Lastun, Sebuah Pembelajaran yang Menyenangkan

Spread the love

Oleh: Moch Barokah SPd

Guru SMK PGRI 2 Surakarta

 

Pembelajaran Lastun membuat suasana kelas yang hidup, menyenangkan, gembira, mudah mencerna ide-idenya, sehingga siswa dapat merealisasikan ide-ide tersebut dengan menulis pantun.

Pantun  salah satu jenis puisi lama dalam kesusastraan Bahasa Indonesia yang dikenal luas dan digunakan dalam beragam bahasa nusantara.

Pantun terdiri dari dari 4 baris yakni sampiran dan isi, sampiran terletak pada baris pertama dan kedua, sedangkan isi ter- letak pada bagian ketiga dan keempat. Pantun terdiri 4 baris/larik, setiap larik terdiri dari 8-12 suku kata, memiliki irama silang (a-b- a-b), iramanya indah, mempesona dan mengandung makna.

Pantun merupakan ungkapan perasaan se seorang dan dapat digunakan sebagai sarana untuk menghibur, mendidik, bahkan memberikan teguran kepada orang lain. Pantun sering digunakan dalam kegiatan, seperti acara adat dan kegiatan lainnya oleh berbagai suku bangsa di Nusantara.

Pengertian pantun menurut para ahli; pantun adalah sebuah bentuk puisi lama yang terdiri atas empat larik, yang berima silang (a-b-a-b). Larik pertama dan kedua disebut dengan sampiran atau bagian objektif. Biasanya berupa sebuah lukisan alam atau hal apa saja yang bisa diambil sebagai suatu kiasan (Surono,2010:31 ).

Menurut Sutan Takdir Alisyahbana (2004:1), pantun adalah puisi lama yang telah dikenal oleh masyarakat Indonesia tempo dulu. Pantun terdiri dari empat larik, dan setiap larik terdiri dari 4-6 kata atau 8-12 suku kata, baris pertama dan kedua merupakan sampiran sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi pantun.

Dalam pembelajaran pantun kepada siswa, hendaknya dibuat mudah, menyenangkan, gembira, semua siswa berperan aktif dalam pembelajaran, sehingga siswa berkesan, selalu ingat apa yang kita sampaikan. Memang siswa biasanya mengalami kesulitan dalam pembuatan pantun, kesulitan memulai/mengawali apa yang akan ditulis. Terkadang kebingungan, ragu-ragu, takut salah, sehingga siswa mengalami kebuntuan untuk mendapatkan ide-idenya.

Bila perlu guru dalam mengawali pembelajaran Bahasa Indonesia selalu menyampaikan, atau menyapa dengan sebuah pantun, sebait ataupun dua bait, yang dibalas oleh semua siswa. Dengan demikian dapat menumbuhkan kreativitas siswa dalam penulisan pantun.

Dengan “Lastun” siswa akan terbantu dalam menerapkan ide maupun merealisasikannya dalam tulisan. Lastun merupakan solusi alternatif seorang guru dalam mengajarkan pantun kepada siswanya. Lastun adalah singkatan dari Berbalas Pantun yang dilakukan siswa secara berpasangan, jadi dalam pembelajaran pantun, siswa diharapkan berpasangan dengan temannya. Langkah-langkah pembelajaran cara “Lastun” menurut penulis yakni:

Guru mempersilakan siswanya untuk mencari bahan, ide, berimaji dengan perasaan secara berpasangan. Kita ingat bahwa, pantun merupakan ungkapan pikiran dan perasaan, ide dapat kita temukan dimana saja dan kapan saja serta situasi apa saja, tidak harus di dalam kelas, bisa di taman, halaman sekolah, kebun, sawah, sungai dan lain-lain. Setelah mendapatkan ide, inspirasi, masing-masing siswa berpasangan menuliskan dulu isi/maksud, yakni di baris ke-3 dan ke-4, kemudian baru menuliskan sampiran baris ke-1 dan ke-2.Untuk pembuatan pantun diusahakan minimal dua bait.

Kedua siswa yang berpasangan, saling koreksi mengenai isi, croscek, jangan sampai kedua siswa yang berpasangan isinya tidak singkron. Singkronkan/serasikan antara keduanya, agar jangan sampai isinya sumbang /tidak nalar. Guru meneliti dan mendampingi apakah isi maupun sampiran sudah singkron.

Setelah masing-masing pasangan sudah menuangkan isi ungkapan yang diujudkan dalam tulisan berupa pantun, guru menyuruh pasangannya masing masing untuk maju , saling berhadapan , bergantian, menyampaikan pantun yang dibuatnya tiap bait yang disampaikan siswa secara bergantian, saling berbalas. Setelah semua pasangan sudah maju, guru memberikan ulasan, saran, kritik, mengenai pantun yang disampaikan siswa. Saran diusahakan juga menggunakan pantun.

Dalam pembelajaran cara Lastun, mempunyai manfaat, terhadap siswa maupun guru. Manfaat tersebut antara lain:

Guru tidak monoton atau ceramah melulu , guru hanya mendampingi dan mengarahkan untuk me munculkan ide yang akan dituangkan dalam tulisan. Menumbuhkan kreativitas siswa, karena siswa berperan aktif. Menumbuhkan kerjasama, kerukunan yang baik antar siswa. Memudahkan siswa untuk mencari ide sampai realisasi penulisan pantun.

Menciptakan suasana kelas yang hidup, menyenangkan,gembira sehingga siswa tidak mengalami kebosanan dalam pembelajaran pantun. Menghilangkan anggapan bahwa menulis pantun sukar. Menumbuhkan percaya diri dalam menyampaikan ide-idenya, yang diujudkan dalam penulisan naskah pantun. Meningkatkan kecerdasan siswa dan perasaan dalam menghayati seni.

Penerapan pembelajaran dengan cara di atas yakni cara Lastun, guru maupun siswa akan merasakan manfatnya, yakni suasana kelas yang hidup, menyenangkan, gembira, mudah mencerna ide-idenya, sehingga siswa dapat merealisasikan ide-ide tersebut dengan menulis pantun. (**) Ilustrasi: babelreview.co.id

 

Editor: Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *