Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui E-Modul

Spread the love

Yamin  SPd MPd

Guru SDN Pati Kidul 01 Kab Pati

 

ILMU Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu ilmu eksak  yang    diperoleh  dengan cara melakukan observasi serta eksperimen yang sistematik, melalui hukum-hukum, prinsip-prinsip, teori-teori dan hipotesis. Siswa diberi kesempatan untuk menggunakan alat-alat dan media belajar yang ada di lingkungan dan  menerapkannya  dalam  kehidupan  sehari-hari  (Usman  Samatowa, 2006: 11-12).

Pembelajaran IPA siswa kelas VI Sekolah Dasar  KD 3.6 perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari dapat artikan bahwa menerapkan perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya mengajarkan penguasaan fakta, konsep dan prinsip tentang alam, tetapi juga mengajarkan metode memecahkan masalah, melatih kemampuan berpikir  kritis dan mengambil simpulan. Namun pada saat proses pembelajaran walaupun dikemas secara tematik hasilnya belum sesuai harapan.

Berdasarkan hasil tes formatif  pada KD  perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan rendahnya daya serap siswa terhadap materi yang disampaikan guru.

Data yang diperoleh dari jumlah 35 siswa kelas VI SDN Pati Kidul 01, nilai yang diperoleh siswa dengan persentasi ketuntasan hanya 45% dari 35 jumlah siswa dengan nilai rata-rata kelas baru mencapai 66. Permasalah tersebut disebabkan karena media pembelajaran yang digunakan kurang kurang tepat dan kurang disukai minat siswa (tidak interaktif), siswa kurang aktif dalam mengembangkan kemampuannya. Siswa kurang diberi kebebasan untuk berpikir kritis, berkreasi, berinovasi, sehingga proses pembelajarannya terasa monoton kurang bervariasi, siswa dijadikan obyek pembelajaran, akhirnya kegiatan pembelajaran yang berlangsung tidak  bermakna bagi siswa.

Melihat kondisi yang demikian, guru berupaya untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengganti media pembelajaran dengan media E-Modul . E-Modul merupakan alat atau sarana  pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya secara elektronik. E-modul adalah modul versi elektronik dimana akses dan penggunaannya dilakukan melalui alat elektronik seperti komputer, laptop, tablet atau bahkan smartphone. Text pada e-modul dapat dibuat menggunakan Microsoft Word. Tapi untuk menampilkan media yang interaktif, e-modul harus dibuat menggunakan program ebook khusus seperti Flipbook Maker, ibooks Author, Calibre, dan lain sebagainya. Suasana dan Mahayukti (2013) menemukan bahwa e-modul dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada siswa dan mendapatkan respon positif dari siswa. Keberadaan e-modul sangat menarik perhatian siswa, sesuatu yang baru yang selama ini belum pernah siswa lihat, jika menggunakan modul memang sudah biasa, tetapi dengan e-modul sesuatu yang luar biasa, akan tetapi e-modul yang digunakan  oleh guru saja, hanya guru yang memililki program flipbook Maker dengan bantuan LCD Proyektor guru menayangkan e-modul  di depan kelas. Begitu melihat e–modul ditayangkan siswa sangat tertarik seakan mereka layaknya menonton film kartun karena banyak animasi yang ditayangkan.

Walaupun e-modul ini masih sederhana,  hanya guru yang memililki programnya dalam arti tidak setiap siswa dapat mengakses langsung dari smartphone siswa, namun keberadaannya sangat memotivasi siswa untuk belajar secara antusias. Sehingga perolehan persentasi ketuntasan mencapai 85 % dari 35 jumlah siswa dan  nilai rata-rata kelas bisa mencapai 81. Penggunaan e-modul mampu meningkatkan hasil belajar IPA pada materi perpindahan panas, yang semua itu menuntut kreatifitas dan keterampilan guru dalam meningkatkan pembelajarannya yang akan membawa anak didik pada keberhasilan mencapai tujuan. Foto: https://penerbitbukudeepublish.com

Editor: Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *