakan pilkada Solo yang damai. Mentaati protokol kesehatan,” ujar putra sulung Presiden RI Bapak Jokowi ini.

Dengan telah dilaluinya tahapan pendaftaran bakal calon walikota dan wakilnya yang diusung PDI Perjuangan ditambah dukungan dari sejumlah partai dalam proses pilkada 2020 di kota Solo, bisa dikatakan pasangan Gibran – Teguh telah menyatakan siap bertarung dalam kontestasi politik di kota Bengawan ini. Apalagi lawannya, yaitu pasangan bacalon dari jalur independen, Bagyo Wahyono – FX. Suparjo (Bajo) juga mendaftar di hari terakhir yang ditetapkan KPU, yaitu minggu (6/9) dengan diikuti massa cukup besar. Semoga saja pertarungan antara kedua pasangan calon dalam pilkada pada 9 Desember 2020 nanti, akan berlangsung sesuai yang diharapkan. Berlangsung damai dan tetap patuh pada protokol kesehatan. Dan siapa pun yang terpilih nanti, dapat memenuhi harapan masyarakat kota Solo dalam kepemimpinannya 5 tahun ke depan. (endang paryanti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *