WAG  Sukseskan Gerakan  Salat  Saat BDR

Spread the love

oleh: Sumiyati SPdI MPd

Guru Mata Pelajaran PAI

SD Negeri Puron 03, Sukoharjo

 

Mengapa siswa harus tetap belajar meskipun diumumkan untuk social distancing?  Karena sudah menjadi hak siswa untuk mendapatkan pendidikan. Tentu saja ini sesuai dengan amanat pasal 31 ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan  “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.” Ketika dunia  menghadapi pandemi global yang disebabkan penyebaran Corona Virus Disease  atau yang lebih dikenal dengan Covid-19.

Indonesia pun mengalami dampak yang cukup serius dari penyebaran penyakit ini. Sejak bulan Maret Negara Indonesia menyatakan  darurat Corona. Merespon pandemi global  Covid-19 ini, Menteri Pendidikan  dan Kebudayaan RI telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19. Salah satu isinya adalah kebijakan untuk melaksanakan bekerja dari rumah/Work from Home (WFH). Dan untuk siswa tentunya Belajar dari Rumah (BDR)

Mata Pelajaran PAI adalah Mapel yang diharapkan bisa membangun karakter anak-anak bangsa,  berperilaku terpuji sehingga ke depannya akan menjadi generasi emas yang jauh dari KKN. Materi PAI dengan KD Mari melaksanakan salat  tetap harus disampaikan kepada para siswa meski dalam masa pandemi  bekerja dari rumah.

Pengertian Pendidikan Agama Islam  menurut Ahmad Tafsir, ia mengatakan bahwa dengan adanya pendidikan agama Islam diharapkan orang orang dapat mengetahui tentang agama Islam dan juga ajaran ajaran yang terkandung di dalamnya. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa pendidikan agama Islam ini mengharapkan orang yang sudah mengetahui tentang ajarannya dapat mempraktikkannya dan juga mengamalkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Karena ajaran dalam agama Islam merupakan ajaran yang baik untuk seluruh manusia.

Sedangkan salat menurut Ash Shiddieqy,  salat ialah menggambarkan rukhus salat atau jiwa salat, yakni berharap kepada Allah dengan sepenuh hati dan jiwa raga, dengan segala kekhusyu’an dihadapan Allah dan ikhlas yang disertai dengan hati yang selalu berzikir, berdo’a dan  memujiNya. Dapat disimpulkan bahwa salat adalah serangkaian gerakan yang dimulai dengan gerakan takbirotul ikrom dan diakhiri dengan gerakan salam dengan doa-doa yang sudah ditentukan dan dilakukan secara tertib atau urut.

Pada saat darurat corona, sejak pertengahan maret diumumkan maka kebijakan pemerintah diberlakukanlah belajar dari rumah dan bekerja dari rumah (BDR). Tentu saja kebijakan social distancing tersebut mengandung maksud agar rantai penyebaran virus Covid-19 terputus. Sebagai  guru PAI yang mengajar PAI kelas 4 dengan Kompentensi Dasar Mari Melaksanakan Salat, memilih untuk memberi materi kepada para siswa saat harus belajar dari rumah dan harus stay at home dengan menggunakan media WhatsAppGrup (WAG). Materi Salat penulis bahas melalui WAG  dengan mengirim video juga poto-poto. WAG kelas 4   beranggotakan guru PAI, guru kelas  dan para siswa kelas 4 adalah WAG kelas.

Whatsapp adalah media sosial yang menyediakan layanan pesan instan untuk smartphone. Tidak hanya sekedar melayani pesan instan saja, WhatsApp juga dilengkapi oleh berbagai fitur menarik seperti pengiriman pesan berupa pesan teks, gambar, video, suara, maupun berkas – berkas. Dalam dunia pendidikan WhatsApp menjadi wadah untuk berinteraksi dan menyebarkan informasi. Interaksi tersebut bisa dilakukan antara guru dengan siswa, guru dengan guru, maupun siswa dengan siswa.

Melalui WAG Kelas, guru mapel PAI dalam memberi materi dengan KD Mari melaksanakan salat berupa photo-photo gerakan salat dan video gerakan salat serta bacaannya. Semua siswa berperan aktif dalam bertanya dan menyimpulkan sehingga akhirnya bisa mempraktekkan dengan bukti fisik video dan photo photo ketika salat, juga bukti fisik keaktifan dalam melaksanakan salat fardu sehari semalam yang lima waktu dengan tanda tangan orang tua atau wali melalui WAG.

WAG terbukti dapat menyukseskan pelajaran PAI dengan KD Mari melaksanakan salat. Pengaruh whatsapp terhadap pembelajaran cukup baik dari segi pengiriman pesan dan poto-poto yang memudahkan interaksi dalam pembelajaran. Whatsapp menjadi wadah yang tepat untuk berinteraksi seputar pembelajaran di luar ruang kelas, terlebih saat pandemic Covid-19 yang mengharuskan para siswa untuk belajar dari rumah.

Harapan penulis semoga para siswa dalam pembelajaran daring seperti ini dan para pengguna media sosial whatsapp lainnya dapat  menggunakannya secara bijak dan sesuai kebutuhan sehingga dapat merasakan manfaatnya. Semoga pandemii Covid-19 segera berlalu dan kami bisa bertatap muka dengan semua siswa tercinta kami.

Editor: Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *