“Role Play” Berbantuan Media Realia Tingkatkan Keterampilan “Speaking” Materi “Descriptive”  

Spread the love

 

 Oleh: Parmono, S.Pd, MM

SMA Negeri 1 Bulu, Sukoharjo

 

Speaking skill merupakan  salah satu bagian yang amat penting di antara keempat keterampilan berbahasa yaitu speaking, reading, listening, dan writing. Selama ini  pembelajaran keterampilan speaking pada siswa kelas X IPS-2 SMA Negei 1 Bulu semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 masih terpusat pada guru. Siswa belum terlibat secara aktif dalam berbicara bahasa Inggris, terutama pada keterampilan mendeskripsikan suatu benda, seseorang, seekor binatang, atau suatu tempat yang merupakan tuntutan dari kompetensi dasar.

Proses pembelajaran seperti itu tentu saja monoton dan kurang menarik, karena siswa hanya banyak duduk dan mendengarkan. Hasil pengamatan dan wawancara dengan siswa  ditemukan beberapa catatan penting.

Pertama, kualitas proses pembelajaran speaking materi descriptive melalui model pembelajaran bermain peran dengan media realia perlu diefektifkan. Kedua,  hasil belajar speaking materi descriptive melalui model pembelajaran bermain peran dengan media perlu ditingkatkan. Ketiga, peningkatan hasil belajar siswa harus diikuti dengan perubahan perilaku yang positif.

Keberhasilan belajar speaking materi descriptive melalui pembelajaran bermain peran dengan media realia dapat diukur dari kualitas proses pembelajaran, hasil pembelajaran, dan perubahan perilaku positif siswa. Role-play adalah suatu media pembelajaran aktif, maka penting bahwa problema yang akan dikerjakan membawa pada eksplorasi yang bersifat praktis, disamping penerapan bermain peran, Zaini (2007:109).

Menurut Surtikanti (2009:18) media realia   merupakan alat bantu visual dalam pendidikan yang memberikan pengalaman langsung (direct experience) kepada siswa, merupakan objek nyata dari suatu benda seperti mata uang, tumbuhan, binatang, dan sebagainya.

Hipotesis tindakan penelitian “diduga pembelajaran materi descriptive melalui model pembelajaran bermain peran dengan media realia dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran  speaking  dan dampak positif terhadap perilaku siswa kelas X IPS-2 SMA Negeri  1 Bulu pada semester 1 tahun pelajaran 2019/2020”.

Hasil tes siklus I, siswa sudah mulai berbicara dengan pronunciation yang  jelas, content dari pokok media yang dideskripsikan  sudah mengarah ke topik, diction sudah  tepat, dan fluency atau kelancaran sudah bagus.

Hasil tes tersebut nilai rata-rata siswa mencapai 72,00 yang termasuk pada kategori cukup, terdapat 2 siswa atau 7% siswa  yang memperoleh nilai dalam kategori amat baik, 16 siswa atau 49,12% memperoleh nilai dengan kategori baik, 14 siswa  atau sebesar 36 % masuk dalam katergori cukup, dan 4 siswa atau 8% masuk dalam kategori kurang. Siswa  yang tuntas sebanyak 18 orang dengan tingkat ketuntasan 50 %. Hasil tes pada siklus I mengalami peningkatan dari nilai rata-rata prasiklus 58,00 menjadi nilai rata-rata 72,00, namun belum memenuhi tingkat ketuntasan penelitian. Karakter keaktifan, kedisiplinan, kejujuran, kepercayaan diri, dan kerja sama dan berbagi pada siklus I mengalami perubahan tetapi belum signifikan.

Hasil tes speaking pada siklus II menunjukkan peningkatan, siswa sudah berbicara dengan pronunciation atau pengucapan tentang kata-kata  yang jelas, content atau isi dari pokok media yang dideskripsikan  sudah mengarah ke topik, diction atau pemilihan kata yang berkaitan dengan media yang dideskripsikan sudah  tepat, dan fluency atau kelancaran  yang kedengaran sudah  bagus. Hasil tes speaking pada siklus II dengan nilai rata-rata siswa mencapai 79,14 yang termasuk pada kategori baik . Terdapat 12  siswa  yang memperoleh nilai dalam kategori amat baik atau sebesar 36 %, siswa yang memperoleh nilai dengan kategori baik ada 21 atau 56,55 %, dan sementara yang mendapatkan nilai cukup hanya ada 3 siswa  atau sebesar 7 %, tidak ada siswa yang memperoleh nilai berkategori kurang. Siswa  yang tuntas sebanyak 33 orang dengan tingkat ketuntasan 91,67 %. Hasil tes pada siklus II mengalami peningkatan dari nilai rata-rata berkategori cukup sebesar  72,00 menjadi nilai rata-rata berkategori baik sebesar 79,14. Siswa yang memperoleh nilai cukup ada 3 orang, sehingga dianggap belum tuntas, namun demikian sudah memenuhi tingkat ketuntasan penelitian karena sudah melampaui 75 % yaitu sudah mencapai 91,67 %. Karakter keaktifan, kedisiplinan, kejujuran, kepercayaan diri, dan kerja sama dan berbagi pada siklus II mengalami perubahan yang lebih baik.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan. Kualitas proses pembelajaran speaking materi descriptive melalui model pembelajaran bermain peran dengan media realia sangat meningkat.

Hasil belajar speaking materi descriptive melalui model pembelajaran bermain peran dengan media realia mengalami peningkatan, dari nilai rata-rata siswa prasiklus 58,00 dan berada dalam kategori kurang menjadi nilai rata-rata siswa 72.00 dalam kategori cukup pada siklus I, dan nilai rata-rata pada siklus II menjadi 79.14 dalam kategori baik. Perilaku siswa kelas X IPS-2 SMA Negeri 1 Bulu semester 1 tahun pelajaran 2019-2020, baik keaktifan, kedisiplinan, kejujuran, kepercayaan diri, maupun kerjasama siswa menjadi lebih baik.

 

Editor: Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *