IMF 2020 Hadirkan Delegasi Nasional dan Internasional Secara Daring

Spread the love

SOLO, poskita.co – Hari pertama, virtual event International Mask Festival (IMF) dimulai pukul 17.00 WIB bertempat di Lokananta, Jumat (19/6) yang disiarkan secara langsung pada platform Youtube SIPA Festival.

Opening ceremony virtual event IMF diawali dengan penampilan dari Semarak Candra Kirana dan ucapan selamat dari President of IMACO Korea. Delegasi nasional maupun internasional yang turut memeriahkan virtual event ini dari Palangka Raya menampilkan sebuah karya berjudul “Garanuhing”.

Selanjutnya ada penampilan tari berjudul “Sumayau Tokou” merupakan interpretasi baru mereka terhadap beragam tarian dari Borneo Utara atau yang dikenal sebagai Sabah, merupakan karya dari Fakulti Filem Teater & Animasi (FiTA), Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia.

Penampilan berikutnya diisi tarian topeng berjudul “Ragil Kuning” oleh seniman S. Hardina dari Malang. Dilanjutkan penampilan Kulamba Dancers dari Chewa yang menampilkan tarian “Gulewamkulu” yang diakui secara resmi oleh UNESCO sebagai karya agung vokal dan kebudayaan tak berwujud yang perlu dilestarikan, didokumentasikan, dan dipelihara. Dilanjutkan penampilan dari Sing Seni Munggu Bali dengan karyanya yang berjudul “Ngaden” dan dilanjutkan penampilan topeng “Confined Mask” karya Edgar Freire dari Ecuador.

IMF 2020 tidak hanya menampilkan tarian, juga mengadakan talkshow dengan Sang Maestro Topeng, Narimo yang dimoderatori oleh Eko Supriyanto. Setelah talkshow selesai, virtual event IMF dilanjutkan penampilan dari Sanggar Purwakencana Losari, GenTa dari Pamekasan dengan “Tari Topeng Ghetta”, dan Elizabeth Sudira dari Solo dengan lagunya yang berjudul “Rindu Solo”, serta Dan’s Dance Studio Production dari Solo dengan karyanya yang berjudul
“Bangkitnya Sang Panji”.

Elizabeth Sudira delegasi dari Solo juga merupakan maskot SIPA 2019 mengungkapkan, “Salut! Langkah berani, yang sangat saya apresiasi. Di saat orang lain mengeluh tentang pandemi, SIPA Community justru dengan berani dan bersemangat menggelar event seni budaya tahunan ini secara virtual. Sekalipun hal ini sangat baru untuk kita semua, namun semangat untuk terus mempertahankan geliat seni budaya mengalahkan segala tantangan.

Karya topeng dari para seniman juga ditampilkan dalam virtual event IMF 2020 antara lain karya milik International Carnival and Mask Museum of Binche (Belgia) dan Alaric Chagnard (Perancis). Kemudian dilanjutkan dengan penampilan karya “La Vrillette” yang merupakan hasil kolaborasi tari, topeng, musik, dan video dari Kadek Puspasari. Berikutnya tari topeng “Jayaperbangsa” oleh Gaya Gita Studio dari Sukabumi dan penampilan Sanggar Seni Sabukjanur Ponorogo berjudul “Ruang Tamu”, serta Solah Gatra Dance menampilkan karya berjudul “Ape Side” menggambarkan salah satu cobaan wabah yang saat ini melanda, berakibat harus berdiam diri di dalam rumah dengan jangka waktu yang lama dan rutinitas yang sama.

Virtual event IMF juga mengundang bintang tamu utama yaitu Sang Maestro Tari, Didik Nini Thowok yang turut menampilkan karya barunya yang berjudul “Dunung”. Di penghujung acara, Cosplay Warewolf Cosproject tampil sebagai penutup virtual event IMF 2020.

Penulis: Aryadi

Editor: Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *