Hasil Survey Elektabilitas Gibran Makin Melenggang

Spread the love

Solo, (poskita.co) – Hasil survey 6 bulan sebelum Pilwalkot Solo berlangsung, nama Gibran Rakabuming Raka elektabilitasnya semakin naik yaitu sebesar 55 persen.

Sementara Achmad Purnomo, bakal calon walikota yang diusung DPC PDI Perjuangan Solo, tingkat elektabilitasnya 35 persen. Berarti ada kenaikan cukup signifikan pergerakan elektabilitas Gibran dari hasil survey sebelumnya, pada Juli 2019. Dimana Gibran hanya di angka 13 persen, dan Purnomo 38 persen. Dan survey 6 bulan kemudian yang tercatat elektabilitas Gibran 40,4 persen, dan Purnomo 46,4 persen.

Ketua Solo Raya Polling, Suwardi, menyatakan hasil polling terakhir cukup mengejutkan, karena diketahui sebelumnya elektabilitas Achmad Purnomo lebih unggul. Rilis hasil survey Solo Raya terkait Pilwalkot Solo 2020, diumumkan Selasa siang (23/6), di Rumah Makan Pecel Solo.

Polling digelar pada periode 14 – 20 Juni dengan melibatkan 1008 responden. Mereka penduduk Solo yang terdaftar dalam DPT pemilu 2019. Penarikan sampel menggunakan ‘cuplikan random sampling’ dengan kerangka sampel DPT PTS pada titik lokasi survey (TLS). Distribusinya dengan memperhatikan sebaran wilayah. Titik lokasi survey ada 126 TLS, dengan jumlah 8 responden di masing-masing TLS. Di sini Suwardi membagi survey untuk popularitas dan elektabilitas 6 kandidat walikota dan wakil walikota.

Berdasar survey, popularitas Gibran juga moncer yaitu sebesar 99 persen. Selisih sedikit dengan Purnomo di bawahnya yaitu 94 persen. Sedangkan bakal calon wakil walikota Teguh Prakosa berada di angka 74 persen. Selanjutnya ketiga calon lainnya popularitasnya di bawah 40 persen.

“Popularitas di atas 90 persen sudah sangat matang. Lebih dari yang dibutuhkan oleh seorang kandidat bakal calon kepala daerah, yang butuh sekitar 80 persen,” ujar Suwarto.

Seandainya pilwalkot digelar saat ini, dan tidak menunggu 9 Desember 2020, menurut Suwarto, masyarakat sebenarnya sudah siap dengan pilihannya.

“Jika pilwalkot digelar sekarang, besar kemungkinan hasilnya tak jauh beda dengan hasil survey kami,” jelas Suwarto, seraya mengklaim margin error hasil survey yang dilakukannya hanya sekitar 8 persen saja.

Meningkatnya elektabilitas Gibran, menurut Suwarto karena mesin politik Gibran dinilai lebih baik dari Purnomo. Berdasarkan catatan di lapangan, selama pandemi covid 19, Purnomo dinilai kurang maksimal turun ke masyarakat. Manuver Purnomo dengan mundurnya dari pencalonan dan kemudian maju lagi, dinilai juga sebagai penyumbang persepsi negatif di masyarakat. (endang paryanti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *