MAIN DISKO Tingkatkan Hasil Belajar Matematika 

Spread the love

Yamin, S.Pd., M.Pd. 

Guru SDN Pati Kidul 01 Kabupaten Pati

 

Matematika merupakan salah satu dari bidang studi yang menduduki peranan penting dalam dunia pendidikan, karena dapat dilihat dari waktu jam pelajaran di sekolah lebih banyak dibandingkan mata pelajaran lainnya. Meskipun matematika sejak Sekolah Dasar mempunyai jam pelajaran paling banyak, kenyataan menunjukkan bahwa saat ini pelajaran matematika masih dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan bagi sebagian besar siswa.

Permainan tradisional dakon (MAIN DISKO) bukan lagi permainan yang asing bagi siswa kelas VI SDN Pati Kidul 01. Permainan dakon sudah akrab bagi siswa. Permainan dakon adalah salah satu permainan yang mengandalkan kemampuan berhitung dan ketelitian. Secara tidak langsung siswa dituntut untuk menguasai fakta dasar penjumlahan bilangan satu angka untuk bisa memainkan permainan dakon.

Dengan permainan dakon siswa sudah diperkenalkan dengan angka-angka. Bentuk dari permainan dakon yang menarik membuat siswa merasa senang bermain meskipun secara tidak langsung sudah mempelajari matematika. permainan dakon juga merangsang kemampuan motorik siswa.

Keadaan siswa kelas VI SDN Pati Kidul 01 saat ini yang mengalami kesulitan dalam penjumlahan bilangan bulat (KD 3.2 yaitu menjelaskan dan melakukan operasi penjumlahan bilangan bulat) karena kurangnya motivasi belajar, maka di peroleh hasil pembelajaran dari 35 siswa rata-rata 67, persentase 46%, siswa yang tuntas 16 dan yang belum tuntas 19 siswa. Melihat kenyataan tersebut penulis mencari solusi bagaimana agar hasil belajar siswa pada materi operasi hitung penjumlahan bilangan bulat dapat meningkat.

Cahyo (2011: 5) “Permainan tradisional merupakan suatu jenis permainan yang ada pada suatu daerah tertentu yang didasarkan pada nilai budaya daerah tersebut.”

Menurut Rafi (2013: 30) permainan congklak memiliki ciri-ciri khusus antara lain : a. Dimainkan oleh dua orang; b. Papan congklak menggunakan kayu atau plastik; c. Untuk menentukan pemenang dalam permainan ini biasanya dengan menghitung biji congklak yang tersisa dalam lumbung papan congklak.

Pemainan congklak dilakukan oleh dua orang yang saling berhadapan dengan papan congklak di antara mereka. Setiap lubang berpasangan diisi biji congklak sesuai dengan jumlah pasangan congklaknya. Permainan congklak dilakukan dengan mengambil salah satu isi di lubang congklak kemudian sesuai arah jarum jam membagi masingmasing satu biji congklak yang berada di tangan pada setiap lubang yang dilewati termasuk lubang induk, setiap biji habis maka pemain langsung mengambil isi dilubang terakhir termasuk biji terakhir tersebut dan membagikannya kembali. Demikian terus menerus sampai pemain menemukan lubang yang kosong dan berhenti.

Dengan demikian giliran bermain pindah pada lawannya. Bila salah satu pemain berhenti pada lubang yang pasangan didepannya terdapat sejumlah biji congklak, maka semua biji congklak yang ada di lubang pasangannya tersebut boleh dimilikinya dan masuk ke lubang induknya. Hal ini sering disebut nembak. Setiap pemain hanya mengisi lubang induknya sendiri. Pemain yang pada akhir permainan memiliki jumlah biji conglak yang lebih banyak adalah pemenangnya.

Dari hasil pelaksanaan pembelajaran bahwa permainan tradisional dakon dapat meningkatkan aktivitas siswa sebesar 21.15%, dan hasil belajar siswa sebesar 17.60%. Guru hendaknya terus berusaha untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengembangkan materi, menyampaikan materi, serta dalam mengelola kelas, sehingga kualitas pembelajaran yang dilakukannya dapat terus meningkat seiring dengan peningkatan kemampuan yang dimilikinya. Foto ilustrasi:sayangianak.com

 

Editor: Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *