Alternatif Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar

Spread the love

Oleh: I Wayan Ardika  SPd

Guru SD Negeri 6 Yehembang, Jembrana, Bali

 

Blended learning merupakan model pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran tatap muka (face to face) dengan pembelajaran online

Mewabahnya Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) telah melumpuhkan berbagai sendi kehidupan masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Sejak Akhir Maret 2020, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah. Kebijakan ini merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19.

Kebijakan belajar dan bekerja dari rumah, tentu harus disikapi oleh guru dengan melakukan berbagai upaya untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Guru juga harus memperhatikan karakteristik siswa, sarana dan prasarana, serta lingkungan sekitar.

Guru tidak dapat memaksakan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring, jika siswa tidak mempunyai smartphone untuk mengakses internet atau tidak didukung oleh sinyal yang memadai. Begitu juga, jika guru sendiri belum mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.

Apabila tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring karena faktor siswa yang tidak siap, maka guru dapat memadukan pembelajaran jarak jauh dengan tatap muka (blended learning). Blended learning merupakan model pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran tatap muka (face to face) dengan pembelajaran online (Bielawski dan Metcalf dalam Husamah, 2014).

Guru dapat memberikan sejumlah tugas dalam kurun waktu tertentu, misalnya dalam satu minggu, kemudian setiap akhir pekan tugasnya dikumpulkan. Dalam hal ini, guru dapat melaksanakan metode jemput bola, artinya guru sendiri yang mengantarkan tugas dan mengambil hasilnya ke rumah siswa masing-masing. Namun, guru harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan tetap menjaga jarak dan selalu memakai masker.

Apabila guru sendiri yang belum mampu melaksanakan pembelajaran daring, guru dapat melaksanakan blended learning dengan tetap berusaha belajar dari berbagai sumber, seperti modul, Youtube, dan teman sejawat. Guru juga dapat mengikuti diklat yang dapat mendukung pembelajaran daring/jarak jauh.

Jika guru dan siswa siap melaksanakan pembelajaran daring, maka guru dapat memilih berbagai cara yang mungkin untuk dilakukan. Cara yang dipilih merupakan cara terbaik untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna kepada siswa. Adapun beberapa cara yang dapat dipilih, yaitu:

  1. Membuat Grup WhatsApp

Membuat Grup WhatsApp (WA) merupakan cara termudah yang dapat dilakukan guru. Seperti kita ketahui bersama, WA saat ini menjadi aplikasi paling popular yang pasti dimiliki oleh siswa kita, jika mereka mempunyai Smartphone.

Melalui Grup WA, guru dan siswa dapat berinterkasi secara daring. Guru dapat mengirimkan materi dan tugas berupa foto, video, dan file dokumen dengan mudah. Siswa juga dapat mengirimkan hasil kerjanya dengan mudah. Grup WA sangat praktis dan mudah digunakan oleh siswa sekolah dasar.

  1. Membuat Video Pembelajaran

Bagi guru yang ingin menjelaskan materi yang sulit disampaikan melalui tulisan, maka membuatkan video pembelajaran adalah salah satu alternatifnya. Melalui video, maka siswa akan lebih jelas memahami materi. Siswa juga dapat melapas kangen dengan guru, ketika melihat gurunya di dalam video. Agar mudah dapat diakses, maka guru dapat mengunggah videonya di Youtube.

Untuk pengambilan gambar, guru dapat menggunakan kamera Smartphone yang dimiliki. Kemudian videonya dapat diedit melalui berbagai aplikasi pengedit video yang ada, seperti Movie Maker, Filmora, Kine Master, dan lain-lain.

  1. Membuat Blog Edukasi

Guru dapat memanfaatkan blog (Blogger atau WordPress) sebagai media pembelajaran. Blog sebagai media pembelajaran mempunyai fasilitas yang cukup lengkap. Selain tulisan, dalam blog juga dapat disematkan gambar dan video pembelajaran. Jadi materi akan menjadi lebih lengkap dan dapat diakses kapan pun dan di mana pun.

  1. Video Conference dengan Aplikasi Zoom Cloud Meeting

Jika mempunyai koneksi internet yang baik, maka video conference dapat menjadi pilihan. Banyak sekali aplikasi yang menawarkan fitur ini. Namun, penulis merekomendasikan aplikasi Zoom karena paling ringan untuk diakses dibandingkan dengan yang lain. Penggunaannya pun sederhana, sehingga dapat dimanfaatkan dengan mudah oleh guru dan siswa.

Penerapan video conference hendaknya dilakukan berjadwal, misalnya seminggu sekali. Dengan demikian, siswa tidak terlalu banyak menghabiskan kuota internet. Jika setiap hari, mungkin Anda akan diprotes oleh orang tua siswa.

  1. Membuat TV Edukasi dengan com

Selain membuat video pembelajaran secara manual, guru juga dapat membuat TV Edukasi secara mandiri yang dapat live di Youtube atau Facebook. TV Edukasi ini dapat dibuat melalui laman streamyard.com. Cara membuatnya cukup mudah. Pertama, Anda cukup buka laman streamyard.com, kemudian mendaftar dengan akun email dan masukan kode verifikasi yang dikirim melalui email. Setelah memasukkan kode verifikasi, maka Anda sudah masuk ke akun Stream Yard. Creat a Broadcast untuk memulai membuat tayangan secara live kepada siswa.

Ketika live, guru dapat menyampaikan materi atau tugas kepada siswa. Guru juga dapat menjawab pertanyaan siswa pada menu live chat secara langsung. Jadi tetap ada interaksi antara guru dan siswa.

Demikianlah lima alternatif pembelajaran daring yang dapat dilakukan di sekolah dasar. Guru dapat memilih cara terbaik yang dapat dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan setempat. Semoga bermanfaat, tetap semangat mengajar dari rumah, selalu jaga jarak, hindari keramaian, rajin cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan selalu pakai masker jika keluar rumah.

Editor: Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *